Newestindonesia.co.id, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah tipis pada perdagangan sesi I Jumat (8/5/2026). Pelemahan terjadi di tengah dominasi saham-saham yang berada di zona merah dan tekanan pada sejumlah sektor utama.
Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG terkoreksi 0,08 persen atau turun 5,85 poin ke level 7.168,47 pada jeda makan siang. Pergerakan indeks tercatat fluktuatif sejak pembukaan perdagangan pagi.
Dilansir melalui IDX Channel, Jumat (8/5/2026), Sebanyak 253 saham tercatat menguat, 421 saham melemah, dan 285 saham lainnya stagnan. Volume transaksi mencapai 22,43 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp10,78 triliun serta frekuensi perdagangan sebanyak 1,41 juta kali transaksi. Kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp12.760 triliun.
Mayoritas indeks sektoral bergerak di zona merah, dipimpin sektor energi, konsumer nonsiklikal, konsumer siklikal, keuangan, properti, bahan baku, transportasi, dan industri. Kondisi tersebut mencerminkan tekanan jual yang masih membayangi pasar domestik sepanjang sesi pertama perdagangan.
Di tengah pelemahan IHSG, sejumlah saham justru mencatat kenaikan signifikan. Saham PT Hetzer Medical Indonesia Tbk (MEDS) melesat 27,59 persen ke level Rp111. Kemudian PT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA) naik 20 persen ke Rp7.500, sementara saham PT Ciptadana Asset Management Tbk (XCIS) menguat 28 persen ke Rp128.
Sebaliknya, saham-saham yang mengalami tekanan paling dalam atau top losers antara lain PT Sinergi Inti Plastindo Tbk (ESIP) yang melemah 15 persen ke Rp187, PT Pelat Timah Nusantara Tbk (NIKL) turun 14,89 persen ke Rp400, dan PT Olympus Strategic Indonesia Tbk (NATO) terkoreksi 14,19 persen ke Rp665.
Head of Retail Research Fanny Suherman mengatakan IHSG masih berpotensi bergerak dalam tren koreksi terbatas dengan level support di area 7.000 hingga 7.100 dan resistensi pada kisaran 7.200 sampai 7.280.
“Level resistensi IHSG berada pada rentang 7.200 hingga 7.280,” ujar Fanny Suherman.
Menurut dia, pelaku pasar saat ini tengah mencermati sejumlah sentimen ekonomi domestik, termasuk data cadangan devisa April 2026 dan perkembangan indeks harga properti triwulan I-2026 yang diperkirakan melambat.
Selain faktor domestik, pelemahan pasar Asia turut memengaruhi sentimen investor. Sejumlah indeks utama regional seperti Hang Seng Hong Kong, Nikkei Jepang, hingga Shanghai Composite tercatat bergerak di zona merah pada perdagangan siang ini.
Meski IHSG terkoreksi tipis, sejumlah analis menilai pasar masih berpotensi bergerak fluktuatif hingga penutupan perdagangan seiring investor menanti arah sentimen global dan domestik pada akhir pekan.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp


