IHSG Menguat Hari Ini Pasca Trump Umumkan Gencatan Senjata Dengan Iran

0
ucmyn2bt1wwkqk0

Patung banteng Wulung di depan gedung Bursa Efek Indonesia, simbol saat pasar saham sedang menguat (Foto: RRI/Magdalena Krisnawati)

Harga Emas Hari Ini
Advertisement

Newestindonesia.co.id, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik menguat pada pembukaan perdagangan hari ini. Data Bursa Efek Indonesia menunjukkan IHSG naik 1,71 persen ke level 6.864.

IHSG dan rupiah kompak menguat setelah Presiden Trump mengumumkan gencatan senjata dengan Iran. Setelah serangan AS ke fasilitas nuklir Iran gagal menghentikan serangan balasan Iran.

Pada Senin kemarin IHSG ditutup turun 1,74 persen, disertai net sell (jual bersih) asing  Rp245 miliar. Saham yang paling banyak dijual asing adalah BBRI, MEDC, ADRO, ICBP dan BRMS. 

“Setelah mencapai target koreksi di 6.800, IHSG hari ini potensi rebound (berbalik menguat). Apalagi setelah Presiden Trump umumkan gencatan senjata antara Iran dan Israel,” kata Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman, Selasa (24/6/2025), dikutip melalui RRI.

Menurutnya, Senin kemarin, bursa saham Amerika Serikat menguat sedangkan bursa saham Asia melemah. “Wall Street Menguat, karena harapan pemangkasan suku bunga meredam kekhawatiran geopolitik,” ucap Fanny.

Sedangkan bursa saham di Asia turun karena investor mengkhawatirkan serangan AS ke fasilitas nuklir Iran. Serangan itu memicu kenaikan harga minyak mendekati USD80 per barel 

Namun, hari ini situasinya berubah, Presiden Trump mengumumkan gencatan senjata Israel-Iran. Gencatan senjata diumumkan setelah Iran menembakkan rudalnya ke basis militer AS di Qatar.

Sehingga harga minyak kembali turun hari ini ke level USD70,3 per barel. “Penurunan signifikan harga minyak mencerminkan keyakinan investor bahwa konflik Timur Tengah akan mereda,” kata Analis Pasar Modal dari Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Rully Arya Wisnubroto.

Menteri Energi AS, Chris Wright, tambah Rully, menyatakan aksi jual di pasar minyak menunjukkan investor memperkirakan ketegangan akan menurun. Selain itu, Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio mendesak Tiongkok menggunakan pengaruhnya untuk mencegah Iran menutup Selat Hormuz.

Editor: DAW

Berita Hukum Dan Kriminal
Advertisement
Baca juga:  Sempat Jadi Perdebatan Publik, Kini Jokowi Benarkan Nama "Mulyono" Saat Masa Kecil

Tinggalkan Balasan