Connect with us

Hallo, Mau Cari Berita Apa Nih?

Newest Indonesia

Finansial

BEI Angkat Bicara Soal 4 Saham RI Didepak FTSE Russell

Penjabat sementara (Pjs) Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik/Foto: Dok. Tangkapan Layar YouTube CNBC Indonesia

Newestindonesia.co.id, FTSE Russell resmi mengeluarkan empat saham Indonesia dari indeks FTSE Global Equity Index Series (GEIS). Bursa Efek Indonesia (BEI) menilai langkah tersebut merupakan konsekuensi jangka pendek dari reformasi pasar modal yang tengah dilakukan otoritas dan self regulatory organization (SRO).

Empat emiten yang dikeluarkan dari indeks global tersebut adalah PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT Daaz Bara Lestari Tbk (DAAZ), PT Hillcon Tbk (HILL), dan PT Mulia Industrindo Tbk (MLIA). Keputusan itu diumumkan FTSE Russell dalam laporan “June 2026 Quarterly Review” dan efektif berlaku setelah penutupan perdagangan 19 Juni 2026.

Penjabat sementara (Pjs) Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, mengatakan pencoretan saham tersebut dipahami sebagai bagian dari proses pembenahan pasar modal Indonesia.

“Kita pahami itu sebagai konsekuensi jangka pendek dari upaya reformasi yang kita lakukan bersama-sama di pasar modal kita,” ujar Jeffrey di Gedung BEI, Jakarta Selatan, Senin (25/5/2026) dikutip melalui detikFinance.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Menurut Jeffrey, reformasi yang dilakukan regulator dan SRO bertujuan memperkuat fondasi pasar modal dalam jangka panjang, termasuk peningkatan transparansi dan kualitas perdagangan saham di Indonesia.

Ia mengakui keputusan FTSE Russell tersebut berdampak terhadap pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), terutama akibat aksi jual investor asing setelah pengumuman pencoretan saham.

“Untuk jangka pendek mungkin iya. Tetapi apa yang kita lakukan selama ini tentu adalah untuk kebaikan jangka menengah dan jangka panjang dari pasar modal kita,” kata Jeffrey.

Jeffrey menambahkan, investor dengan orientasi investasi jangka panjang diyakini tetap akan melihat reformasi pasar modal Indonesia sebagai langkah positif.

Advertisement. Scroll to continue reading.

“Investor yang horizonnya harusnya hakikat berinvestasi di pasar modal itu adalah jangka panjang, tentu akan melihat ini sebagai sesuatu yang positif,” lanjutnya.

Baca juga:  Pemerintah Belanjakan APBN Senilai Rp47,6 Triliun Untuk Program Kesehatan Per April 2025

Alasan FTSE Russell Depak 4 Saham RI

FTSE Russell menjelaskan, pencoretan dilakukan karena sejumlah saham tidak lagi memenuhi kriteria indeks global.

Saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) dikeluarkan dari kategori Large Cap GEIS karena masuk kategori high shareholding concentration (HSC) atau konsentrasi kepemilikan saham yang tinggi. Sementara PT Daaz Bara Lestari Tbk (DAAZ) dicoret dari kategori micro cap akibat free float berada di bawah batas minimum.

Adapun saham PT Hillcon Tbk (HILL) dan PT Mulia Industrindo Tbk (MLIA) dikeluarkan karena tidak memenuhi kriteria failed surveillance stocks screen.

Advertisement. Scroll to continue reading.

FTSE Russell juga menyatakan hasil tinjauan indeks tersebut masih dapat direvisi hingga penutupan perdagangan 5 Juni 2026 sebelum ditetapkan final pada 8 Juni 2026.

Dana Asing Keluar dan Tekanan IHSG

Sejumlah analis menilai keputusan FTSE Russell turut memicu arus keluar dana asing dari pasar saham Indonesia.

Investment Specialist PT Korea Investment and Sekuritas Indonesia (KISI), Ahmad Faris Mu’tashim, menyebut investor global yang menggunakan FTSE sebagai acuan ETF telah melakukan aksi antisipasi sebelum pengumuman resmi dirilis.

“Mengenai aksi outflow, sebenarnya para manajer investasi sudah melakukan front run terlebih dahulu,” ujar Faris.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Menurutnya, aksi penyesuaian portofolio tersebut memicu keluarnya dana asing hingga sekitar Rp4 triliun dari pasar domestik dan ikut menekan IHSG dalam beberapa hari terakhir.

Meski demikian, Faris menilai dampak FTSE Russell terhadap pasar Indonesia tidak akan sebesar ketika MSCI mengeluarkan saham-saham Indonesia dari indeksnya karena dana kelolaan berbasis FTSE relatif lebih kecil.

Reformasi Pasar Modal Jadi Fokus

BEI menegaskan reformasi pasar modal tetap menjadi prioritas meskipun memunculkan tekanan jangka pendek terhadap pasar.

Baca juga:  KAI Resmi Ubah Nama KA Argo Bromo Anggrek Mulai 9 Mei 2026

Langkah reformasi tersebut antara lain berkaitan dengan peningkatan transparansi kepemilikan saham, penguatan kualitas free float, dan pengawasan perdagangan saham di Bursa.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Otoritas pasar modal berharap reformasi yang berjalan dapat meningkatkan kredibilitas dan daya saing pasar modal Indonesia di mata investor global dalam jangka panjang.

(DAW)

Newest Indonesia Saluran WhatsApp
Newest Indonesia hadir di Saluran WhatsApp

Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang

Ingin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp

Berita Lainnya

Finansial

Newestindonesia.co.id, Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan permintaan maaf kepada para investor dan manajer investasi global saat melakukan pertemuan di Singapura....

Finansial

Newestindonesia.co.id, Peluang kerja kembali dibuka oleh Oppa Coin untuk masyarakat yang sedang mencari pekerjaan di wilayah Bali. Melalui banner rekrutmen yang beredar, Oppa Coin...

Finansial

Newestindonesia.co.id, Dalam kehidupan rumah tangga, persoalan keuangan sering menjadi salah satu aspek paling sensitif. Tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan sehari-hari, tetapi juga menyangkut kepemilikan...

Finansial

Newestindonesia.co.id, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan pemerintah menggelontorkan dana hingga Rp2 triliun per hari untuk membantu Bank Indonesia (BI) menjaga stabilitas nilai tukar...

Finansial

Newestindonesia.co.id, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mengalami tekanan besar pada awal perdagangan pekan ini. Setelah melewati libur panjang, pasar saham Indonesia dibuka dengan...

Finansial

Newestindonesia.co.id, Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan setelah bergerak melemah hingga menyentuh level Rp17.500 per dolar Amerika Serikat (AS). Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran di...

Finansial

Newestindonesia.co.id, Harga emas Antam pada Rabu, 13 Mei 2026 kembali menjadi perhatian masyarakat dan investor. Logam mulia masih dianggap sebagai salah satu instrumen investasi...

Finansial

Newestindonesia.co.id, Investasi kini semakin mudah dilakukan seiring perkembangan teknologi digital. Jika dulu investasi identik dengan proses rumit dan membutuhkan modal besar, saat ini masyarakat...

Advertisement