Polda Metro Jaya Telusuri Endorse Hanania Travel, Praz Teguh Hingga Paula Verhoeven Dimintai Keterangan

kasubbid-penmas-bidhumas-polda-metro-jaya-kompol-andaru-rahutomo-rizkydetikcom-1781167834820_169

Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Metro Jaya Kompol Andaru Rahutomo. (Rizky/detikcom)

Newestindonesia.co.id, Polda Metro Jaya terus mengembangkan penyidikan kasus dugaan penipuan perjalanan umrah yang menyeret Hanania Travel. Dalam perkembangan terbaru, penyidik memeriksa komika Praz Teguh dan model sekaligus publik figur Paula Verhoeven untuk mendalami kerja sama promosi atau endorsement yang pernah dilakukan dengan biro perjalanan tersebut.

Pemeriksaan terhadap keduanya dilakukan setelah sebelumnya sejumlah influencer dan selebritas juga dimintai keterangan sebagai saksi dalam perkara yang tengah menjadi perhatian publik tersebut. Polisi menegaskan bahwa pemeriksaan tidak terkait dugaan keterlibatan mereka dalam tindak pidana, melainkan untuk mengumpulkan fakta mengenai hubungan kerja sama promosi yang pernah terjalin dengan Hanania Travel.

Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Metro Jaya Kompol Andaru Rahutomo menjelaskan bahwa fokus pemeriksaan adalah menggali informasi mengenai pengalaman para influencer saat bekerja sama dengan Hanania Travel, termasuk bentuk fasilitas yang diberikan dan aktivitas promosi yang dilakukan di media sosial.

Menurut Andaru, penyidik ingin mendapatkan gambaran utuh mengenai pola kerja sama antara pihak travel dengan para influencer yang digunakan sebagai media promosi.

“Pemeriksaan menyangkut peristiwa yang dialami yang ada hubungannya dengan Hanania Travel, yang ada hubungannya dengan proses endorse yang terjadi,” kata Kompol Andaru Rahutomo.

Polisi Dalami Fasilitas Umrah Gratis

Dalam pemeriksaan tersebut, polisi menemukan adanya bentuk kerja sama berupa pemberian fasilitas perjalanan umrah kepada sejumlah influencer. Sebagai imbal balik, para influencer membagikan pengalaman perjalanan mereka melalui akun media sosial masing-masing sehingga menjadi sarana promosi bagi Hanania Travel.

Andaru menjelaskan bahwa fasilitas yang diterima para influencer tidak selalu berbentuk uang tunai. Dalam beberapa kasus, pihak travel memberikan paket perjalanan umrah secara cuma-cuma sebagai bagian dari kerja sama promosi.

Baca juga:  12.658 Anak Keracunan MBG Sepanjang 2025, KPAI Minta Evaluasi Program

“Hanania Travel memberikan umrah kepada para influencer, kemudian para influencer menghadiri umrah itu secara gratis karena fasilitas tadi. Kemudian para influencer memberikan tanggapan momennya, meng-upload itu ke dalam sosial medianya sebagai exposure,” ujar Andaru.

Penyidik kini masih menelusuri berbagai dokumen dan keterangan saksi untuk mengetahui secara rinci bentuk hubungan bisnis yang terjadi antara pihak travel dengan para influencer yang terlibat dalam promosi tersebut.

Paula Verhoeven Minta Jadwal Pemeriksaan Dimajukan

Dalam agenda pemeriksaan kali ini, Paula Verhoeven sebenarnya dijadwalkan menjalani pemeriksaan pada Jumat. Namun, ia mengajukan permintaan agar pemeriksaan dilakukan lebih awal dan penyidik mengakomodasi permohonan tersebut.

Langkah tersebut disebut sebagai bagian dari upaya mempercepat proses pengumpulan keterangan dari para saksi yang dianggap mengetahui atau pernah berhubungan dengan aktivitas promosi Hanania Travel.

Polda Metro Jaya menegaskan bahwa proses penyidikan akan terus dilakukan secara terbuka dan profesional agar masyarakat, terutama para korban, dapat mengikuti perkembangan penanganan kasus tersebut.

“Polda Metro Jaya hari ini dan seterusnya akan selalu transparan mengabarkan bagaimana penanganan kasus yang menyangkut Hanania Travel ini,” kata Andaru.

Ia menambahkan bahwa keterbukaan informasi menjadi bagian penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap proses hukum yang sedang berjalan.

“Kami mencoba memberikan transparansi kepada korban dan masyarakat bagaimana penyidik Polda Metro Jaya menangani kasus ini secara profesional,” lanjutnya.

Sejumlah Influencer Sudah Lebih Dulu Diperiksa

Sebelum memeriksa Praz Teguh dan Paula Verhoeven, penyidik telah lebih dahulu meminta keterangan dari sejumlah influencer yang diketahui pernah mempromosikan Hanania Travel.

Salah satu yang telah menjalani pemeriksaan adalah Keanu Angelo. Setelah diperiksa, Keanu menjelaskan bahwa kerja samanya dengan Hanania Travel dilakukan dalam bentuk barter dan bukan pembayaran endorsement secara langsung. Ia bahkan membawa dokumen rekening koran untuk menunjukkan tidak adanya aliran dana dari perusahaan tersebut ke rekening pribadinya.

Baca juga:  Puteri Komarudin, Sosok Politikus Yang Diusulkan Sebagai Menpora Baru

Selain Keanu, pasangan Thariq Halilintar dan Aaliyah Massaid juga telah diperiksa sebagai saksi. Melalui kuasa hukumnya, keduanya mengakui pernah memperoleh fasilitas perjalanan umrah sebagai bagian dari kerja sama promosi di media sosial. Namun mereka menyatakan baru mengetahui adanya persoalan hukum yang menjerat Hanania Travel pada awal tahun 2026.

Presenter Anwar Sanjaya atau Anwar BAB juga telah memberikan keterangan kepada penyidik. Ia menegaskan tidak menerima pembayaran dalam bentuk uang dari Hanania Travel dan hanya memperoleh fasilitas perjalanan serta uang saku selama berada di Tanah Suci.

Sementara itu, beberapa influencer lain seperti Sara Gibson, Audrey Jesselyn, dan Dara Arafah dijadwalkan menjalani pemeriksaan lanjutan. Polisi juga sempat memanggil Karin Novilda atau Awkarin, namun yang bersangkutan belum memenuhi panggilan penyidik pada jadwal sebelumnya.

Bos Hanania Travel Sudah Jadi Tersangka

Di sisi lain, penyidikan terhadap dugaan penipuan umrah Hanania Travel telah memasuki tahap lebih lanjut setelah polisi menetapkan Direktur Utama PT Khazanah Tamma Internasional, Ahmad Syah Farhan atau ASF, sebagai tersangka.

ASF diduga terlibat dalam tindak pidana penipuan, penggelapan, serta dugaan tindak pidana pencucian uang yang berkaitan dengan dana perjalanan umrah para jemaah. Saat ini tersangka telah ditahan di Rumah Tahanan Polda Metro Jaya guna mempermudah proses pemeriksaan dan pendalaman kasus.

Polisi menyebut penelusuran aset dan pengumpulan alat bukti masih terus dilakukan guna mengungkap keseluruhan rangkaian perkara serta memastikan hak-hak korban dapat diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Ratusan Korban Sudah Diperiksa

Dalam perkembangan terbaru, Polda Metro Jaya mengungkap telah memeriksa sekitar 140 saksi, termasuk 122 orang korban yang mewakili ratusan jemaah umrah. Jumlah tersebut diperkirakan masih akan bertambah seiring dibukanya posko pengaduan bagi masyarakat yang merasa dirugikan oleh Hanania Travel.

Baca juga:  Gugatan Besar Terhadap Meta: Pengguna Muda Klaim Instagram Picu Depresi Dan Kecanduan

Menurut data kepolisian, 122 korban yang telah diperiksa mewakili sedikitnya 337 calon jemaah umrah. Polisi juga membuka peluang bagi korban lain dari berbagai daerah untuk melaporkan kasus yang dialami agar dapat dimasukkan dalam proses penyidikan.

Penyidik menegaskan bahwa fokus utama saat ini adalah mengumpulkan fakta, memeriksa saksi, menelusuri aset tersangka, dan menyelesaikan berkas perkara agar dapat segera dilimpahkan ke tahap berikutnya.

Kasus Hanania Travel sendiri menjadi sorotan karena melibatkan promosi masif melalui media sosial dan figur publik. Oleh sebab itu, polisi menilai keterangan para influencer yang pernah bekerja sama dengan perusahaan tersebut penting untuk membantu mengungkap keseluruhan alur promosi serta hubungan bisnis yang terjadi sebelum kasus ini mencuat ke publik.

Dengan terus bertambahnya jumlah saksi yang diperiksa, Polda Metro Jaya memastikan penyidikan akan dilakukan secara menyeluruh untuk mengungkap seluruh fakta dan memberikan kepastian hukum bagi para korban yang merasa dirugikan dalam kasus dugaan penipuan perjalanan umrah tersebut.

(DAW)