Taruhan Kripto Pakistan Berbuah Manis: Setor Rp8,1 Triliun Ke Bisnis Trump Demi Akses Gedung Putih

Taruhan Kripto Pakistan Berbuah Manis- Setor Rp8,1 Triliun Ke Bisnis Trump Demi Akses Gedung Putih

Menteri Keuangan Pakistan Muhammad Aurangzeb dan Zach Witkoff dari World Liberty Financial menandatangani perjanjian pada Januari 2026 di Islamabad, sementara Kepala Angkatan Darat Pakistan Marsekal Lapangan Asim Munir, Perdana Menteri Shehbaz Sharif dan Wakil Perdana Menteri Ishaq Dar berdiri di belakang [Handout/Otoritas Regulasi Aset Virtual Pakistan]. Via Al Jazeera

Harga Emas Hari Ini
Advertisement

Khalil juga menambahkan batasan praktis lainnya. Cadangan devisa bank sentral Pakistan pada akhir Juni berada di angka $16,5 miliar (Rp269,7 triliun), jumlah yang hanya cukup untuk membiayai sekitar dua bulan impor. Kecuali jika mitra dagang internasional Pakistan mau menerima token USD1 secara langsung, bank sentral tetap harus mengonversi token tersebut kembali menjadi dolar tunai, yang justru menambah birokrasi dan biaya gesekan transfer (friction).

Regulasi yang Dikebut Demi ‘Karpet Merah’

Kendati fungsi ekonominya dipertanyakan, pemerintah Pakistan bergerak sangat cepat dalam menyusun regulasi hukum kripto, sebuah langkah yang diyakini demi memuluskan jalan bagi bisnis Trump.

Pada bulan Maret, parlemen mengesahkan Virtual Assets Act yang membentuk badan regulator permanen baru bernama Pakistan Virtual Assets Regulatory Authority (PVARA). Lembaga ini memiliki wewenang penuh untuk memberikan lisensi dan menjatuhkan hukuman penjara hingga lima tahun bagi operator ilegal. Selanjutnya pada bulan April, bank sentral mengizinkan perbankan nasional untuk membuka rekening bagi perusahaan kripto yang terdaftar.

Namun, sumber internal perbankan di Pakistan yang berbicara secara anonim meminta agar publik melihat kesepakatan ini secara hati-hati.

“MoU yang ditandatangani tersebut bersifat eksploratif, dialog teknis, dan berbagi pengetahuan. Tidak ada komitmen mengikat untuk menyebarkan stablecoin tertentu. Arsitektur sistem jauh lebih penting daripada siapa mitra dagangnya,” kata sumber bankir senior tersebut.

Ia juga blak-blakan mengenai lini masa, menyatakan bahwa proses lisensi, integrasi bank, proyek percontohan, hingga skala nasional akan memakan waktu berbulan-bulan, bahkan tahunan.

Rentetan ‘Hadiah’ Diplomasi untuk Pakistan

Meski implementasi bisnisnya berjalan lambat, keuntungan diplomatik yang didapat Pakistan mengalir deras sejak pendekatan dilakukan.

Delegasi World Liberty Financial pertama kali mendarat di Islamabad pada April tahun lalu, tepat beberapa hari setelah ketegangan militer antara India dan Pakistan meningkat akibat serangan bersenjata di wilayah Pahalgam, Kashmir.

Berita Hukum Dan Kriminal
Advertisement
Baca juga:  Trump Ancam Bakal Batasi Dana Federal Untuk New York Jika Calon Walkot Menang