Connect with us

Hallo, Mau Cari Berita Apa Nih?

Newest Indonesia

Internasional

CEO Citadel Peringatkan Resesi Global Akibat Blokade Selat Hormuz

Ken Griffin, kepala eksekutif Citadel Advisors LLC, di KTT Ekonomi Dunia Semafor selama pertemuan Musim Semi Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia di Washington, DC, AS, pada hari Selasa, 14 April 2026. Dana Moneter Internasional menurunkan proyeksi pertumbuhan untuk tahun ini setelah perang di Timur Tengah memicu guncangan minyak besar dan memasukkan kemungkinan penurunan jika konflik berlanjut dan infrastruktur energi rusak parah. Fotografer: Aaron Schwartz/Bloomberg via Getty Images
Ken Griffin, kepala eksekutif Citadel Advisors LLC, di KTT Ekonomi Dunia Semafor selama pertemuan Musim Semi Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia di Washington, DC, AS, pada hari Selasa, 14 April 2026. Dana Moneter Internasional menurunkan proyeksi pertumbuhan untuk tahun ini setelah perang di Timur Tengah memicu guncangan minyak besar dan memasukkan kemungkinan penurunan jika konflik berlanjut dan infrastruktur energi rusak parah. Fotografer: Aaron Schwartz/Bloomberg via Getty Images

Newestindonesia.co.id, CEO Citadel, Ken Griffin, memperingatkan bahwa dunia berpotensi masuk ke jurang resesi apabila jalur energi vital global, Selat Hormuz, tetap ditutup dalam jangka waktu lama.

Pernyataan tersebut disampaikan Griffin di forum ekonomi global Semafor, di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik antara Iran, Amerika Serikat, dan sekutunya.

“Jika Selat Hormuz ditutup selama enam hingga 12 bulan ke depan, dunia akan berakhir dalam resesi. Tidak ada cara untuk menghindarinya,” kata Griffin dalam pernyataannya.

Dilansir melalui CNBC (15/4), Selat Hormuz sendiri merupakan jalur strategis yang dilalui sekitar 20% pasokan minyak dan gas dunia. Gangguan di wilayah ini telah memicu lonjakan harga energi dan kekhawatiran terhadap stabilitas ekonomi global.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Dampak Langsung: Lonjakan Harga Energi

Penutupan atau pembatasan akses Selat Hormuz telah menyebabkan harga minyak dunia melonjak tajam, bahkan sempat menembus di atas US$100 per barel.

Kondisi ini menciptakan apa yang disebut Griffin sebagai “shock harga energi klasik”, yang berpotensi menekan inflasi dan daya beli secara global.

Menurutnya, dampak terbesar akan dirasakan oleh negara-negara di Asia dan Eropa yang sangat bergantung pada impor energi dari Timur Tengah.

Risiko Global: Dari Inflasi ke Resesi

Griffin menekankan bahwa krisis ini bukan sekadar fluktuasi pasar biasa, melainkan ancaman sistemik terhadap ekonomi dunia.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Ia menilai, meskipun Amerika Serikat relatif lebih terlindungi karena produksi energinya sendiri, negara lain akan menghadapi tekanan berat akibat kenaikan biaya energi dan gangguan pasokan.

Jika kondisi ini berlangsung lama, kombinasi inflasi tinggi dan perlambatan ekonomi bisa mendorong dunia menuju resesi global.

Investor Dinilai Tidak Siap

Dalam kesempatan yang sama, Griffin juga menyoroti bahwa banyak investor global tidak siap menghadapi eskalasi konflik dan ketahanan Iran dalam menghadapi tekanan militer.

Baca juga:  Lima WNI Diamankan Polisi Malaysia Gegara Penusukan Hingga Meninggal

Ia menyebut pasar sempat “terkejut” oleh perkembangan situasi, meskipun beberapa hedge fund mampu mengelola volatilitas dengan cukup baik.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Konteks: Krisis Energi Terbesar dalam Sejarah Modern

Krisis di Selat Hormuz saat ini disebut sebagai salah satu gangguan terbesar terhadap pasokan energi global dalam sejarah modern.

Sejak konflik meningkat pada awal 2026, lalu lintas kapal tanker di jalur tersebut sempat turun drastis hingga hampir nol, memicu lonjakan harga minyak dan gangguan rantai pasok global.

Situasi ini mengingatkan pada krisis energi era 1970-an, namun dengan dampak yang lebih luas karena keterkaitan ekonomi global saat ini.

Arah ke Depan: Ketidakpastian Tinggi

Griffin menegaskan bahwa arah ekonomi global kini sangat bergantung pada perkembangan geopolitik di Timur Tengah, khususnya terkait pembukaan kembali jalur perdagangan energi tersebut.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Ia juga menyoroti bahwa krisis ini bisa mempercepat transisi ke energi alternatif, seiring meningkatnya tekanan terhadap pasokan bahan bakar fosil.

Namun dalam jangka pendek, dunia dinilai harus bersiap menghadapi volatilitas tinggi, inflasi, dan potensi perlambatan ekonomi yang lebih dalam.

(DAW)

Advertisement. Scroll to continue reading.
Newest Indonesia Saluran WhatsApp
Newest Indonesia hadir di Saluran WhatsApp

Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang

Ingin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Berita Lainnya

Regional

Newestindonesia.co.id, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, meminta seluruh jajaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI untuk bersiap menghadapi potensi dampak dari konflik global serta fenomena iklim...

Internasional

Newestindonesia.co.id, Produksi senjata nuklir Korea Utara kembali menjadi perhatian dunia internasional. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyoroti adanya peningkatan signifikan dalam kemampuan negara tersebut dalam mengembangkan...

Nasional

Newestindonesia.co.id, Partai Golkar menilai Presiden Prabowo Subianto bersama Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia telah bekerja keras untuk menjaga ketahanan energi...

Finansial

Newestindonesia.co.id, Komisi I DPR RI meminta pemerintah memperkuat diplomasi energi menyusul langkah Amerika Serikat (AS) yang melakukan blokade di Selat Hormuz, jalur strategis perdagangan...

Bisnis

Newestindonesia.co.id, Raksasa perbankan Amerika Serikat, Citigroup, mencatatkan kinerja keuangan yang melampaui ekspektasi pasar pada kuartal pertama 2026, didorong oleh lonjakan aktivitas perdagangan (trading) dan...

Internasional

Newestindonesia.co.id, Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali meningkat setelah Amerika Serikat (AS) memberlakukan blokade militer di kawasan strategis Selat Hormuz. Langkah ini langsung memicu...

Finansial

Newestindonesia.co.id, Bursa saham Eropa ditutup menguat pada perdagangan Selasa (14/4/2026), didorong oleh penurunan harga minyak serta meningkatnya harapan pasar terhadap kemungkinan meredanya ketegangan geopolitik...

Internasional

Newestindonesia.co.id, Pemerintah Jerman mendesak Israel untuk segera menghentikan serangan militernya di Lebanon selatan dan membuka jalan bagi perundingan damai dengan pemerintah Lebanon. Desakan itu...

Advertisement