Donald Trump Soroti Serangan Israel Di Lebanon, Sebut Banyak Korban Bukan Hizbullah

gettyimages-2227409013-612x612

TURNBERRY, SKOTLANDIA - 28 Juli: Presiden AS Donald Trump berbicara kepada media saat bertemu dengan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer (tidak terlihat dalam foto) di klub golf Trump Turnberry pada 28 Juli 2025 di Turnberry, Skotlandia. Presiden AS Donald Trump mengunjungi lapangan golf Trump Turnberry miliknya, serta Trump International Golf Links di Aberdeenshire, selama kunjungan singkat ke Skotlandia dari 25 hingga 29 Juli. (Foto oleh Christopher Furlong/Getty Images)

Harga Emas Hari Ini
Advertisement

Newestindonesia.co.id, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melayangkan kritik tajam terhadap strategi militer Israel dalam operasi serangannya di Lebanon. Trump menyoroti hancurnya gedung-gedung apartemen yang dihuni warga sipil dengan dalih memburu kelompok Hizbullah.

Menurut Trump, langkah militer Israel yang merobohkan bangunan vertikal tempat tinggal tersebut tidak bisa dibenarkan secara menyeluruh, mengingat banyaknya penghuni yang tidak terlibat dalam konflik.

“Anda tidak perlu merobohkan gedung apartemen setiap kali Anda mencari seseorang karena ada banyak orang di gedung-gedung apartemen itu – dan mereka tak semuanya anggota Hizbullah,” ujar Trump, Selasa (16/6/2026), sebagaimana dilansir dari Al Jazeera.

Lebih lanjut, Presiden AS itu menegaskan bahwa eskalasi konflik bersenjata ini telah melewati batas waktu yang wajar dan memicu korban jiwa yang terlalu besar di pihak non-kombatan. Trump secara terbuka mendesak evaluasi atas intensitas serangan tersebut.

“Israel telah memerangi Hizbullah terlalu lama dan terlalu banyak orang yang terbunuh,” tambah pemimpin negara sekutu utama Israel itu.

Kritik terbuka dari Gedung Putih ini mencuat di tengah ketegangan regional yang terus meningkat, di mana laporan mengenai kerusakan infrastruktur sipil di Lebanon terus memicu kekhawatiran global mengenai pelanggaran hukum kemanusiaan internasional.

(DAW)

Berita Hukum Dan Kriminal
Advertisement
Baca juga:  Katherine Short, Putri Martin Short Dan Pekerja Sosial Ahli Kesehatan Mental, Ditemukan Bunuh Diri