Newestindonesia.co.id, Insiden jatuhnya pesawat ATR 42-500 di wilayah Sulawesi Selatan kembali menyorot profil maskapai Indonesia Air Transport (IAT) serta rekam jejak armada pesawat turboprop yang digunakan dalam penerbangan perintis dan charter di Indonesia.
Profil Indonesia Air Transport (IAT)
Indonesia Air Transport merupakan maskapai penerbangan nasional yang berdiri sejak tahun 1969. IAT dikenal sebagai operator penerbangan charter, kargo, serta penerbangan khusus untuk sektor pertambangan, energi, logistik, dan penerbangan perintis ke wilayah terpencil di Indonesia.
Dalam operasionalnya, IAT tidak berfokus pada penerbangan komersial berjadwal seperti maskapai besar, melainkan melayani kebutuhan transportasi udara ke daerah dengan akses terbatas. Armada yang digunakan umumnya terdiri dari pesawat bermesin turboprop dan helikopter yang dirancang untuk landasan pendek serta kondisi geografis menantang.
Pesawat ATR 42-500
Lokasi jatuhnya pesawat ATR 42-500 telah dikonfirmasi berada di wilayah pegunungan Gunung Bulusaraung, tepatnya di lereng dan puncak Gunung Bulusaraung di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.
Puing-puing pesawat ditemukan di sekitar area puncak dan lereng Gunung Bulusaraung yang merupakan kawasan perbatasan antara Kabupaten Maros dan Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) di Sulawesi Selatan.
Temuan material pesawat, termasuk badan pesawat, jendela, dan bagian ekor, serta mesin, menguatkan dugaan bahwa titik impact berada di bagian utara puncak gunung tersebut dengan medan yang sangat terjal dan sulit diakses oleh tim SAR gabungan.
Berdasarkan data yang dirilis aparat, total 10 orang berada di dalam pesawat tersebut: 7 kru dan 3 penumpang.
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp



You must be logged in to post a comment Login