Connect with us

Hallo, Mau Cari Berita Apa Nih?

Newest Indonesia

Bisnis

Kinerja ESSA 2025 Melemah, Pendapatan USD 295 Juta Meski Volume Amoniak Naik

PT Essa Industries Indonesia Tbk (ESSA) membukukan penurunan pendapatan dan laba pada 2025 imbas realisasi harga penjualan yang lebih rendah. (Foto: Essa Industries Indonesia)
PT Essa Industries Indonesia Tbk (ESSA) membukukan penurunan pendapatan dan laba pada 2025 imbas realisasi harga penjualan yang lebih rendah. (Foto: Essa Industries Indonesia)

Newestindonesia.co.id, PT Essa Industries Indonesia Tbk (ESSA) mencatat penurunan kinerja keuangan sepanjang 2025. Perseroan membukukan pendapatan sebesar USD 295,01 juta, turun 2,11% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar USD 301,40 juta.

Penurunan tersebut terjadi di tengah tekanan harga komoditas utama perusahaan. Meski demikian, ESSA masih mampu menjaga kinerja operasional melalui peningkatan volume pengiriman produk amoniak.

Mengutip laporan keuangan yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), pendapatan ESSA pada 2025 tercatat USD 295,01 juta. Angka ini lebih rendah dibandingkan pendapatan tahun sebelumnya yang mencapai USD 301,40 juta.

Perseroan menjelaskan bahwa penurunan pendapatan tersebut terjadi meskipun harga LPG dan amoniak mengalami pelemahan masing-masing sekitar 8% dan 3,5% secara tahunan (year on year).

Advertisement. Scroll to continue reading.

Namun demikian, ESSA menilai kinerja pendapatan masih relatif terjaga. Hal ini didukung oleh kenaikan volume pengiriman amoniak sebesar 3%, yang membantu menahan dampak penurunan harga komoditas.

Laba Bersih Turun

Seiring dengan penurunan pendapatan, laba bersih ESSA juga mengalami penurunan. Perseroan mencatat laba bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar USD 40,29 juta pada 2025.

Angka ini turun 10,82% dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai USD 45,18 juta.

Perseroan menyatakan bahwa penurunan laba tersebut terutama dipengaruhi oleh realisasi harga penjualan yang lebih rendah sepanjang tahun.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Di sisi lain, beban pokok pendapatan juga mengalami kenaikan. Beban tersebut tercatat naik 1,4% menjadi USD 196,15 juta pada 2025, dibandingkan tahun sebelumnya sebesar USD 193,36 juta.

Akibatnya, laba kotor ESSA ikut menurun 8,49% menjadi USD 98,86 juta, dari sebelumnya USD 108,04 juta pada 2024.

Baca juga:  BBCA Turun Tajam, Asing Jual Rp2,1 Triliun, Analis Sebut Ini Bukan Masalah Fundamental

Pergerakan Beban dan Kinerja Operasional

Dalam laporan keuangan yang sama, ESSA mencatat beberapa perubahan pada komponen beban operasional.

Beban penjualan mengalami penurunan menjadi USD 348.006 pada 2025, dari sebelumnya USD 426.297 pada 2024.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Sebaliknya, beban umum dan administrasi meningkat menjadi USD 27,73 juta, dari sebelumnya USD 25,60 juta.

Selain itu, penghasilan keuangan juga tercatat menurun menjadi USD 3,51 juta, dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai USD 4,69 juta.

Dengan kondisi tersebut, laba sebelum pajak penghasilan perseroan turun 7,93% menjadi USD 70,60 juta, dari USD 76,69 juta pada 2024.

Kondisi Neraca Keuangan

Meski kinerja laba menurun, ESSA mencatat peningkatan ekuitas perusahaan.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Ekuitas perseroan naik 5,3% menjadi USD 583,64 juta pada 2025, dibandingkan USD 553,87 juta pada tahun sebelumnya.

Sementara itu, liabilitas perusahaan mengalami penurunan signifikan sebesar 54,99% menjadi USD 62,91 juta, dari sebelumnya USD 139,79 juta.

Total aset ESSA tercatat USD 646,55 juta, turun 6,7% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar USD 693,67 juta.

Perseroan juga mencatat kas dan setara kas sebesar USD 125,76 juta, menurun dibandingkan posisi tahun sebelumnya yang mencapai USD 157,47 juta.

Advertisement. Scroll to continue reading.

ESSA Tetap Bagikan Dividen

Meski kinerja keuangan mengalami tekanan, ESSA tetap memutuskan untuk membagikan dividen kepada pemegang saham.

Perusahaan yang bergerak di sektor energi dan kimia melalui bisnis LPG dan amoniak ini sebelumnya mengumumkan pembagian dividen sebesar Rp10 per saham, dengan total nilai Rp172,26 miliar.

Presiden Direktur dan CEO ESSA, Kanishk Laroya, mengatakan keputusan pembagian dividen tersebut didukung oleh upaya deleveraging yang signifikan dan posisi kas perusahaan yang kuat.

Baca juga:  Netflix Mundur Dari Akuisisi Warner Bros Discovery, Jalan Terbuka bagi Paramount

“Pembagian dividen ini menegaskan kembali komitmen kami untuk terus memberikan nilai jangka panjang bagi pemegang saham,” ujar Kanishk Laroya dalam keterangan resmi.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Ia menambahkan, kombinasi antara peningkatan margin dan langkah deleveraging yang signifikan memungkinkan perusahaan memberikan imbal hasil yang lebih tinggi kepada pemegang saham.

“Sembari terus menjaga operasi yang stabil dan efisien, kami juga memulai rencana pertumbuhan sejalan dengan upaya ESSA untuk menjadi pelaku utama dalam transisi menuju keberlanjutan,” kata Laroya.

Fokus Transformasi Energi dan SAF

Ke depan, ESSA juga tengah menjalankan strategi transformasi menuju bisnis energi yang lebih berkelanjutan.

Perusahaan berupaya mentransformasi pabrik amoniaknya menjadi pabrik rendah karbon dengan target penyerapan karbon sekitar 1 juta ton CO₂ per tahun yang direncanakan mulai berjalan pada kuartal IV 2028.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Selain itu, ESSA juga mengembangkan proyek Sustainable Aviation Fuel (SAF) melalui anak usaha PT ESSA SAF Makmur (ESM).

Fasilitas manufaktur greenfield yang akan dibangun di Jawa Tengah tersebut ditargetkan mampu memproduksi sekitar 200.000 metrik ton SAF per tahun, dengan target operasi komersial pada kuartal I 2028.

(DAW)

Advertisement. Scroll to continue reading.
Newest Indonesia Saluran WhatsApp
Newest Indonesia hadir di Saluran WhatsApp

Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang

Ingin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Berita Lainnya

Finansial

Newestindonesia.co.id, PT Astra International Tbk (ASII) membukukan laba bersih sebesar Rp 5,8 triliun sepanjang kuartal I 2026. Capaian tersebut turun 16% dibandingkan periode yang...

Bisnis

Newestindonesia.co.id, PT Intiland Development Tbk (DILD) melepas lini bisnis hotel melalui penjualan seluruh kepemilikan saham pada PT Intiland Infinita senilai Rp31,32 miliar. Langkah tersebut...

Finansial

Newestindonesia.co.id, Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mengalami tekanan signifikan pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu. Harga saham bank swasta terbesar di Indonesia...

Bisnis

Newestindonesia.co.id, Merek perhiasan ternama Frank & co. merayakan perjalanan 30 tahun dengan sebuah perayaan megah yang memadukan kemewahan berlian, teknologi modern, dan narasi cinta...

Bisnis

Newestindonesia.co.id, Dalam berbagai sektor industri dan proyek konstruksi, kestabilan pasokan listrik merupakan salah satu faktor utama penentu keberhasilan operasional. Genset open, atau generator set...

Finansial

Newestindonesia.co.id, Nama besar “Matahari” yang selama puluhan tahun dikenal sebagai salah satu jaringan ritel terbesar di Indonesia kini resmi berubah. Pemegang saham menyetujui pergantian...

Bisnis

Newestindonesia.co.id, Raksasa perbankan Amerika Serikat, Citigroup, mencatatkan kinerja keuangan yang melampaui ekspektasi pasar pada kuartal pertama 2026, didorong oleh lonjakan aktivitas perdagangan (trading) dan...

Finansial

Newestindonesia.co.id, Bursa saham Eropa ditutup menguat pada perdagangan Selasa (14/4/2026), didorong oleh penurunan harga minyak serta meningkatnya harapan pasar terhadap kemungkinan meredanya ketegangan geopolitik...

Advertisement