Daftar Lengkap Nama 8 Kru Dan 3 Penumpang ATR 400 Hilang Kontak Di Sulsel

0
Tangkapan Layar 2026-01-17 pukul 220308

Foto: Dok. X

Newestindonesia.co.id, Tim SAR gabungan masih mengintensifkan operasi pencarian pesawat ATR 400 milik Indonesia Air Transport yang hilang kontak saat terbang dari Yogyakarta menuju Makassar, Sabtu siang (17/1/2026). Pesawat yang diketahui membawa 11 orang terdiri dari delapan kru dan tiga penumpang itu terakhir terpantau berada di wilayah udara antara perbatasan Kabupaten Maros dan Pangkajene Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan.

Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar, Andi Sultan, menyatakan operasional SAR dilakukan secara terkoordinasi. Dalam keterangan yang dihimpun, tim pencari telah dikerahkan menuju lokasi yang diperkirakan sebagai titik terakhir kontak, termasuk di kawasan pegunungan karst Leang-leang, Maros.

Andi Sultan menyampaikan bahwa personel SAR terbagi dalam tiga regu yang bergerak menyisir area tersebut.

“Total ada tiga tim yang bergerak. Personel saat ini masih dalam perjalanan menuju lokasi yang diduga di daerah Leang-leang,” ujar Andi Sultan.

Identitas Kru dan Penumpang

Berdasarkan dokumen manifest yang berhasil dihimpun Basarnas, nama delapan kru dan tiga penumpang yang berada di dalam pesawat adalah sebagai berikut:

Kru Pesawat:

  1. Kapten Pilot: Andy Dahananto
  2. First Officer: Yudha Mahardika
  3. Pilot Latih: Sukardi
  4. Petugas Operasi Penerbangan: Hariadi
  5. Teknisi Penerbangan: Franky D. Tanamal
  6. Teknisi Penerbangan: Junaidi
  7. Pramugari: Florencia Lolita
  8. Pramugari: Esther Aprilita S.

Penumpang:

  1. Deden
  2. Ferry
  3. Yoga

Identitas ini sekaligus mempertegas fokus operasi SAR yang masih terus dilakukan untuk menemukan keberadaan pesawat dan seluruh orang di dalamnya. Hingga saat ini belum ada konfirmasi resmi soal kondisi maupun lokasi pasti pesawat tersebut.

Baca juga:  Kemkomdigi Tutup 2,4 Juta Situs Judol, Transaksi Sepanjang 2025 Rp155 Triliun

Pencarian dan Kondisi Terkini

Operasi pencarian melibatkan berbagai unsur, termasuk Basarnas, TNI, Polri, dan instansi terkait lainnya, dengan dukungan alat seperti drone untuk pemantauan udara serta kendaraan rescue di darat. Fokus pencarian mengarah ke medan pegunungan yang sulit dijangkau.

Basarnas masih menunggu informasi lanjutan dari tim di lapangan dan akan memperbarui publik sesuai perkembangan.

Sumber: Berbagai Sumber, Editor: DAW

Tinggalkan Balasan