Newestindonesia.co.id, Pemerintah Iran membantah berbagai spekulasi mengenai kondisi Mojtaba Khamenei, putra Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei. Teheran menegaskan Mojtaba berada dalam kondisi sehat dan tetap aktif memberikan arahan terkait proses negosiasi antara Iran dan Amerika Serikat (AS).
Pernyataan itu disampaikan Wakil Urusan Internasional Iran, Qomi, di tengah munculnya rumor soal absennya Mojtaba dari sejumlah kegiatan publik dan komunikasi resmi pemerintah Iran.
Menurut Qomi, isu yang berkembang mengenai Mojtaba Khamenei merupakan bagian dari upaya propaganda pihak musuh untuk menciptakan keraguan di tengah masyarakat Iran.
“Ini adalah tipuan musuh. Mereka ingin mengatakan: mengapa dia tidak muncul? Mengapa dia tidak mengirim pesan suara atau pesan belasungkawa?” kata Qomi seperti dikutip CNN dan dilansir detikcom, Jumat (1/5/2026).
Qomi menegaskan Mojtaba Khamenei berada dalam kondisi sehat dan tetap mengikuti berbagai perkembangan politik strategis Iran, termasuk pembicaraan dengan Amerika Serikat. Ia bahkan disebut memberikan instruksi dalam setiap tahapan proses negosiasi yang sedang berlangsung.
Pernyataan tersebut muncul di tengah dinamika hubungan Iran dan AS yang kembali memanas dalam beberapa pekan terakhir. Sebelumnya, negosiasi antara kedua negara sempat mengalami kebuntuan sebelum Iran mengirimkan proposal damai terbaru kepada Washington.
Proposal terbaru dari Teheran itu dikirim sebagai upaya melanjutkan jalur diplomasi yang sebelumnya tertunda. Namun, Presiden AS Donald Trump mengaku belum puas dengan tawaran yang diajukan Iran.
“Saat ini saya tidak puas dengan apa yang mereka tawarkan,” ujar Trump kepada wartawan di Gedung Putih, Jumat (1/5) waktu setempat.
Trump juga disebut masih meragukan komitmen Iran dalam mencapai kesepakatan damai yang dapat diterima kedua pihak. Ketegangan tersebut menambah panjang daftar tarik ulur hubungan diplomatik antara Washington dan Teheran dalam beberapa tahun terakhir.
Di sisi lain, Iran terus menegaskan bahwa jalur negosiasi masih terbuka. Pemerintah Iran berharap pembicaraan lanjutan dengan AS dapat menghasilkan kesepakatan yang menguntungkan kedua negara sekaligus meredakan ketegangan kawasan Timur Tengah.
Nama Mojtaba Khamenei sendiri kerap menjadi perhatian publik internasional karena dianggap memiliki pengaruh besar di lingkaran kekuasaan Iran. Meski jarang tampil di depan publik, ia disebut memiliki kedekatan politik dengan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dan berperan dalam sejumlah keputusan strategis negara.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp


