Pertamina Ungkap Penyebab Pertamax Naik Hingga Rp16.250 per Liter

direktur-utama-pertamina-simon-aloysius-mantiri-1741700686716_169

Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri.Foto: Dok. Tangkapan Layar YouTube TV Parlemen

Harga Emas Hari Ini
Advertisement

Newestindonesia.co.id, Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri, akhirnya buka suara terkait penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi yang mulai berlaku sejak 10 Juni 2026. Kenaikan tersebut membuat harga Pertamax (RON 92) melonjak menjadi Rp16.250 per liter dari sebelumnya Rp12.300 per liter. Sementara Pertamax Green 95 naik dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter.

Menurut Simon, keputusan penyesuaian harga BBM nonsubsidi dilakukan setelah mempertimbangkan berbagai perkembangan global yang memengaruhi pasar energi dunia. Faktor geopolitik internasional dan pergerakan harga minyak mentah menjadi pertimbangan utama dalam penentuan harga terbaru tersebut.

Dalam pernyataannya yang dikutip melalui akun resmi Instagram Pertamina pada Kamis (11/6/2026), Simon mengatakan pihaknya memahami bahwa setiap perubahan harga BBM akan menjadi perhatian masyarakat.

“Kami memahami bahwa setiap penyesuaian harga tentu menjadi perhatian masyarakat. Penyesuaian pada harga BBM non-subsidi ini dilakukan dengan mempertimbangkan dinamika geopolitik global dan harga minyak yang berlaku di pasar internasional dengan tetap mempertimbangkan daya beli masyarakat,” ujar Simon.

Ia menegaskan bahwa penyesuaian harga tidak hanya dilakukan oleh Pertamina, tetapi juga diterapkan oleh sejumlah badan usaha swasta yang menjual BBM nonsubsidi di Indonesia. Menurutnya, perubahan harga merupakan respons terhadap kondisi pasar energi global yang tengah mengalami tekanan.

“Penyesuaian harga BBM nonsubsidi ini selain dilakukan di titik-titik SPBU Pertamina, juga dilakukan oleh SPBU badan usaha swasta,” kata Simon.

BBM Subsidi Tetap Tidak Berubah

Meski harga Pertamax dan Pertamax Green mengalami kenaikan signifikan, Pertamina memastikan harga BBM bersubsidi tidak mengalami perubahan. Simon menegaskan Pertalite dan BioSolar tetap dijual sesuai harga yang telah ditetapkan pemerintah.

“Perlu kami sampaikan bahwa harga BBM subsidi, yaitu Pertalite dan Biosolar, tidak mengalami perubahan. Harga Pertalite masih tetap di Rp10.000 per liter dan BioSolar di harga Rp6.800 per liter sesuai ketentuan yang ditetapkan pemerintah,” paparnya.

Baca juga:  Kyiv Diserang Drone Rusia, Warga Diminta Berlindung Setelah Gencatan Senjata Usai

Kepastian tersebut disampaikan untuk memberikan kejelasan kepada masyarakat bahwa kebijakan penyesuaian harga hanya berlaku pada produk BBM nonsubsidi.

Pertamina Pastikan Pasokan Energi Aman

Di tengah dinamika pasar energi global, Pertamina juga memastikan pasokan energi nasional tetap terjaga. Simon menyebut perusahaan akan terus berupaya menjaga ketersediaan energi bagi masyarakat dan sektor industri.

Selain itu, ia mengajak masyarakat untuk menggunakan energi secara bijak di tengah berbagai tantangan global yang memengaruhi sektor energi dunia.

“Kami berterima kasih atas dukungan masyarakat selama ini dan mari kita bersama-sama bijak menggunakan energi,” tutur Simon.

Kenaikan harga Pertamax dan Pertamax Green menjadi salah satu penyesuaian terbesar dalam beberapa waktu terakhir. Di wilayah DKI Jakarta, harga Pertamax kini berada di level Rp16.250 per liter, sedangkan Pertamax Green mencapai Rp17.000 per liter. Sementara harga Pertalite dan BioSolar tetap dipertahankan pemerintah untuk menjaga akses energi bagi masyarakat luas.

(DAW)

Berita Hukum Dan Kriminal
Advertisement