Newestindonesia.co.id, Ukraina kembali dihantam serangan drone Rusia hanya beberapa saat setelah masa gencatan senjata tiga hari berakhir. Serangan terbaru itu menyasar ibu kota Kyiv dan memicu peringatan darurat bagi warga setempat untuk segera mencari perlindungan.
Kepala administrasi militer Kyiv, Tymur Tkachenko, mengonfirmasi adanya ancaman udara dari pesawat nirawak Rusia yang memasuki wilayah ibu kota Ukraina. Melalui kanal Telegram resminya, ia meminta masyarakat tetap berada di tempat aman hingga situasi dinyatakan kondusif.
“UAV musuh saat ini berada di atas Kyiv. Harap tetap aman sampai peringatan dicabut,” ujar Tkachenko, seperti dilaporkan AFP dan dikutip detikcom, Selasa (12/5/2026).
Sirene peringatan serangan udara terdengar di berbagai wilayah Kyiv tak lama setelah gencatan senjata yang sebelumnya diumumkan berakhir. Otoritas militer regional Kyiv juga menginstruksikan warga agar tetap berada di tempat perlindungan demi menghindari kemungkinan serangan lanjutan.
Militer Ukraina menyebut sistem pertahanan udara mereka langsung diaktifkan untuk merespons ancaman drone Rusia di kawasan tersebut. Hingga kini belum ada laporan resmi mengenai jumlah korban jiwa maupun tingkat kerusakan akibat serangan terbaru tersebut.
Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan adanya kesepakatan gencatan senjata sementara antara Rusia dan Ukraina yang berlangsung pada 9 hingga 11 Mei 2026. Kesepakatan itu diumumkan menjelang perayaan Hari Kemenangan Rusia untuk memperingati kemenangan Uni Soviet dalam Perang Dunia II.
Trump berharap gencatan senjata tersebut dapat menjadi titik awal menuju berakhirnya konflik panjang antara kedua negara. Namun selama masa penghentian sementara pertempuran itu, Rusia dan Ukraina justru saling menuduh telah melakukan pelanggaran dan menyerang wilayah sipil masing-masing.
Ketegangan antara Moskow dan Kyiv sendiri terus meningkat dalam beberapa pekan terakhir. Sebelum gencatan senjata diumumkan, Rusia disebut melancarkan rentetan serangan udara besar-besaran ke sejumlah kota di Ukraina. Sementara itu, Rusia juga mengklaim berhasil menghancurkan ratusan drone milik Ukraina yang menyerang wilayahnya.
Konflik Rusia-Ukraina yang telah berlangsung selama bertahun-tahun kini kembali menunjukkan eskalasi setelah upaya penghentian sementara pertempuran gagal meredakan situasi di lapangan. Pemerintah Ukraina masih meningkatkan kesiagaan menghadapi potensi serangan lanjutan dari Rusia.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp


