Newestindonesia.co.id, Pemerintah terus mendorong penguatan industri logam nasional melalui peningkatan investasi di sektor manufaktur. Salah satunya ditandai dengan peresmian fasilitas produksi kawat besi galvanis milik PT Beka Wire Indonesia di Subang, Jawa Barat.
Peresmian dilakukan langsung oleh Wakil Menteri Perindustrian, Faisol Riza, yang menyebut kehadiran pabrik baru tersebut menjadi langkah penting dalam memperkuat kemandirian industri baja nasional.
PT Beka Wire Indonesia menanamkan investasi sebesar Rp300 miliar untuk pembangunan fasilitas tersebut. Nilai investasi itu bahkan disebut berpotensi meningkat hingga Rp500 miliar pada tahap pengembangan berikutnya.
Dalam keterangannya, Faisol Riza berharap keberadaan fasilitas baru tersebut mampu memperkuat rantai pasok industri logam di dalam negeri.
“Semoga dengan berdirinya pabrik ini dapat menambah kemandirian industri besi baja nasional, khususnya pada produk kawat,” ujar Faisol Riza.
Pabrik tersebut memiliki kapasitas produksi hingga 36.000 ton per tahun. Produk yang dihasilkan meliputi coated wire seperti hot dip galvanized, zinc-aluminium, dan bezilum, serta non-coated wire untuk berbagai kebutuhan industri.
Produk kawat baja dari fasilitas itu nantinya akan menyasar sejumlah sektor strategis seperti otomotif, pertanian, energi, hingga konstruksi. Pemerintah menilai langkah ini dapat memperdalam struktur industri nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor produk kawat baja.
Tak hanya menyasar pasar domestik, PT Beka Wire Indonesia juga menargetkan pasar ekspor global. Sebanyak 40 persen dari total produksi direncanakan akan dikirim ke berbagai negara di Asia Tenggara, Amerika Latin, Eropa, hingga Australia.
Menurut Faisol Riza, investasi baru di sektor logam menjadi bagian penting dari strategi pemerintah untuk menjaga pertumbuhan industri manufaktur nasional di tengah tantangan ekonomi global.
Kementerian Perindustrian mencatat sektor industri pengolahan masih menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi Indonesia. Pada triwulan I tahun 2026, sektor industri pengolahan tumbuh sebesar 5,04 persen, lebih tinggi dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang berada di angka 4,55 persen.
Selain meningkatkan kapasitas produksi nasional, kehadiran pabrik baru tersebut juga diproyeksikan membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat sekitar. Sejumlah laporan menyebut fasilitas produksi itu berpotensi menyerap lebih dari 100 tenaga kerja.
Pemerintah berharap investasi di sektor baja dan logam dasar terus bertambah guna memperkuat daya saing industri nasional serta memperbesar kontribusi ekspor manufaktur Indonesia di pasar global.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp


