IKN Jadi Salah Satu Lokasi Sekolah Nasional Terintegrasi, Pemerintah Siapkan 100 Unit

abdul-muti-1781180285908_169

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (11/6/2026). (Eva Safitri/detikcom)

Newestindonesia.co.id, Pemerintah mulai merealisasikan program pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi yang menjadi salah satu prioritas Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat pemerataan akses pendidikan berkualitas di Indonesia. Dari target 100 sekolah yang direncanakan dibangun pada tahun ini, sebanyak 15 titik pembangunan telah diputuskan, termasuk satu lokasi yang berada di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengungkapkan pembangunan sekolah terintegrasi tersebut sudah memasuki tahap pelaksanaan. Pemerintah menargetkan sekolah-sekolah tersebut menjadi pusat pendidikan unggulan yang menggabungkan berbagai jenjang pendidikan dalam satu kawasan.

“Tahun ini nanti akan kami mulai. Insyaallah lima itu kami buka di balai-balai yang dimiliki oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Kemudian ada satu yang di IKN dan kemudian sembilan yang nanti kita bangun baru di daerah yang sudah diseleksi,” kata Abdul Mu’ti kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (11/6/2026) dikutip melalui detikNews.

Target 100 Sekolah Terintegrasi

Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa pemerintah telah menetapkan pembangunan 100 Sekolah Nasional Terintegrasi sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan nasional sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap fasilitas pendidikan yang lebih baik.

Menurutnya, hingga saat ini terdapat 36 lokasi yang telah lolos proses seleksi dan diajukan sebagai calon lokasi pembangunan sekolah tersebut.

“Kami tadi menyampaikan kepada Bapak Presiden sesuai arahan beliau untuk penyelenggaraan Sekolah Nasional Terintegrasi, yang ini merupakan sekolah unggul yang tidak berasrama yang tahun ini direncanakan kita akan bangun 100 Sekolah Nasional Terintegrasi. Sudah ada usulan-usulan sekolah yang masuk dari 36 yang sudah kami seleksi,” ujarnya.

Program ini menjadi salah satu strategi pemerintah dalam menghadirkan layanan pendidikan yang lebih efektif melalui pengintegrasian berbagai jenjang pendidikan dalam satu kawasan yang sama.

Baca juga:  Prabowo Kunjungi Lokasi Pembangunan Hunian Sementara Di Sumbar, Sebulan Beres

Menggabungkan SD, SMP dan SMA dalam Satu Kawasan

Sekolah terintegrasi merupakan konsep pendidikan yang menyatukan jenjang pendidikan dasar hingga menengah dalam satu kompleks pendidikan. Dengan sistem tersebut, siswa dapat menempuh pendidikan dari tingkat SD, SMP hingga SMA atau SMK dalam lingkungan yang sama.

Konsep ini dinilai mampu menciptakan kesinambungan proses belajar sekaligus meningkatkan efisiensi pembangunan sarana dan prasarana pendidikan.

Dalam praktiknya, sekolah terintegrasi akan dilengkapi berbagai fasilitas penunjang pendidikan modern yang dapat dimanfaatkan bersama oleh seluruh peserta didik dari berbagai jenjang.

Pemerintah berharap model pendidikan ini mampu menghadirkan lingkungan belajar yang lebih terstruktur dan berkualitas, terutama di wilayah yang selama ini masih menghadapi keterbatasan fasilitas pendidikan.

Prioritaskan Siswa dari Keluarga Kurang Mampu

Program Sekolah Nasional Terintegrasi juga dirancang untuk menjangkau kelompok masyarakat yang membutuhkan dukungan lebih besar dalam mengakses pendidikan berkualitas.

Sekolah tersebut ditujukan bagi peserta didik yang berasal dari keluarga tidak mampu, khususnya yang masuk kategori desil 3 hingga desil 5. Dengan demikian, keberadaan sekolah ini diharapkan mampu mengurangi kesenjangan akses pendidikan antarwilayah maupun antarkelompok sosial ekonomi.

Pemerintah menempatkan program ini sebagai bagian dari agenda besar pemerataan pendidikan nasional, bersama dengan berbagai program pendidikan lainnya seperti Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda.

IKN Menjadi Salah Satu Lokasi Prioritas

Penetapan Ibu Kota Nusantara sebagai salah satu lokasi pembangunan sekolah terintegrasi menunjukkan komitmen pemerintah dalam membangun ekosistem pendidikan sejak tahap awal pengembangan kawasan ibu kota baru.

Keberadaan sekolah unggulan di IKN diharapkan dapat mendukung kebutuhan pendidikan masyarakat yang nantinya bermukim dan bekerja di kawasan tersebut.

Selain menjadi pusat pemerintahan masa depan Indonesia, IKN juga dipersiapkan sebagai kota modern yang memiliki fasilitas pendidikan, kesehatan, dan layanan publik yang memadai.

Baca juga:  Menteri Imipas Ancam Cabut Remisi 137 Napi Love Scamming Di Rutan Kotabumi

Visi Prabowo Bangun Sekolah Terintegrasi di Setiap Kecamatan

Gagasan pembangunan sekolah terintegrasi sebenarnya telah beberapa kali disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam berbagai kesempatan.

Prabowo menilai sistem pendidikan yang memisahkan jenjang SD, SMP, dan SMA di lokasi berbeda sering kali menimbulkan berbagai kendala, baik dari sisi pengelolaan maupun efisiensi fasilitas.

“Kita bangun sekolah terintegrasi di setiap kecamatan. Berarti kita mungkin mesti membangun 7.000 sekolah terintegrasi ini,” kata Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna setahun pemerintahannya.

Menurut Presiden, sekolah-sekolah tersebut nantinya akan memiliki fasilitas pendidikan yang lengkap dan berkualitas sehingga dapat menjadi pusat pembelajaran unggulan di masing-masing wilayah.

“Mungkin kita konsolidasikan, mungkin di satu sekolah di kecamatan yang fasilitasnya sangat baik. Tiap sekolah terintegrasi punya laboratorium yang cukup bagus. Laboratorium matematika, kimia, biologi, bahasa,” ujar Prabowo.

Didukung Program Revitalisasi Puluhan Ribu Sekolah

Pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi berjalan beriringan dengan program revitalisasi sekolah yang juga menjadi fokus pemerintah. Mendikdasmen Abdul Mu’ti menyebut revitalisasi terhadap 16.167 satuan pendidikan yang menjadi target sebelumnya telah terlaksana seluruhnya.

Pada tahun 2026, pemerintah menargetkan revitalisasi terhadap 71.744 satuan pendidikan di seluruh Indonesia dengan dukungan anggaran yang telah disetujui DPR. Program tersebut mencakup berbagai jenjang pendidikan mulai dari taman kanak-kanak hingga sekolah menengah atas.

Langkah ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya membangun sekolah baru, tetapi juga memperbaiki kualitas infrastruktur pendidikan yang sudah ada agar mampu mendukung proses pembelajaran secara optimal.

Dorong Pemerataan dan Peningkatan Mutu Pendidikan

Kehadiran Sekolah Nasional Terintegrasi diharapkan menjadi salah satu solusi dalam mengatasi ketimpangan kualitas pendidikan antarwilayah. Dengan fasilitas yang lebih lengkap serta sistem pendidikan yang terintegrasi, pemerintah berharap siswa dari berbagai latar belakang ekonomi dapat memperoleh kesempatan belajar yang sama.

Baca juga:  Gelar Rapat Tertutup, Komisi IX DPR RI Bersama Menaker Bahas Anggaran 2026 Hingga Magang Nasional

Program ini juga menjadi bagian dari agenda jangka panjang pemerintah dalam membangun sumber daya manusia Indonesia yang unggul dan kompetitif.

Jika target pembangunan 100 sekolah pada tahun ini dapat terealisasi sesuai rencana, maka program tersebut akan menjadi langkah awal menuju visi yang lebih besar, yakni menghadirkan sekolah terintegrasi di setiap kecamatan di Indonesia sebagaimana yang dicita-citakan Presiden Prabowo Subianto.

(DAW)