Newestindonesia.co.id – Aceh, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat pembangunan Sekolah Rakyat (SR) permanen tahap II di Provinsi Aceh sebagai bagian dari upaya pemulihan pascabanjir parah yang terjadi pada akhir November 2025. Program ini juga diproyeksikan menjadi simpul utama pemulihan sosial dan ekonomi bagi anak-anak dari keluarga rentan terdampak bencana.
Pembangunan SR Tahap II di Aceh dilaksanakan bersama dua paket pekerjaan besar, yaitu Sekolah Rakyat Provinsi Aceh 1 dan Sekolah Rakyat Provinsi Aceh 2, dengan total nilai kontrak sekitar Rp1,53 triliun yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2025–2026.
Progres Konstruksi & Lokasi Pembangunan
- SR Provinsi Aceh 1: mencakup tiga wilayah yakni Kabupaten Aceh Besar, Kabupaten Bireuen, dan Kota Lhokseumawe.
– Progres fisik mencapai sekitar 2,81 persen (data per 30 Januari 2026).
– Nilai kontrak paket pertama mencapai Rp782,29 miliar dengan target selesai 25 Juli 2026 setelah 240 hari kalender pelaksanaan. - SR Provinsi Aceh 2: menyasar Kabupaten Nagan Raya, Kota Subulussalam, dan Kabupaten Aceh Singkil, dikerjakan oleh kontraktor pelaksana berbeda.
– Perkembangan kerja fisik keseluruhan mencapai sekitar 1,70 persen sampai saat ini.
– Nilai kontraknya diperkirakan sebesar Rp757,05 miliar dengan jadwal penyelesaian pada 14 Agustus 2026.
Fasilitas yang dibangun pada sekolah ini tidak hanya ruang kelas tetapi juga asrama siswa dan guru, laboratorium keterampilan, perpustakaan, pusat pembelajaran berbasis teknologi, klinik kesehatan, kantin serta sarana olahraga. Pembangunan direncanakan pada lahan seluas 5–10 hektare yang disiapkan oleh pemerintah daerah.
Komitmen Pemerintah & Dampak Bagi Masyarakat
Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah terdampak bencana. Menurutnya, penyediaan fasilitas pendidikan yang layak menjadi fondasi penting untuk mencetak generasi yang unggul dan berdaya saing.
“Kementerian PU memastikan fasilitas pendidikan Sekolah Rakyat dibangun secara cepat, tepat, dan berkualitas. Sehingga dapat segera dimanfaatkan masyarakat,” terang Dody Hanggodo dalam pernyataan resminya.
Selain itu, pembangunan ini diharapkan menjadi bagian dari pemulihan sosial masyarakat yang terkena bencana dan memberikan harapan baru bagi keluarga yang memiliki keterbatasan ekonomi. Sekolah ini juga dirancang mempertimbangkan mitigasi risiko bencana, guna memastikan kenyamanan dan keamanan proses belajar mengajar di masa depan.
Target Nasional & Program Sekolah Rakyat Secara Luas
Program pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II secara nasional dibangun di 104 lokasi yang tersebar di 32 provinsi dan 102 kabupaten/kota, dengan kapasitas menampung sekitar 112.320 siswa. Semua sekolah ditargetkan beroperasi pada tahun ajaran 2026/2027 mendatang.
Pembangunan tahap ini merupakan kelanjutan dari program Tahap I yang telah berhasil menyelesaikan 164 SR Rintisan pada tahun 2025. Upaya ini selaras dengan agenda pemerintah untuk memperluas akses pendidikan berkualitas, terutama bagi anak-anak dari keluarga dengan keterbatasan finansial di seluruh Indonesia.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp



You must be logged in to post a comment Login