Connect with us

Hallo, Mau Cari Berita Apa Nih?

Newest Indonesia

Internasional

Netanyahu Klaim Perang Iran Tak Akan Tanpa Akhir, Israel Siap Bertindak

Foto: Menahem Kahana / AFP) (Photo by MENAHEM KAHANA/AFP via Getty Images

Newestindonesia.co.id, Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali menjadi sorotan setelah Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyatakan bahwa konflik yang melibatkan Iran tidak akan berkembang menjadi perang berkepanjangan tanpa akhir.

Dalam sebuah wawancara yang disiarkan oleh Fox News pada Senin (2/3) waktu setempat, Netanyahu menegaskan bahwa konflik yang dipicu oleh serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran tidak akan berlangsung selamanya. Namun, ia juga mengingatkan bahwa penyelesaian konflik tersebut kemungkinan membutuhkan waktu tertentu.

Menurut Netanyahu, tindakan militer terhadap Iran dilakukan karena kekhawatiran serius terhadap pengembangan fasilitas senjata baru oleh negara tersebut.

Netanyahu: Bukan Perang Tanpa Akhir

Dalam wawancara tersebut, Netanyahu berusaha menepis kekhawatiran bahwa konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah akan berubah menjadi perang berkepanjangan.

Advertisement. Scroll to continue reading.

“Anda tidak akan mengalami perang tanpa akhir,” kata Netanyahu. “Ini akan menjadi tindakan cepat dan tegas,” imbuhnya.

Meski demikian, Netanyahu juga mengakui bahwa situasi konflik tidak bisa diselesaikan secara instan.

Ia menjelaskan bahwa operasi militer atau upaya menghentikan ancaman Iran kemungkinan membutuhkan waktu tertentu untuk mencapai hasil yang diharapkan.

“Mungkin membutuhkan waktu, tetapi tidak akan memakan waktu bertahun-tahun,” ujarnya.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran global terkait eskalasi konflik di Timur Tengah yang berpotensi melibatkan lebih banyak negara.

Tuduhan Israel terhadap Program Senjata Iran

Netanyahu dalam kesempatan itu juga menuding Iran telah mengembangkan situs-situs senjata baru yang berpotensi memperkuat program militernya.

Ia menyebut aktivitas tersebut terjadi setelah konflik yang disebutnya sebagai “perang 12 hari” pada Juni tahun lalu, ketika Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap Iran.

Baca juga:  Iran Perluas Serangan Ke Negara-Negara Teluk Di Tengah Perang Dengan AS Dan Israel

Menurut Netanyahu, sejak saat itu Iran mulai membangun fasilitas baru yang lebih sulit diserang oleh pihak luar.

Advertisement. Scroll to continue reading.

“Mereka mulai membangun situs-situs baru, tempat-tempat baru, bunker bawah tanah yang akan membuat program rudal balistik dan program bom atom mereka kebal dalam beberapa bulan,” kata Netanyahu.

Pernyataan itu menegaskan kembali posisi Israel yang sejak lama menuduh Iran berupaya mengembangkan senjata nuklir, sesuatu yang secara konsisten dibantah oleh pemerintah Teheran.

Israel dan AS Dinilai Harus Bertindak

Netanyahu menegaskan bahwa tindakan terhadap Iran harus dilakukan segera sebelum fasilitas-fasilitas baru tersebut menjadi kebal terhadap serangan.

Ia memperingatkan bahwa jika tidak ada langkah yang diambil dalam waktu dekat, maka peluang untuk menghentikan program militer Iran akan semakin kecil.

Advertisement. Scroll to continue reading.

“Jika tidak ada tindakan yang diambil sekarang, tidak ada tindakan yang dapat diambil di masa depan,” cetus Netanyahu.

Pernyataan itu sekaligus menunjukkan pandangan Israel bahwa ancaman dari Iran harus diatasi secepat mungkin melalui tindakan militer atau tekanan internasional.

Ketegangan Timur Tengah Kian Memanas

Ketegangan antara Israel dan Iran telah berlangsung selama bertahun-tahun dan sering kali meningkat melalui konflik tidak langsung.

Iran diketahui mendukung sejumlah kelompok militan di kawasan Timur Tengah, termasuk di Lebanon, Suriah, dan Gaza. Sementara itu Israel secara rutin melancarkan serangan terhadap target yang dianggap terkait dengan kepentingan Iran di berbagai wilayah.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Hubungan Iran dengan Amerika Serikat juga sangat tegang, terutama sejak Washington menarik diri dari kesepakatan nuklir Iran pada 2018.

Sejak saat itu, kawasan Timur Tengah beberapa kali berada di ambang konflik yang lebih luas, dengan ancaman serangan langsung antara negara-negara besar di kawasan.

Baca juga:  Kabur Ke Timur Tengah, Penyerang Jenderal Rusia Ditangkap Dramatis Di Dubai

Kekhawatiran Perang Regional

Para pengamat geopolitik menilai bahwa konflik antara Israel, Iran, dan Amerika Serikat berpotensi memicu perang regional jika tidak dikelola dengan hati-hati.

Setiap eskalasi militer di kawasan tersebut dapat memicu keterlibatan sekutu masing-masing pihak, termasuk kelompok militan regional maupun negara-negara besar lainnya.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Selain itu, konflik di Timur Tengah juga memiliki dampak global, terutama terhadap stabilitas energi dunia karena kawasan tersebut menjadi salah satu pusat produksi minyak terbesar.

Karena itu, berbagai pihak internasional terus menyerukan agar konflik diselesaikan melalui jalur diplomasi.

Israel Tegaskan Akan Terus Bertindak

Meski ada kekhawatiran perang besar, Netanyahu menegaskan Israel akan terus mengambil langkah yang dianggap perlu untuk melindungi keamanan negaranya.

Ia menegaskan bahwa Israel tidak akan menunggu sampai ancaman menjadi lebih besar dan sulit dihadapi.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Pernyataan tersebut memperlihatkan sikap tegas pemerintah Israel terhadap Iran, sekaligus menjadi sinyal bahwa ketegangan di kawasan kemungkinan masih akan berlanjut dalam waktu dekat.

(DAW)

Newest Indonesia Saluran WhatsApp
Newest Indonesia hadir di Saluran WhatsApp

Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang

Ingin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Berita Lainnya

Internasional

Newestindonesia.co.id, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menanggapi dengan santai rumor yang beredar luas di media sosial mengenai kabar kematiannya. Dalam sebuah video yang diunggah...

Internasional

Newestindonesia.co.id, Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah Garda Revolusi Iran (IRGC) melontarkan ancaman langsung terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di tengah konflik...

Olahraga

Newestindonesia.co.id, Balapan MotoGP Qatar 2026 resmi diundur hingga November akibat situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah yang memanas. Penyelenggara MotoGP mengambil keputusan ini dengan...

Nasional

Newestindonesia.co.id, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin mengusulkan penerapan kebijakan kerja dari rumah atau work from home (WFH) bagi...

Internasional

Newestindonesia.co.id, Dunia intelektual internasional kehilangan salah satu tokoh filsafat paling berpengaruh. Filsuf, sosiolog, sekaligus ilmuwan komunikasi asal Jerman, Jürgen Habermas, meninggal dunia pada usia...

Internasional

Newestindonesia.co.id, Iran dilaporkan mempertimbangkan untuk mengizinkan sejumlah kapal tanker minyak melintasi Selat Hormuz dengan syarat transaksi minyak dilakukan menggunakan mata uang yuan China. Laporan...

Internasional

Newestindonesia.co.id, Iran meningkatkan serangan militernya di kawasan Teluk setelah konflik dengan Amerika Serikat dan Israel semakin memanas. Serangan tersebut dilaporkan menargetkan sejumlah negara di...

Selebriti

Newestindonesia.co.id, Konflik yang memanas di kawasan Timur Tengah tidak hanya berdampak pada kondisi geopolitik dan kemanusiaan, tetapi juga menyentuh kehidupan pribadi sejumlah orang, termasuk...

Advertisement