Connect with us

Hallo, Mau Cari Berita Apa Nih?

Newest Indonesia

Finansial

Konflik AS-Israel Dan Iran Picu Gejolak Ekonomi Global

Teheran, Ibukota Iran, digempur AS dan Israel.Foto: Majid Asgaripour/WANA via REUTERS

Newestindonesia.co.id, Konflik militer antara Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran mulai mengguncang perekonomian global. Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah ini langsung memicu lonjakan harga komoditas energi serta meningkatkan ketidakpastian di pasar keuangan dunia.

Harga minyak dunia melonjak tajam pada perdagangan awal pekan. Kenaikan tersebut dipicu kekhawatiran pasar terhadap potensi terganggunya pasokan energi global akibat eskalasi konflik di kawasan yang menjadi salah satu pusat produksi minyak dunia.

Mengutip laporan Reuters, harga minyak mentah Brent tercatat naik 8,3% menjadi US$78,5 per barel setelah sempat menyentuh level US$82. Sementara itu, minyak mentah Amerika Serikat juga naik 7,5% menjadi US$72,02 per barel.

Lonjakan harga minyak ini menjadi sinyal meningkatnya risiko ekonomi global. Jika kenaikan harga energi berlangsung lama, tekanan inflasi global berpotensi kembali meningkat.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Selain minyak, investor juga beralih ke aset safe haven seperti emas. Harga emas dilaporkan naik sekitar 2,1% menjadi US$5.389 per ons di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik.

Bursa Global dan Dolar AS Menguat

Gejolak geopolitik ini juga memengaruhi pasar keuangan global. Dolar Amerika Serikat menguat karena investor mencari aset yang dianggap lebih aman saat ketidakpastian meningkat.

Penguatan dolar biasanya terjadi ketika pasar memasuki fase risk-off, yakni kondisi ketika investor menarik dana dari aset berisiko dan memindahkannya ke instrumen yang lebih aman seperti dolar atau obligasi pemerintah AS.

Pada saat yang sama, sejumlah bursa saham dunia mengalami tekanan karena investor khawatir konflik akan memicu gangguan ekonomi yang lebih luas.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Kondisi ini memperlihatkan betapa besar dampak konflik geopolitik terhadap stabilitas ekonomi global, terutama jika melibatkan negara-negara strategis di kawasan Timur Tengah.

Baca juga:  Pemerintah Tetapkan Bantuan Korban Banjir Dan Longsor Di Sumatera Rp8 Juta Per Keluarga

Risiko Inflasi Global

Lonjakan harga minyak berpotensi membawa dampak lanjutan terhadap inflasi dunia. Energi merupakan komponen penting dalam hampir seluruh sektor ekonomi, mulai dari transportasi hingga manufaktur.

Jika harga energi terus naik, biaya produksi dan distribusi akan meningkat sehingga dapat menekan daya beli masyarakat.

Dalam jangka panjang, kondisi tersebut bisa memperlambat pertumbuhan ekonomi global karena meningkatnya biaya bagi pelaku usaha dan konsumen.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Selain itu, gangguan terhadap rantai pasok energi juga dapat menimbulkan ketidakstabilan di pasar komoditas global.

Pasar Energi Jadi Sorotan

Timur Tengah merupakan wilayah yang memproduksi sekitar sepertiga minyak dunia. Karena itu, konflik yang melibatkan negara-negara di kawasan tersebut sering kali langsung memengaruhi harga energi global.

Sejumlah analis bahkan memperkirakan harga minyak berpotensi naik hingga sekitar US$80 per barel apabila konflik terus meningkat dan mengganggu pasokan energi internasional.

Ketegangan yang berkepanjangan juga dapat meningkatkan volatilitas pasar keuangan dan memicu perubahan strategi investasi global.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Ketidakpastian Masih Tinggi

Meski pasar langsung bereaksi terhadap konflik ini, arah dampak ekonomi masih sangat bergantung pada perkembangan situasi geopolitik di Timur Tengah.

Jika konflik meluas atau berlangsung lebih lama, tekanan terhadap ekonomi global diperkirakan akan semakin besar, terutama pada sektor energi, perdagangan, dan pasar keuangan.

Sebaliknya, apabila ketegangan dapat segera mereda, pasar berpotensi kembali stabil meski tetap menyisakan ketidakpastian.

(DAW)

Advertisement. Scroll to continue reading.
Newest Indonesia Saluran WhatsApp
Newest Indonesia hadir di Saluran WhatsApp

Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang

Ingin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Berita Lainnya

Internasional

Newestindonesia.co.id, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menanggapi dengan santai rumor yang beredar luas di media sosial mengenai kabar kematiannya. Dalam sebuah video yang diunggah...

Internasional

Newestindonesia.co.id, Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah Garda Revolusi Iran (IRGC) melontarkan ancaman langsung terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di tengah konflik...

Olahraga

Newestindonesia.co.id, Balapan MotoGP Qatar 2026 resmi diundur hingga November akibat situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah yang memanas. Penyelenggara MotoGP mengambil keputusan ini dengan...

Nasional

Newestindonesia.co.id, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin mengusulkan penerapan kebijakan kerja dari rumah atau work from home (WFH) bagi...

Teknologi

Newestindonesia.co.id, Perusahaan teknologi raksasa Meta Platforms dilaporkan tengah mempertimbangkan pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran yang berpotensi memangkas hingga 20 persen dari total tenaga kerja...

Nasional

Newestindonesia.co.id, Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menegaskan bahwa data penerima bantuan sosial (bansos) bersifat dinamis dan harus terus diperbarui secara berkala agar...

Finansial

Newestindonesia.co.id, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan adanya insiden dalam proses impor minyak dari Singapura, di mana dua kargo minyak...

Internasional

Newestindonesia.co.id, Iran dilaporkan mempertimbangkan untuk mengizinkan sejumlah kapal tanker minyak melintasi Selat Hormuz dengan syarat transaksi minyak dilakukan menggunakan mata uang yuan China. Laporan...

Advertisement