Raffi Ahmad Bawa RANS Entertainment Ke Bursa, Incar Pendanaan Rp429 Miliar
Rans Entertainment akan IPO. Foto: Instagram/rans.entertainment
Newestindonesia.co.id, PT RANS Entertainment Indonesia Tbk (RANS), perusahaan media dan hiburan yang didirikan pasangan selebritas Raffi Ahmad dan Nagita Slavina, bersiap mencatatkan saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Melalui aksi korporasi tersebut, perseroan menargetkan penghimpunan dana segar hingga Rp429,25 miliar.
Langkah IPO ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan bisnis RANS yang selama beberapa tahun terakhir berkembang dari kanal digital dan rumah produksi menjadi ekosistem bisnis yang mencakup media digital, hiburan, acara langsung, produk konsumen, hingga teknologi.
Berdasarkan prospektus yang dipublikasikan kepada investor, RANS akan menawarkan sebanyak 2,525 miliar saham baru atau setara 20,02 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah penawaran umum perdana. Perseroan menggunakan kode saham RANS dan dijadwalkan melantai di Bursa Efek Indonesia pada 10 Juli 2026.
Harga Penawaran Saham
Dalam masa penawaran awal (bookbuilding), perseroan menetapkan kisaran harga saham antara Rp135 hingga Rp170 per lembar.
Dengan rentang harga tersebut, dana yang berpotensi dihimpun RANS diperkirakan mencapai Rp340,87 miliar hingga maksimal Rp429,25 miliar.
Jadwal IPO yang tercantum dalam prospektus adalah sebagai berikut:
- Masa penawaran awal: 23–25 Juni 2026
- Perkiraan tanggal efektif: 30 Juni 2026
- Masa penawaran umum: 2–8 Juli 2026
- Penjatahan saham: 8 Juli 2026
- Distribusi saham elektronik: 9 Juli 2026
- Pencatatan saham di BEI: 10 Juli 2026
Kehadiran RANS di pasar modal diperkirakan akan menarik perhatian investor ritel karena perusahaan ini memiliki basis penggemar yang besar dan dikenal luas melalui berbagai platform digital.
Dana IPO untuk Berbagai Ekspansi Bisnis
Manajemen RANS telah menyiapkan sejumlah rencana penggunaan dana hasil IPO. Berdasarkan prospektus, sebagian besar dana akan digunakan untuk memperkuat ekspansi bisnis perusahaan di berbagai sektor.
Alokasi terbesar akan diarahkan untuk penyelenggaraan konser musik di berbagai kota di Indonesia yang menghadirkan artis nasional maupun internasional.
Sekitar 37,61 persen dana hasil IPO akan digunakan sebagai belanja operasional untuk kegiatan konser tersebut.
Selain itu, dana IPO juga akan digunakan untuk pembangunan wahana bermain edukatif bernama Cipungland, yang terinspirasi dari popularitas putra Raffi Ahmad dan Nagita Slavina, Rayyanza Malik Ahmad atau yang akrab disapa Cipung.
Sebesar 18,64 persen dana hasil IPO akan dialokasikan sebagai belanja modal untuk pengembangan proyek tersebut.
Perseroan juga berencana memperluas portofolio bisnis melalui akuisisi perusahaan kosmetik yang terkait dengan lini usaha keluarga Raffi dan Nagita.
Sebanyak 19,80 persen dana hasil penawaran umum akan digunakan untuk akuisisi PT Rans Kosmetika Indonesia atau yang dikenal dengan merek Slavina.
Tak hanya itu, RANS juga mulai melirik sektor teknologi berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
Sekitar 8,15 persen dana IPO akan digunakan untuk membentuk entitas usaha baru bersama PT Global Teknologi guna mengembangkan bisnis berbasis AI.
Sementara itu, sekitar 6,98 persen dana akan dipakai untuk melunasi lebih awal seluruh pokok pinjaman kepada PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI.
Transformasi dari Kanal YouTube Menjadi Ekosistem Bisnis
RANS Entertainment dikenal luas sebagai perusahaan yang dibangun dari kesuksesan konten digital milik Raffi Ahmad dan Nagita Slavina.
Seiring waktu, perusahaan berkembang menjadi grup bisnis yang menaungi berbagai lini usaha, mulai dari produksi konten digital, event organizer, manajemen talenta, produk konsumen berbasis intellectual property (IP), hingga investasi pada sektor teknologi dan hiburan.
Perusahaan yang awalnya berdiri sebagai PT RNR Film Internasional tersebut kemudian berganti nama menjadi PT Rans Entertainmen Indonesia dan mulai beroperasi secara komersial pada 2018. Saat ini, RANS telah berkembang menjadi salah satu ekosistem media digital terbesar di Indonesia.
Dalam beberapa tahun terakhir, nama RANS tidak hanya identik dengan dunia hiburan, tetapi juga merambah ke olahraga, esports, bisnis gaya hidup, hingga investasi digital.
Keberhasilan perusahaan membangun komunitas penggemar melalui platform digital menjadi salah satu modal utama dalam memperluas lini bisnisnya.
Struktur Kepemilikan Saham
Sebelum IPO, Raffi Ahmad tercatat sebagai pemegang saham pengendali dengan kepemilikan sekitar 78,68 persen saham perseroan.
Dengan masuknya investor publik melalui IPO, struktur kepemilikan perusahaan akan menjadi lebih terbuka dan memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk ikut memiliki bagian dari bisnis yang dibangun pasangan selebritas tersebut.
Keputusan untuk melantai di bursa juga dipandang sebagai langkah strategis untuk memperkuat tata kelola perusahaan sekaligus memperluas akses pendanaan jangka panjang.
Kinerja Keuangan Jadi Sorotan Investor
Di tengah rencana IPO, investor juga mencermati kinerja keuangan perseroan.
Berdasarkan prospektus perusahaan, pendapatan RANS pada 2025 tercatat sebesar Rp353,37 miliar, turun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp410,50 miliar. Sementara laba tahun berjalan tercatat Rp56,69 miliar, lebih rendah dibandingkan laba tahun 2024 sebesar Rp97,07 miliar.
Manajemen menjelaskan bahwa penurunan pendapatan terutama berasal dari berkurangnya kontribusi segmen duta merek dan talent management. Selain itu, laba tahun 2024 turut ditopang oleh transaksi yang bersifat tidak berulang sehingga menciptakan basis perbandingan yang lebih tinggi.
Meski demikian, perusahaan optimistis ekspansi ke berbagai sektor baru akan menjadi sumber pertumbuhan pada masa mendatang.
Peluang dan Tantangan Setelah IPO
Masuknya RANS ke Bursa Efek Indonesia menjadi salah satu IPO yang paling banyak diperbincangkan pada 2026 karena melibatkan figur publik dengan pengaruh besar di media sosial.
Namun demikian, analis menilai keberhasilan perusahaan pasca-IPO akan sangat bergantung pada kemampuan manajemen menghasilkan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan dan tidak hanya mengandalkan popularitas pendirinya.
Investor juga akan mencermati sejauh mana ekspansi ke sektor konser, taman hiburan edukatif, kosmetik, dan teknologi AI mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pendapatan perusahaan dalam jangka panjang.
Jika strategi tersebut berhasil dijalankan, IPO RANS berpotensi menjadi contoh transformasi perusahaan berbasis konten digital menjadi emiten publik yang memiliki diversifikasi bisnis luas.
Dengan target penghimpunan dana mencapai Rp429,25 miliar, RANS Entertainment kini memasuki babak baru sebagai perusahaan yang tidak hanya dikenal di dunia hiburan, tetapi juga mulai bersaing di pasar modal Indonesia.
(DAW)