Viral! Bocah-Bocah Hadang Pemotor Lawan Arus Di Simpang Ciawi Bogor, Polisi: Ini Teguran Keras

video-sekelompok-anak-laki-laki-mengadang-pemotor-yang-melaju-lawan-arus-di-sekitar-simpang-ciawi-jalan-raya-wangun-tajur-kota-1781169742984_169

Foto: Video sekelompok anak laki-laki mengadang pemotor yang melaju lawan arus di sekitar simpang Ciawi Jalan Raya Wangun Tajur, Kota Bogor, viral di medsos. (dok Istimewa)

Harga Emas Hari Ini
Advertisement

Newestindonesia.co.id, Sebuah video yang memperlihatkan sekelompok bocah menghadang pengendara sepeda motor yang melawan arus di kawasan Simpang Ciawi, Kota Bogor, viral di media sosial. Aksi spontan anak-anak tersebut menuai beragam tanggapan dari warganet. Sebagian memuji keberanian mereka dalam mengingatkan pelanggar lalu lintas, sementara lainnya menilai tindakan itu berisiko terhadap keselamatan anak-anak.

Dalam rekaman yang beredar luas, terlihat sejumlah anak laki-laki berdiri di tengah jalur yang kerap digunakan pengendara untuk melawan arus. Mereka menghadang beberapa sepeda motor yang mencoba melintas dari arah berlawanan dan meminta pengendara memutar balik kendaraannya.

Beberapa pengendara sempat terlihat berupaya tetap melaju. Namun, karena terus dihadang oleh anak-anak tersebut, mereka akhirnya memilih memutar arah dan kembali ke jalur yang semestinya. Aksi itu sontak menarik perhatian masyarakat karena dilakukan oleh anak-anak yang tampak peduli terhadap ketertiban lalu lintas di lokasi tersebut.

Polisi: Orang Dewasa Harusnya Lebih Taat Aturan

Menanggapi video yang viral tersebut, Kepala Bagian Operasional (KBO) Satuan Lalu Lintas Polresta Bogor Kota, Iptu Lukito, mengatakan bahwa fenomena itu seharusnya menjadi refleksi bagi para pengguna jalan, khususnya pengendara sepeda motor yang masih nekat melawan arus.

Menurutnya, tindakan anak-anak tersebut dapat dimaknai sebagai bentuk teguran terhadap para pelanggar lalu lintas. Namun, yang lebih penting adalah kesadaran dari pengendara untuk mematuhi aturan yang berlaku.

“Kita sebagai orang dewasa seharusnya melihat itu sebagai teguran keras ya. Tetapi lebih baiknya pemotor juga lebih dulu menaati aturan, tidak melawan arus,” kata Lukito saat dikonfirmasi, Kamis (11/6) dikutip melalui detikNews.

Ia menegaskan bahwa tindakan melawan arus bukan hanya melanggar aturan lalu lintas, tetapi juga membahayakan keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.

Baca juga:  Skincare Ilegal Dibuat Dengan Tepung Tapioka, Dijual Rp50 - Rp150 Ribu Per Paket

“Padahal di lokasi kan disediakan putaran arah. Selain untuk mengurai kemacetan, juga menghindari kecelakaan. Kalau yang namanya melawan arus, itu kan membahayakan diri sendiri dan orang lain,” ujarnya.

Simpang Ciawi Kerap Jadi Lokasi Pelanggaran

Berdasarkan keterangan kepolisian, lokasi dalam video tersebut berada di kawasan Simpang Ciawi yang berbatasan dengan wilayah hukum Kabupaten Bogor. Kawasan itu memang dikenal sebagai salah satu titik yang kerap ditemukan pelanggaran lalu lintas berupa pengendara yang memilih jalan pintas dengan melawan arus.

Fenomena tersebut bukanlah hal baru. Sejumlah laporan warga dan unggahan media sosial sebelumnya juga menunjukkan masih maraknya praktik melawan arus di kawasan Simpang Ciawi, terutama oleh pengendara yang ingin mempersingkat waktu perjalanan. Namun, kebiasaan itu justru meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas.

Menurut Lukito, petugas Satlantas telah berulang kali melakukan sosialisasi, imbauan, hingga tindakan penegakan hukum terhadap pelanggar. Namun, pelanggaran serupa masih terus ditemukan.

“Ya (anggota Satlantas) setiap kali di situ, sering imbauan, sering kita kasih tindakan. Ya itulah masyarakat kita juga yang terus melakukan pelanggaran,” katanya.

Polisi dan Dishub Siapkan Penambahan Rambu

Sebagai upaya mengurangi pelanggaran, Polresta Bogor Kota telah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan untuk melakukan penambahan rambu lalu lintas di sekitar lokasi.

Langkah tersebut diharapkan dapat memberikan informasi yang lebih jelas kepada pengguna jalan sekaligus menekan angka pelanggaran yang selama ini masih terjadi.

“Untuk yang di Simpang Ciawi ini, kita juga sudah berkoordinasi dengan jajaran Dishub, agar nanti dipasangi rambu-rambu. Dari bulan lalu kita sudah koordinasi akan dipasang rambu-rambu,” jelas Lukito.

Penambahan rambu menjadi salah satu solusi yang dinilai penting karena dapat memberikan peringatan langsung kepada pengendara sebelum memasuki area rawan pelanggaran.

Baca juga:  Dua Petani Tertimbun Longsor Di Desa Bongas Pemalang, Tim SAR Kerja Maksimal Meski Cuaca Buruk

Kepedulian Anak-Anak Tuai Pujian

Di media sosial, aksi bocah-bocah tersebut mendapat respons positif dari banyak warganet. Mereka menilai anak-anak itu menunjukkan kepedulian terhadap keselamatan bersama di tengah masih rendahnya disiplin sebagian pengguna jalan.

Tidak sedikit pula yang menyebut tindakan para bocah itu sebagai bentuk kritik sosial terhadap perilaku pengendara yang kerap mengabaikan aturan lalu lintas demi menghemat waktu.

Namun demikian, sejumlah pihak juga mengingatkan bahwa tindakan menghadang kendaraan di jalan raya memiliki risiko tinggi, terlebih dilakukan oleh anak-anak. Keselamatan mereka harus menjadi perhatian utama.

Fenomena Serupa Pernah Terjadi di Jakarta

Menariknya, kejadian serupa bukan pertama kali terjadi di Indonesia. Pada Mei 2026 lalu, video sekelompok bocah yang menghadang pengendara motor yang melintas di atas trotoar di kawasan Jakarta Barat juga sempat viral di media sosial.

Dalam kasus tersebut, anak-anak membawa ranting pohon dan meminta pengendara yang menggunakan trotoar sebagai jalur alternatif untuk putar balik. Aksi mereka mendapatkan perhatian luas dari masyarakat.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta saat itu mengapresiasi kepedulian masyarakat, termasuk anak-anak, terhadap fungsi trotoar. Namun ia tetap mengingatkan agar tindakan yang dilakukan tidak membahayakan keselamatan diri maupun pengguna jalan lainnya.

Fenomena berulang ini menunjukkan bahwa persoalan pelanggaran lalu lintas masih menjadi perhatian masyarakat. Bahkan, dalam beberapa kasus, anak-anak justru tampil sebagai pihak yang mengingatkan orang dewasa untuk mematuhi aturan.

Kesadaran Berlalu Lintas Jadi Kunci

Pakar keselamatan jalan kerap menekankan bahwa pelanggaran seperti melawan arus merupakan salah satu faktor yang meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas. Selain melanggar hukum, tindakan tersebut membuat pengendara lain sulit memprediksi arah kendaraan yang datang sehingga berpotensi menimbulkan tabrakan.

Baca juga:  Duh! Oknum Kepala Sekolah Di NTT Aniaya Warga, Tendang Punggung Hingga Perut Hingga Korban Pingsan

Karena itu, penegakan hukum, penyediaan infrastruktur pendukung, dan peningkatan kesadaran masyarakat perlu berjalan beriringan. Kehadiran rambu lalu lintas, patroli petugas, hingga edukasi kepada pengguna jalan menjadi bagian penting dalam menciptakan budaya berkendara yang lebih aman.

Viralnya aksi bocah-bocah di Simpang Ciawi setidaknya menjadi pengingat bahwa keselamatan di jalan raya merupakan tanggung jawab bersama. Ketika anak-anak saja memahami pentingnya tertib berlalu lintas, sudah seharusnya orang dewasa memberikan contoh yang lebih baik dengan mematuhi aturan yang berlaku.

(DAW)

Berita Hukum Dan Kriminal
Advertisement