Newestindonesia.co.id, Nilai tukar rupiah kembali terperosok ke zona merah pada perdagangan Jumat (8/5/2026). Mata uang Indonesia Rupiah (IDR) dibuka melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di tengah penguatan mata uang Negeri Paman Sam di pasar global.
Berdasarkan data Bloomberg, Jumat (8/5/2026) pada pukul 09.05 WIB, rupiah di pasar spot exchange dibuka turun 19 poin atau 0,11% ke level Rp17.352 per dolar AS. Pelemahan ini terjadi setelah sehari sebelumnya rupiah sempat menunjukkan penguatan.
Pada perdagangan Kamis (7/5/2026), rupiah ditutup menguat 54 poin terhadap dolar AS dan sempat bergerak di level Rp17.333 per dolar AS. Namun tekanan eksternal kembali membuat pergerakan rupiah berbalik arah pada akhir pekan ini.
Dikutip dari CNBC International, penguatan dolar AS menjadi salah satu faktor utama yang menekan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah. Indeks dolar AS tercatat naik 0,16% ke level 98.223 dan bergerak perkasa terhadap mayoritas mata uang global.
Tekanan terhadap rupiah juga dipicu sentimen global yang masih belum stabil. Bank Indonesia sebelumnya menyatakan siap melakukan intervensi besar-besaran untuk menjaga stabilitas rupiah setelah mata uang Indonesia sempat menyentuh level terlemah terhadap dolar AS.
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menegaskan bank sentral akan melakukan intervensi secara berkelanjutan di pasar domestik maupun offshore guna menstabilkan kurs rupiah. Langkah itu dilakukan di tengah meningkatnya tensi geopolitik global, tingginya suku bunga Amerika Serikat, hingga arus keluar modal asing dari pasar negara berkembang.
Selain sentimen global, pembayaran utang luar negeri korporasi Indonesia pada April hingga Mei juga disebut turut memberi tekanan tambahan terhadap pergerakan rupiah.
Di sisi lain, pergerakan rupiah masih menjadi perhatian pelaku pasar karena berdampak langsung terhadap pasar saham, harga emas, hingga arus investasi asing. Sejumlah analis memperkirakan volatilitas rupiah masih akan tinggi sepanjang perdagangan hari ini seiring kuatnya sentimen eksternal.
Sementara itu, pasar juga menantikan langkah lanjutan Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar dan meredam tekanan dari penguatan dolar AS global.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp


