Newestindonesia.co.id, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, tidak hanya fokus pada pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat, tetapi juga memberikan dampak ekonomi melalui penyerapan tenaga kerja lokal.
Sejak mulai berjalan pada Juni 2025, program tersebut tercatat telah menyerap sekitar 1.000 tenaga kerja lokal yang ditempatkan di sejumlah dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai wilayah Kota Pangkalpinang.
“Program tersebut telah menyerap sekitar seribu tenaga kerja lokal,” demikian disampaikan dalam laporan video ANTARA terkait pelaksanaan MBG di Pangkalpinang. Tenaga kerja tersebut terlibat dalam berbagai aktivitas operasional dapur MBG, mulai dari pengolahan makanan, distribusi, hingga pelayanan kepada masyarakat penerima manfaat.
Jumlah tenaga kerja yang terserap diperkirakan masih akan terus bertambah seiring pembangunan dapur SPPG baru yang dilakukan pemerintah dan pihak terkait.
“Jumlah tenaga kerja diperkirakan terus bertambah seiring pembangunan dapur baru,” sebagaimana disebutkan dalam laporan ANTARA.
Program MBG menjadi salah satu program prioritas nasional yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak-anak dan kelompok rentan, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui pelibatan tenaga kerja dan pelaku UMKM lokal.
Berdasarkan data Badan Gizi Nasional (BGN), setiap dapur SPPG rata-rata membutuhkan puluhan tenaga kerja dan relawan untuk mendukung operasional pelayanan makanan bergizi. Secara nasional, program MBG diproyeksikan mampu menyerap hampir satu juta tenaga kerja langsung melalui ribuan dapur SPPG di berbagai daerah Indonesia.
Penjabat Wali Kota Pangkalpinang, Dessy, mengatakan program MBG memiliki dampak besar terhadap peningkatan kualitas gizi masyarakat sekaligus membantu menggerakkan roda ekonomi daerah.
“Program MBG memiliki peran penting dalam meningkatkan gizi masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi,” kata Dessy dalam evaluasi program MBG di Pangkalpinang.
Selain membuka lapangan pekerjaan baru, program MBG juga melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai pemasok bahan pangan untuk kebutuhan dapur SPPG. Hal itu dinilai mampu menciptakan efek berganda bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp


