Jalan Bypass Ida Bagus Mantra Gelap Dan Dipenuhi Pohon Besar, Banyak PR Untuk Pemprov Bali

Jalan Bypass Ida Bagus Mantra Gelap Dan Dipenuhi Pohon Besar, Banyak PR Untuk Pemprov Bali

Kecelakaan terjadi pada 1 Juni 2026 di jalan Bypass Ida Bagus Mantra sekitaran wilayah Ketewel (U-Turn) truk vs sepeda motor. Seorang pria asal Surabaya dilaporkan tewas di tempat. Foto: Istimewa

Harga Emas Hari Ini
Advertisement

Newestindonesia.co.id, Jalan Bypass Prof. Dr. Ida Bagus Mantra selama ini dikenal sebagai salah satu jalur paling vital di Pulau Bali. Ruas jalan yang menghubungkan Denpasar, Gianyar, Klungkung hingga Karangasem tersebut menjadi urat nadi mobilitas masyarakat sekaligus akses utama menuju berbagai destinasi wisata di Bali Timur.

Namun di balik perannya yang strategis, kondisi Bypass Ida Bagus Mantra masih menyisakan berbagai persoalan yang menjadi sorotan masyarakat. Minimnya penerangan jalan pada malam hari serta banyaknya pohon-pohon besar yang menaungi badan jalan membuat sejumlah titik menjadi gelap dan memunculkan kekhawatiran akan keselamatan pengguna jalan.

Situasi tersebut dinilai menjadi pekerjaan rumah atau PR yang tidak ringan bagi Pemerintah Provinsi Bali bersama instansi terkait.

Banyak Titik Gelap, Pengendara Harus Ekstra Waspada

Pada siang hari, Bypass Ida Bagus Mantra terlihat nyaman dilalui dengan pemandangan pepohonan hijau yang tumbuh di sepanjang jalan.

Namun, suasana berbeda terasa ketika malam tiba.

Sejumlah titik di sepanjang jalur tersebut terlihat minim penerangan. Lampu penerangan jalan umum yang terbatas membuat badan jalan tampak gelap, terutama di area yang dipenuhi pepohonan besar.

Kondisi tersebut membuat pengendara roda dua maupun roda empat harus meningkatkan kewaspadaan.

Apalagi, Bypass Ida Bagus Mantra dikenal sebagai jalur dengan kecepatan kendaraan yang relatif tinggi.

Bus pariwisata, kendaraan pribadi, truk logistik hingga sepeda motor setiap hari melintas di jalan tersebut. Pada malam hari, kondisi minim cahaya membuat jarak pandang pengemudi menjadi berkurang.

Tidak sedikit pengguna jalan mengaku merasa waswas ketika melintasi beberapa titik yang gelap karena sulit melihat kendaraan lain, pejalan kaki maupun potensi hambatan di jalan.

Pohon-Pohon Besar Menambah Kesan Gelap

Keberadaan pohon-pohon besar sebenarnya menjadi salah satu ciri khas Bypass Ida Bagus Mantra.

Pepohonan tersebut menghadirkan suasana hijau yang sejuk dan menjadi bagian dari wajah Bali yang dikenal sebagai pulau yang asri.

Baca juga:  Fakta Kasus Rey Di Malang: Istri Disebut Sudah Tahu Identitas Sejak Awal

Namun, di sisi lain, tajuk pohon yang terlalu rimbun justru menimbulkan persoalan baru.

Cabang dan daun yang lebat menghalangi cahaya lampu jalan sehingga beberapa ruas menjadi semakin gelap pada malam hari.

Saat musim hujan dan angin kencang, kekhawatiran masyarakat pun bertambah.

Ranting patah maupun pohon tumbang menjadi ancaman yang sewaktu-waktu dapat membahayakan pengguna jalan.

Karena itu, banyak warga berharap dilakukan penataan dan pemangkasan pohon secara berkala tanpa menghilangkan fungsi penghijauan yang selama ini menjadi identitas Bali.

Jalur Vital Penopang Pariwisata Bali Timur

Bypass Ida Bagus Mantra bukan sekadar jalan biasa.

Jalur ini merupakan akses penting menuju berbagai kawasan wisata seperti Pantai Keramas, Pantai Saba, Pantai Lebih, Goa Lawah hingga sejumlah objek wisata di Kabupaten Karangasem.

Wisatawan yang datang dari Bandara I Gusti Ngurah Rai menuju Bali Timur juga banyak menggunakan jalur ini karena dianggap lebih cepat dibandingkan rute lainnya.

Karena itulah, kondisi infrastruktur di sepanjang Bypass Ida Bagus Mantra memiliki pengaruh terhadap citra Bali sebagai destinasi wisata dunia.

Jalan yang terang, aman dan nyaman tentu akan memberikan kesan positif bagi wisatawan.

Sebaliknya, kondisi jalan yang gelap berpotensi menimbulkan rasa tidak nyaman, terutama bagi wisatawan yang baru pertama kali datang ke Bali.

Keselamatan Pengguna Jalan Harus Menjadi Prioritas

Persoalan minim penerangan tidak bisa dipandang sebelah mata.

Pencahayaan yang kurang memadai menjadi salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas.

Pada malam hari, kemampuan pengemudi untuk melihat kondisi sekitar menjadi sangat bergantung pada kualitas penerangan.

Ketika jalan berada dalam kondisi gelap, pengendara memiliki waktu yang lebih singkat untuk bereaksi terhadap berbagai situasi yang muncul secara tiba-tiba.

Baca juga:  Asik! Ojol Di Jakarta Diajak Jadi "Mata Dan Telinga" Polisi, Dapat Bonus Rp500 Ribu

Hal tersebut semakin berisiko bagi pengguna sepeda motor yang merupakan kelompok paling rentan mengalami kecelakaan.

Belum lagi jika terjadi hujan deras yang membuat jarak pandang semakin terbatas.

Karena itu, peningkatan fasilitas keselamatan di Bypass Ida Bagus Mantra sudah seharusnya menjadi prioritas.

Banyak PR Menanti Pemprov Bali

Sebagai salah satu jalur utama di Pulau Dewata, Bypass Ida Bagus Mantra membutuhkan perhatian serius.

Ada sejumlah pekerjaan rumah (PR) yang perlu segera ditangani.

1. Penambahan Lampu Penerangan Jalan

Permasalahan paling mendasar adalah minimnya lampu penerangan jalan.

Penambahan titik lampu baru dan perbaikan lampu yang mati menjadi langkah penting untuk mengurangi area gelap.

Penerangan yang memadai akan membantu meningkatkan keamanan sekaligus memberikan kenyamanan bagi pengguna jalan.

2. Pemangkasan Pohon Besar Secara Berkala

Keberadaan pohon-pohon besar perlu diimbangi dengan perawatan yang rutin.

Pemangkasan cabang yang terlalu lebat akan membantu cahaya lampu menjangkau badan jalan secara maksimal.

Selain itu, langkah tersebut dapat meminimalkan risiko pohon tumbang ketika cuaca ekstrem melanda Bali.

3. Perbaikan Marka Jalan

Marka jalan yang mulai memudar perlu diperbaharui.

Marka yang jelas akan sangat membantu pengendara, terutama saat malam hari maupun ketika hujan turun.

4. Penambahan Reflektor dan Rambu Lalu Lintas

Reflektor jalan dan rambu-rambu peringatan menjadi fasilitas penting untuk meningkatkan keselamatan.

Perangkat tersebut dapat membantu pengemudi mengenali jalur yang benar serta mengantisipasi potensi bahaya.

5. Pemanfaatan Lampu Tenaga Surya

Pemanfaatan teknologi ramah lingkungan seperti lampu tenaga surya dapat menjadi solusi jangka panjang.

Selain hemat energi, teknologi tersebut juga mendukung konsep pembangunan berkelanjutan yang selama ini menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Bali.

Jangan Tunggu Korban Berjatuhan

Berbagai keluhan mengenai kondisi Bypass Ida Bagus Mantra sebenarnya bukan hal baru.

Namun, banyak masyarakat berharap persoalan tersebut tidak dibiarkan berlarut-larut.

Baca juga:  Rumah Kreator Konten Jaksel Ternyata Kebun Ganja Rahasia, Istri Ikut Diciduk

Keselamatan pengguna jalan seharusnya menjadi prioritas utama.

Pembenahan sebaiknya dilakukan sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Jangan sampai perbaikan baru dilakukan setelah muncul korban akibat kondisi jalan yang minim penerangan atau akibat pohon tumbang.

Langkah pencegahan jauh lebih penting dibandingkan penanganan setelah terjadi musibah.

Sinergi Antarinstansi Sangat Dibutuhkan

Penataan Bypass Ida Bagus Mantra tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja.

Pemerintah Provinsi Bali, Balai Pelaksana Jalan Nasional, pemerintah kabupaten serta instansi terkait lainnya perlu bersinergi agar berbagai persoalan yang ada dapat diselesaikan secara bertahap.

Kolaborasi tersebut penting mengingat Bypass Ida Bagus Mantra merupakan salah satu wajah Bali yang setiap hari dilalui ribuan kendaraan.

Infrastruktur yang baik tidak hanya berdampak pada keselamatan masyarakat, tetapi juga mendukung pertumbuhan ekonomi dan sektor pariwisata.

Sudah Saatnya Bypass Ida Bagus Mantra Mendapat Perhatian Lebih

Sebagai jalur strategis yang menghubungkan wilayah Bali bagian selatan dan timur, Bypass Ida Bagus Mantra memiliki peran yang sangat penting.

Karena itu, sudah saatnya ruas jalan tersebut mendapatkan perhatian lebih.

Penerangan jalan yang memadai, penataan pohon secara berkala serta peningkatan fasilitas keselamatan menjadi kebutuhan mendesak yang tidak bisa ditunda.

Masyarakat tentu berharap Bypass Ida Bagus Mantra tidak hanya menjadi jalur yang indah dengan pepohonan hijau, tetapi juga menjadi jalan yang aman, terang dan nyaman bagi seluruh pengguna jalan.

Sebab pada akhirnya, keselamatan masyarakat harus selalu menjadi prioritas utama dalam pembangunan infrastruktur di Pulau Bali.

(DAW)

Berita Hukum Dan Kriminal
Advertisement