Newestindonesia.co.id, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana buka suara terkait isu viral yang menyebut adanya proyek “gaib” senilai Rp1,2 triliun. Proyek tersebut dikaitkan dengan pengadaan sistem teknologi informasi (IT) dalam program pemenuhan gizi nasional.
Dadan menegaskan bahwa anggaran tersebut bukan proyek fiktif, melainkan program yang nyata dan dijalankan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Keterlibatan Perum Peruri dalam program strategis ini adalah langkah terintegrasi negara. Perlu ditegaskan bahwa Peruri telah bertransformasi menjadi perusahaan teknologi high security,” ujar Dadan dalam keterangan resmi di Jakarta.
Anggaran untuk Sistem dan IoT
Menurut Dadan, dari total pagu anggaran yang menjadi sorotan publik, realisasi dana dialokasikan untuk dua kebutuhan utama. Pertama, pengembangan aplikasi dalam Sistem Informasi Pemenuhan Gizi Nasional (SIPGN) dengan nilai sekitar Rp550 miliar. Kedua, penyediaan layanan managed service berbasis Internet of Things (IoT) senilai sekitar Rp199 miliar.
Ia menjelaskan, pengembangan sistem tersebut mencakup berbagai modul yang bertujuan mendukung program pemenuhan gizi masyarakat secara lebih terstruktur dan terintegrasi.
Libatkan Peruri sebagai Mitra Strategis
BGN menunjuk Perum Peruri sebagai mitra strategis dalam proyek tersebut. Penunjukan ini didasarkan pada mandat regulasi serta kemampuan Peruri dalam pengamanan sistem digital pemerintah.
“Seluruh proses kerja sama dengan BGN dijalankan secara transparan, sesuai dengan regulasi yang berlaku, serta mengedepankan prinsip good corporate governance,” kata Dadan.
Ia menambahkan, status Peruri sebagai GovTech Indonesia sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2023 menjadi dasar kepercayaan pemerintah dalam pengelolaan transformasi digital nasional.
Soroti Keamanan Data Gizi Masyarakat
Lebih lanjut, Dadan menekankan bahwa proyek tersebut berkaitan langsung dengan pengelolaan data gizi masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, aspek keamanan data menjadi prioritas utama dalam pengembangan sistem.
“Kami memastikan tidak ada celah bagi penyimpangan karena ini menyangkut kedaulatan data gizi rakyat Indonesia,” tegasnya.
Sistem yang dikembangkan nantinya diharapkan mampu mendukung distribusi program pemenuhan gizi secara lebih tepat sasaran serta memungkinkan pemantauan secara real-time di berbagai wilayah.
Latar Belakang Isu Viral
Isu “proyek gaib” mencuat di media sosial setelah muncul dugaan bahwa proyek IT bernilai Rp1,2 triliun tersebut tidak terlihat realisasinya di lapangan. Namun, BGN menegaskan bahwa proyek tersebut merupakan bagian dari upaya digitalisasi program gizi nasional dan bukan proyek fiktif.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp



You must be logged in to post a comment Login