Newestindonesia.co.id – Jakarta, Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi penyintas bencana di wilayah Sumatera terus menunjukkan perkembangan signifikan. Hingga pertengahan Februari 2026, total penyaluran KUR untuk masyarakat terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat telah mencapai Rp12,23 triliun.
Program pembiayaan ini menyasar para pelaku usaha kecil dan menengah yang terdampak bencana agar dapat kembali menjalankan aktivitas ekonomi dan mempercepat pemulihan daerah.
Berdasarkan laporan terbaru Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera, dana tersebut telah disalurkan kepada lebih dari 206 ribu debitur di tiga provinsi terdampak.
Jumlah tersebut menunjukkan peningkatan yang sangat signifikan dibandingkan laporan pada akhir Januari lalu. Saat itu, total penyaluran KUR baru mencapai sekitar Rp6 triliun dengan jumlah penerima sekitar 111 ribu debitur.
Lonjakan penyaluran ini dinilai sebagai sinyal positif bagi proses pemulihan ekonomi masyarakat yang sebelumnya terdampak bencana.
Aceh Pimpin Penyaluran KUR
Dari sisi wilayah, Aceh menjadi provinsi dengan realisasi penyaluran KUR terbesar.
Tercatat sebanyak 125.173 debitur di Aceh telah menerima pinjaman dengan total nilai mencapai Rp7,38 triliun.
Sementara itu, Sumatera Utara berada di posisi kedua dengan 53.181 debitur yang menerima pembiayaan sebesar Rp3,06 triliun.
Adapun Sumatera Barat mencatatkan 28.351 debitur dengan total penyaluran mencapai Rp1,79 triliun.
Distribusi tersebut menunjukkan bahwa program pembiayaan pemerintah mulai menjangkau pelaku usaha kecil di berbagai daerah yang terdampak bencana.
Indikasi Pemulihan Ekonomi UMKM
Seiring meningkatnya penyaluran KUR, aktivitas ekonomi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) juga mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan.
Data transaksi melalui platform e-commerce seperti Tokopedia, Shopee, hingga TikTok Shop menunjukkan adanya peningkatan aktivitas perdagangan di wilayah terdampak.
Di Sumatera Barat, misalnya, tercatat lebih dari 2,1 juta transaksi dengan sekitar 101 jenis produk yang diperdagangkan secara daring.
Sementara di Sumatera Utara, transaksi online tercatat sekitar 2,17 juta transaksi.
Adapun di Aceh, jumlah transaksi tercatat 24.841 transaksi, namun dengan variasi produk yang jauh lebih banyak yakni 1.396 jenis produk.
Kondisi tersebut menjadi indikator awal bahwa daya beli masyarakat dan aktivitas ekonomi lokal mulai bergerak kembali setelah terdampak bencana.
Pemerintah Pantau Aktivitas Ekonomi
Menanggapi perkembangan tersebut, Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, menekankan pentingnya pemantauan aktivitas pasar dan sektor UMKM sebagai indikator pemulihan ekonomi masyarakat.
Menurutnya, geliat perdagangan dan peningkatan akses pembiayaan menjadi bagian penting dalam mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di wilayah Sumatera.
Pemerintah sendiri terus mendorong berbagai skema bantuan, mulai dari bantuan perbaikan rumah hingga stimulus ekonomi bagi masyarakat terdampak, agar proses pemulihan dapat berjalan lebih cepat dan merata.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp



You must be logged in to post a comment Login