DPRD DKI Soroti Wacana Tarif Baru Transjabodetabek, Minta Tetap Terjangkau

ketua-komisi-b-dprd-dki-jakarta-nova-harivan-paloh-1758731549291_169

Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta Nova Harivan Paloh. (Dok. Istimewa)

Newestindonesia.co.id, Komisi B DPRD DKI Jakarta meminta rencana kenaikan tarif layanan Transjabodetabek tidak dilakukan secara terlalu tinggi agar tetap terjangkau bagi masyarakat pengguna transportasi umum.

Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta, Nova Harivan Paloh, mengatakan pihaknya telah memanggil PT Transjakarta dalam rapat kerja untuk membahas wacana penyesuaian tarif yang sebelumnya disampaikan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

“Kemarin kebetulan kita panggil TransJakarta untuk rapat kerja bersama terkait dengan statemen dari Pemprov ada kenaikan tarif Rp 10 ribu dan Rp 15 ribu, tentunya saya menanyakan secara langsung seperti apa ini,” kata Nova Paloh kepada wartawan, Sabtu (13/6) dikutip melalui detikNews.

Menurut Nova, kondisi fiskal Pemerintah Provinsi DKI Jakarta saat ini tengah mengalami tekanan akibat situasi global yang berdampak terhadap kemampuan anggaran daerah. Di sisi lain, beban subsidi yang harus ditanggung pemerintah untuk operasional transportasi publik juga sangat besar.

“Transjakarta itu kurang lebih 1,4 juta penumpang per hari, 400 jutaan (penumpang) per tahun, itu harus kita subsidi kurang lebih Rp 9 ribuan per penumpang, dan JakLingko itu gratis. Artinya memang kondisi fiskal ini lagi tidak bagus, memang ada wacana dari Pemprov untuk menaikkan (tarif),” ujarnya.

Meski demikian, politisi Partai NasDem tersebut meminta agar kebijakan penyesuaian tarif dilakukan secara hati-hati dan mempertimbangkan kemampuan masyarakat pengguna transportasi umum.

Ia berharap kenaikan tarif tidak dilakukan secara drastis atau terlalu jauh dari tarif yang berlaku saat ini.

“Saya sampaikan bisa nggak kalau misalnya pun naik, jangan terlalu jomplang tapi harus dilihat lagi, harus FGD (forum group discusion) dulu nih untuk bagaimana sih kesiapan masyarakat,” ujar Nova.

Menurutnya, forum diskusi dengan masyarakat maupun para pengguna Transjabodetabek perlu dilakukan sebelum kebijakan baru ditetapkan. Langkah tersebut penting untuk mengetahui tingkat kesiapan masyarakat sekaligus menyerap aspirasi para pengguna.

Baca juga:  LPG 5,5 Kg Dan 12 Kg Naik Tajam, Pemprov DKI Imbau Warga Tetap Tenang

Rencana penyesuaian tarif Transjabodetabek sebelumnya muncul seiring pengoperasian sejumlah rute baru yang menghubungkan Jakarta dengan wilayah penyangga, termasuk layanan menuju Bandara Soekarno-Hatta.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menilai tarif Rp3.500 yang selama ini berlaku sudah tidak lagi sesuai dengan kebutuhan operasional beberapa rute antarkota dengan jarak tempuh yang lebih panjang.

Meski ada wacana kenaikan tarif, Pemprov DKI Jakarta memastikan subsidi transportasi publik tetap akan diberikan demi menjaga keberlanjutan layanan dan meningkatkan kualitas transportasi massal.

Di sisi lain, sebagian masyarakat berharap tarif Transjabodetabek tetap dipertahankan. Sejumlah pengguna menilai layanan tersebut masih menjadi moda transportasi paling terjangkau untuk mendukung mobilitas sehari-hari, terutama bagi pekerja yang melakukan perjalanan dari wilayah penyangga menuju Jakarta.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sendiri masih membahas besaran tarif baru yang akan diterapkan dan belum mengumumkan keputusan final terkait penyesuaian tarif tersebut.

(DAW)