Pemakaman Khamenei Dimulai: Massa Teriakkan Yel-Yel Anti-AS Di Masjid Raya Mosallah

para-pelayat-menghadiri-acara-pra-pemakaman-untuk-mendiang-ayatollah-ali-khamenei-sehari-sebelum-seremoni-pemakamannya-digelar-1783062003301_169

Para pelayat di prosesi pemakaman mendiang pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei (Foto: AFP PHOTO/Iranian supreme leader office)

Harga Emas Hari Ini
Advertisement

Newestindonesia.co.id, Rangkaian prosesi pemakaman untuk mendiang Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, resmi dimulai pada Sabtu (4/7/2026). Upacara penghormatan yang dijadwalkan berlangsung selama enam hari berturut-turut ini berpusat di ibu kota Teheran sebelum nantinya berlanjut ke beberapa kota suci lainnya.

Sejak pagi hari, lautan massa dilaporkan telah memadati kawasan Masjid Raya Mosallah Tehran, tempat di mana gerbang kompleks ibadah tersebut dibuka lebar untuk menyambut jutaan pelayat yang datang dari berbagai penjuru negeri demi memberikan penghormatan terakhir kepada ulama yang telah memimpin Republik Islam Iran selama 36 tahun itu.

Berdasarkan laporan jurnalis AFP di lokasi, atmosfer duka mendalam bercampur dengan ketegangan politik. Di tengah kerumunan, para pelayat terdengar berulang kali meneriakkan yel-yel perlawanan yang akrab dalam retorika politik Iran.

“Matilah Amerika!” teriak para pelayat di lokasi prosesi.

Gema takbir dan seruan penegasan sikap juga terus berkumandang dari arah massa yang emosional sembari membawa foto mendiang Khamenei. “Balas dendam, balas dendam!” seru mereka bersahutan di tengah pengawalan ketat aparat keamanan.

Pemerintah Iran sendiri telah memberlakukan kebijakan pembatasan lalu lintas secara masif di seluruh sudut ibu kota untuk mengakomodasi pergerakan pelayat yang sebagian besar harus berjalan kaki hingga beberapa kilometer karena penutupan jalan umum. Selain itu, guna memfasilitasi kelancaran upacara, otoritas resmi telah menetapkan tiga hari libur nasional untuk masa berkabung ini, di mana seluruh aktivitas perkantoran di ibu kota ditutup sepenuhnya.

Dihadiri Delegasi Internasional

Rangkaian pemakaman ini tidak hanya dihadiri oleh masyarakat sipil dan militer domestik, tetapi juga diramaikan oleh kedatangan deretan tokoh internasional dan perwakilan resmi dari puluhan negara sahabat. Salah satu yang menarik perhatian adalah kehadiran delegasi tingkat tinggi dari Moskow.

Baca juga:  Iran Beri Lampu Hijau, Dua Kapal Tanker RI Akhirnya Keluar Dari Selat Hormuz

Dalam seremoni tersebut, seorang petinggi Rusia yang hadir menyampaikan pidato penguatan yang menegaskan solidaritas bilateral kedua negara di tengah tekanan global. Perwakilan Rusia tersebut menyatakan keyakinannya bahwa Teheran akan mampu melewati masa-masa sulit ini.

“Iran akan menang atas Amerika Serikat,” tegas petinggi Rusia tersebut saat memberikan pernyataan resmi di hadapan para tokoh yang hadir.

Rute Prosesi Enam Hari

Panitia penyelenggara yang dipimpin oleh Ali Akbar Pourjamshidian, seorang perwira tinggi di Garda Revolusi Iran (IRGC), menjelaskan bahwa seluruh rangkaian acara ini dirancang dengan matang demi menjaga stabilitas serta memupuk solidaritas di dalam negeri.

Sesuai jadwal resmi, prosesi pemakaman ini tidak akan menetap di satu tempat, melainkan bergerak dinamis melintasi kota-kota penting dalam tradisi geopolitik dan spiritual Iran:

  • Sabtu, 4 Juli: Upacara seremoni resmi dan penghormatan massa dimulai di Masjid Raya Mosallah, Teheran.
  • Selasa, 7 Juli: Jenazah dan rombongan akan bergeser ke kota suci Qom untuk upacara keagamaan berikutnya.
  • Rabu, 8 Juli: Prosesi akan dibawa menyeberang ke Irak guna mengadakan upacara penghormatan di kota-kota suci Syiah, yaitu Najaf dan Karbala.
  • Kamis, 9 Juli: Puncak dari seluruh rangkaian, di mana Ayatollah Ali Khamenei akan dimakamkan secara permanen di tempat kelahirannya, kota suci Mashhad yang berada di wilayah timur laut Iran.

Hingga prosesi hari pertama ini bergulir, pihak berwenang terus memperketat pengamanan di sekitar lokasi penyemayaman guna mengantisipasi segala bentuk gangguan keamanan seiring dengan tingginya tensi politik regional saat ini.

(DAW)

Berita Hukum Dan Kriminal
Advertisement