Prabowo Klaim Tahu Dalang Pendana Demonstrasi, Beri Peringatan Keras

prabowo-di-acara-puncak-pekan-nasional-penas-petani-dan-nelayan-xvii-di-gor-david-tony-limboto-kabupaten-gorontalo-rabu-246202-1782286452803_169

Foto: Presiden Prabowo Subianto (Dok Biro Sekretariat Presiden).

Harga Emas Hari Ini
Advertisement

Newestindonesia.co.id, Presiden Prabowo Subianto mengaku mengetahui pihak-pihak yang berada di belakang sejumlah aksi demonstrasi yang belakangan terjadi di berbagai daerah. Bahkan, Prabowo menyebut ada pihak yang sengaja mengeluarkan dana untuk membayar peserta aksi.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat menghadiri acara Puncak Pekan Nasional (Penas) Petani dan Nelayan XVII yang berlangsung di Kabupaten Gorontalo, Rabu (24/6/2026). Dalam pidatonya di hadapan para petani, nelayan, kepala daerah, menteri, dan pejabat pemerintah, Prabowo menyinggung berbagai isu nasional, termasuk gelombang demonstrasi yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.

Menurut Prabowo, dirinya memahami siapa saja pihak yang selama ini berupaya mengganggu jalannya pemerintahan melalui berbagai cara, termasuk dengan memanfaatkan aksi demonstrasi.

Prabowo Singgung Korupsi dan Pihak yang Tidak Menyukainya

Dalam pidatonya, Prabowo lebih dulu menyoroti praktik korupsi yang menurutnya masih menjadi masalah serius di Indonesia. Ia mengatakan ada sejumlah pihak yang tidak menyukai dirinya karena merasa kepentingannya terganggu.

“Sopan-sopan tetap maling, sopan-sopan korupsi. Sok, sok kaya, sok banyak duit. Kalau duitnya nyolong dari rakyat. Saya sudah lama jadi orang Indonesia, gua kenal itu semua itu, Saudara-saudara. Mereka nggak suka sama Prabowo karena Prabowo ngerti,” kata Prabowo dikutip melalui detikNews.

Pernyataan tersebut disampaikan di tengah pembahasan mengenai pentingnya menjaga integritas dan memastikan pembangunan nasional berjalan sesuai kepentingan rakyat.

Prabowo menegaskan bahwa dirinya memahami berbagai dinamika yang terjadi di balik layar, termasuk pihak-pihak yang menurutnya berupaya mempengaruhi opini publik melalui aksi demonstrasi.

Klaim Tahu Siapa yang Bayar Demonstrasi

Pada kesempatan itu, Prabowo kemudian menyampaikan peringatan kepada pihak yang disebutnya membiayai aksi demonstrasi.

Ia mengaku mengetahui identitas orang-orang yang mengeluarkan dana untuk menggerakkan massa.

Baca juga:  Prabowo Dorong Kesejahteraan Atlet, Menpora Diminta Siapkan Dana Pensiun

“Saudara-saudara sekalian. Hati-hati, lho. Saya kasih peringatan mereka-mereka itu. Saya tahu siapa yang bayar-bayar demo, gua tahu itu,” ujar Prabowo.

Meski demikian, Prabowo mengaku tidak mempermasalahkan keberadaan demonstrasi sebagai bagian dari demokrasi. Namun ia menyoroti adanya peserta aksi yang disebut tidak memahami isu yang sedang diperjuangkan.

Menurutnya, terdapat peserta demonstrasi yang datang tanpa mengetahui tujuan aksi yang mereka ikuti.

“Tapi nggak apa-apa, main demo. Ditanya, ditanya anak-anak demo, nggak ngerti. Mau demo apa, ya? Hmm. Kami dibayar Rp 200 ribu, gitu, kan. Tapi ada. Saya nggak mengerti,” katanya.

Pernyataan tersebut langsung menjadi perhatian publik karena menyinggung dugaan praktik mobilisasi massa dalam sejumlah aksi demonstrasi.

Demonstrasi Dinilai Tidak Selalu Mewakili Aspirasi Murni

Dalam pidatonya, Prabowo memberikan gambaran bahwa tidak semua demonstrasi yang terjadi benar-benar lahir dari kesadaran peserta aksi.

Ia mengaku heran ketika menemukan peserta demonstrasi yang tidak memahami substansi tuntutan yang dibawa. Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan adanya kemungkinan sebagian massa hanya ikut karena faktor lain di luar kepentingan perjuangan isu.

Meski tidak menyebut secara rinci demonstrasi mana yang dimaksud, pernyataan Prabowo mengindikasikan adanya kekhawatiran mengenai praktik pendanaan aksi yang berpotensi memengaruhi kualitas demokrasi.

Hingga saat ini, Presiden tidak menyebut identitas pihak yang dimaksud ataupun memberikan rincian lebih lanjut mengenai dugaan pendanaan tersebut.

Ajak Bangsa Indonesia Kompak

Selain menyinggung demonstrasi, Prabowo juga mengajak seluruh elemen bangsa untuk tetap bersatu dan mendukung upaya pembangunan nasional.

Menurutnya, Indonesia saat ini sedang bersaing dengan banyak negara di dunia sehingga dibutuhkan kekompakan seluruh masyarakat.

Prabowo mengibaratkan Indonesia seperti sebuah tim sepak bola yang sedang bertanding. Dalam sebuah pertandingan, kata dia, seluruh pendukung seharusnya memberikan dukungan kepada timnya sendiri.

Baca juga:  BULOG Perkuat Distribusi Minyakita di Tengah Kenaikan Harga Minyak Goreng

“Saudara-saudara, kita ini kalau merasa apa ya, kalau kita di dalam pertandingan gitu, ya. Kita jadi suporter kan, kita mendukung satu tim. Ayo maju, maju, maju. Negara kita ini lagi bersaing sama banyak negara. Harusnya bangsa ini kompak,” ujarnya.

Ia mengatakan kritik tetap diperlukan, namun sebaiknya diberikan secara proporsional dan pada waktu yang tepat.

Menurut Prabowo, ketika sebuah tim sedang bertanding, dukungan harus lebih diutamakan dibandingkan celaan yang justru dapat melemahkan semangat.

“Kalau ada yang kurang, teman yang kurang, tim kita lagi main, ya mainnya kurang bagus, ya tetap di-suporter, ya. Nanti begitu sudah selesai pertandingan, baru dikoreksi,” kata Prabowo.

Ia kemudian melanjutkan analoginya dengan menggambarkan situasi ketika seorang pemain yang sedang membawa bola justru diteriaki oleh pendukungnya sendiri.

“Jangan lagi main bawa bola, salah, goblok. Lagi main di tengah lapangan di disorak-sorakin. Teman sendiri, kesebelasan sendiri. Jadi kayaknya kita tuh tidak bangga dengan apa yang dihasilkan oleh bangsa sendiri,” imbuhnya.

Menjadi Sorotan Publik

Pernyataan Prabowo mengenai pihak yang membiayai demonstrasi langsung menjadi perhatian publik dan memunculkan beragam tanggapan.

Sebagian pihak menilai pernyataan tersebut menunjukkan adanya informasi yang dimiliki pemerintah mengenai aktor-aktor yang berada di balik aksi tertentu. Namun di sisi lain, pernyataan itu juga memunculkan pertanyaan mengenai bukti dan identitas pihak yang dimaksud.

Terlepas dari polemik yang muncul, pidato Prabowo di Gorontalo menegaskan kembali pesannya mengenai pentingnya persatuan nasional, dukungan terhadap pembangunan, serta kewaspadaan terhadap berbagai kepentingan yang dinilai dapat mengganggu proses pembangunan bangsa.

(DAW)

Berita Hukum Dan Kriminal
Advertisement