Tribun Tampak Sepi, FIFA Klaim Kehadiran Penonton Piala Dunia 2026 Hampir Penuh

Tribun Tampak Sepi, FIFA Klaim Kehadiran Penonton Piala Dunia 2026 Hampir Penuh

Para penggemar menyaksikan pertandingan sepak bola Grup A Piala Dunia antara Korea Selatan dan Republik Ceko di Zapopan, dekat Guadalajara, Meksiko, Kamis, 11 Juni 2026. (AP Photo/Moises Castillo)

Newestindonesia.co.id, FIFA membantah anggapan bahwa banyaknya kursi kosong yang terlihat selama pertandingan Piala Dunia 2026 disebabkan rendahnya jumlah penonton. Badan sepak bola dunia itu menyebut sebagian besar suporter justru berada di area koridor dan fasilitas umum stadion saat pertandingan berlangsung.

Sorotan muncul setelah pertandingan Korea Selatan melawan Republik Ceko di Stadion Guadalajara, Meksiko, memperlihatkan sejumlah bagian tribun yang tampak kosong dalam tayangan televisi. Padahal, FIFA mencatat jumlah penonton yang hadir mencapai 44.985 orang dari kapasitas stadion sebanyak 45.664 kursi.

Dalam pernyataannya, FIFA menegaskan bahwa data kehadiran resmi dihitung berdasarkan jumlah tiket yang dipindai saat masuk ke stadion, bukan dari jumlah penonton yang terlihat duduk di kursi masing-masing.

“Angka kehadiran resmi didasarkan pada jumlah tiket yang dipindai di pintu masuk stadion, bukan pada jumlah orang yang terlihat duduk di kursi pada waktu tertentu selama pertandingan,” kata FIFA dikutip melalui Associated Press.

Menurut FIFA, banyak penggemar memilih berada di area concourse atau koridor stadion untuk membeli makanan dan minuman, serta menikmati fasilitas lain yang tersedia.

Fenomena serupa juga terjadi di Toronto, Kanada, saat tim nasional Kanada memainkan laga kandangnya di Piala Dunia untuk pertama kalinya. Meskipun beberapa bagian tribun terlihat kosong, jumlah penonton yang diumumkan mencapai 43.002 orang dari kapasitas stadion sebanyak 43.036 kursi.

Kontroversi mengenai kursi kosong ini muncul di tengah kritik terhadap harga tiket Piala Dunia 2026 yang disebut menjadi yang termahal sepanjang sejarah turnamen.

FIFA menerapkan sistem harga dinamis (dynamic pricing), yang membuat harga tiket dapat berubah mengikuti permintaan pasar. Kebijakan tersebut telah memicu kenaikan harga sejak penjualan dimulai pada akhir 2025.

Baca juga:  Bali United Bungkam PSM Makassar 2-0, Pulang Dengan Tiga Poin

Presiden FIFA Gianni Infantino sebelumnya mempertahankan kebijakan tersebut dan menyatakan bahwa harga tiket yang berlaku sesuai dengan kondisi pasar di Amerika Utara.

“Harga tersebut mencerminkan pasar Amerika Utara,” ujar Gianni Infantino.

Menjelang dimulainya turnamen, FIFA mengungkapkan bahwa 29 pertandingan telah terjual habis. Namun masih terdapat 75 pertandingan yang tiketnya masih tersedia, termasuk sejumlah kursi kategori aksesibilitas.

Piala Dunia 2026 yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko merupakan edisi pertama dengan 48 peserta dan total 104 pertandingan. Turnamen ini juga menjadi Piala Dunia terbesar dalam sejarah FIFA.

Meski demikian, munculnya gambar kursi kosong di beberapa stadion memicu perdebatan di kalangan penggemar mengenai tingginya harga tiket serta aksesibilitas bagi suporter untuk menyaksikan langsung pertandingan terbesar sepak bola dunia tersebut.

Sementara itu, FIFA menegaskan bahwa tingginya angka kehadiran resmi menunjukkan minat masyarakat terhadap Piala Dunia 2026 tetap sangat besar.

(DAW)