Newestindonesia.co.id, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan publik setelah video sejumlah siswa SMP di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, viral di media sosial. Dalam video tersebut, terlihat puluhan paket makanan MBG dibuang ke jalan di depan sekolah karena diduga sudah basi dan tidak layak dikonsumsi.
Peristiwa itu terjadi di SMP Negeri 1 Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang, Kamis (30/4/2026). Aksi para siswa tersebut disebut sebagai bentuk protes terhadap kualitas makanan yang mereka terima dari program MBG.
Dalam rekaman video yang beredar luas di media sosial, tampak sejumlah siswa melempar paket makanan ke tengah jalan. Beberapa paket bahkan terlihat masih utuh dan berserakan di sekitar area depan sekolah. Video itu memicu beragam reaksi dari masyarakat yang mempertanyakan pengawasan kualitas makanan dalam program MBG.
Berdasarkan laporan Liputan6.com, para siswa mengaku kecewa karena makanan yang diterima diduga sudah basi dan mengeluarkan aroma tidak sedap. Mereka menilai makanan tersebut tidak layak untuk dikonsumsi.
“Aksi ini dipicu oleh kekesalan para siswa yang mendapati jatah makan siang mereka dalam kondisi tidak layak konsumsi dan diduga telah basi,” tulis Liputan6.com dalam laporannya.
Kasus ini menambah daftar polemik dalam pelaksanaan program MBG di sejumlah daerah. Sebelumnya, ratusan siswa dan guru di SMAN 6 Bandar Lampung juga dilaporkan mengalami gejala keracunan usai menyantap menu MBG. Total sebanyak 172 orang terdampak dalam insiden tersebut.
Tak hanya itu, kasus dugaan keracunan MBG juga sempat terjadi di Jakarta Timur. Sebanyak 72 siswa dari empat sekolah dilaporkan harus menjalani perawatan setelah mengonsumsi makanan dari program tersebut.
Badan Gizi Nasional (BGN) sebelumnya menyatakan akan memperketat pengawasan terhadap mitra dapur penyedia makanan MBG. BGN juga menegaskan bahwa kelalaian dalam pengolahan dan distribusi makanan harus menjadi perhatian serius agar program pemenuhan gizi nasional tidak menimbulkan dampak buruk bagi siswa.
Program MBG sendiri merupakan salah satu program prioritas nasional yang bertujuan meningkatkan asupan gizi anak sekolah serta menekan angka stunting di Indonesia. Namun dalam pelaksanaannya, program ini beberapa kali menuai kritik akibat persoalan kualitas makanan hingga distribusi yang dinilai belum optimal.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp


