Pertama Dalam Sejarah, Presiden Belarus Aleksandr Lukashenko Menginap Langsung Di Istana Negara

ri-dan-belarus-teken-7-mou-1782987423738_169

Pertemuan Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Belarus Aleksandr Lukashenko, di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (2/7/2026). (Muchlis Jr-Biro Pers Sekretariat Presiden)

Harga Emas Hari Ini
Advertisement

Newestindonesia.co.id, Kunjungan kenegaraan Presiden Belarus, Aleksandr Lukashenko, ke Indonesia menorehkan sejarah baru dalam tradisi penyambutan tamu negara di tanah air. Lukashenko menjadi kepala negara sahabat pertama yang menginap langsung di gedung utama Istana Negara, Jakarta.

Kunjungan yang berlangsung pada Kamis (2/7/2026) ini merupakan kedatangan kedua kalinya bagi Lukashenko ke Indonesia setelah 13 tahun, di mana ia diterima langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam prosesi upacara kenegaraan di Istana Merdeka.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono mengonfirmasi bahwa selama rangkaian agenda di Indonesia, orang nomor satu di Belarus tersebut memilih bermalam di lingkungan Istana.

“Di Istana Negara. Presiden yang pertama di Istana Negara,” kata Sugiono saat memberikan keterangan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat dikutip melalui detikNews.

Sebagai catatan historis, tamu kepala negara atau kepala pemerintahan sahabat yang berkunjung ke Indonesia umumnya memilih bermalam di hotel komersial atau di fasilitas Wisma Negara yang terletak masih di dalam kompleks istana. Fasilitas utama Istana Negara sendiri jarang sekali—bahkan belum pernah—dijadikan tempat menginap bagi kepala negara asing dalam sejarah modern.

Sugiono membeberkan bahwa keputusan ini berawal dari keinginan pribadi sang presiden tamu yang kemudian diakomodasi dengan sangat baik oleh pihak tuan rumah.

“Tapi beliau kali ini ingin berkehendak untuk bisa di Istana. Tadinya di Wisma Negara, tapi Pak Presiden menilai yang lebih representatif ya di Istana,” lanjut Sugiono menerangkan kebijakan Presiden Prabowo.

Kesepakatan Sejumlah Dokumen MoU

Selain momen historis terkait tempat menginap, pertemuan bilateral antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Aleksandr Lukashenko menghasilkan komitmen konkret. Kedua pemimpin menyaksikan penandatanganan sejumlah dokumen Nota Kesepahaman (MoU) untuk mempererat hubungan bilateral kedua negara.

Baca juga:  Sambut Lebaran 2026, Korlantas Polri Gaungkan Tagline “Mudik Aman, Keluarga Bahagia”

Beberapa dokumen kerja sama strategis yang disepakati dan ditandatangani dalam pertemuan tersebut meliputi:

  1. Nota Kesepahaman atas Kerja Sama Industri antara Kementerian Perindustrian Republik Indonesia dan Kementerian Perindustrian Republik Belarus.
  2. Nota Kesepahaman atas Kerja Sama Bidang Kebudayaan antara Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia dengan Kementerian Kebudayaan Republik Belarus.

Pertemuan bilateral ini sekaligus menandai komitmen jangka panjang dalam memperluas kerja sama lintas sektor demi kepentingan bersama. Di akhir rangkaian kegiatan utama, Presiden Prabowo mengindikasikan hubungan kerja sama yang berbalas secara diplomatik di masa mendatang.

“Tentunya saya juga akan membalas kunjungan ini,” imbuh Presiden Prabowo singkat.

Usai merampungkan pertemuan bilateral dan menyelesaikan seluruh rangkaian agenda utamanya di Jakarta, Presiden Prabowo Subianto secara resmi melepas kepulangan Presiden Belarus beserta delegasinya melalui Bandara Halim Perdanakusuma untuk bertolak kembali ke negaranya.

(DAW)

Berita Hukum Dan Kriminal
Advertisement