Newestindonesia.co.id, Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Barat memberikan insentif kepada petugas gabungan yang berhasil menangkap ikan sapu-sapu di aliran kali. Insentif tersebut berupa uang hingga fasilitas rekreasi sebagai bentuk apresiasi atas upaya pengendalian spesies invasif tersebut.
Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainnah mengatakan hadiah diberikan berdasarkan jumlah tangkapan ikan oleh petugas di lapangan.
“Ada apresiasi buat yang mendapatkan ikan, Rp 25 ribu untuk 1 kilogram, itu buat satu grup. Jadi nanti mereka bisa nikmati bersama-sama dan kita juga akan ajak mereka refreshing, jalan-jalan ke Ancol,” tutur Iin Mutmainnah dikutip melalui Antara (17/4).
Dalam operasi yang dilakukan di Kali Taman Semanan Indah, Cengkareng, petugas gabungan berhasil menangkap lebih dari 20 kilogram ikan sapu-sapu hanya dalam waktu satu jam.
Iin menyebut jumlah tersebut masih akan terus bertambah seiring penyisiran yang dilakukan di berbagai titik aliran sungai.
“Di titik ini sudah dapat 20 kilogram, tapi ini baru awal. Nanti kita bertahap, kita terus menyusuri kali ini, dan teman-teman nanti kita harapkan sebelum salat Jumat, ini sudah kita selesaikan, ya. Saya yakin ini akan dapat banyak kalau memang kita lakukan secara lebih luas jangkauannya,” kata Iin.
Tidak untuk Dikonsumsi
Pemkot Jakarta Barat memastikan ikan sapu-sapu yang berhasil ditangkap tidak akan dikonsumsi masyarakat. Ikan tersebut akan dimusnahkan dengan cara dikubur guna mencegah penyalahgunaan.
“Jadi, nanti akan dikubur ikannya,” ujar Iin.
Langkah ini diambil karena ikan sapu-sapu dinilai berpotensi membahayakan kesehatan jika diolah menjadi makanan.
Ancaman bagi Lingkungan
Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Perikanan (KPKP) Jakarta, Mujiati, menjelaskan populasi ikan sapu-sapu yang berlebihan dapat merusak struktur turap sungai.
“Kalau jumlahnya banyak, dikhawatirkan bisa mengganggu bagian bawah turap karena mereka bersembunyi di lumpur,” terang Mujiati.
Sementara itu, Kepala Seksi Perikanan Suku Dinas KPKP Jakarta Barat, Aas Asih, menegaskan bahwa ikan sapu-sapu merupakan spesies invasif yang berbahaya bagi ekosistem perairan.
“Jadi, dia berkembang biasanya cepat sekali, sehingga ikan lokal nanti terdesak,” tutur Aas.
Selain itu, ikan ini juga memiliki perilaku menggali yang dapat merusak infrastruktur sungai.
“Memang sifat ikan sapu-sapu itu, dia melubangi tembok untuk berliang. Jadi, kan nanti bisa merusak turap saluran-saluran yang ada di wilayah Jakarta,” ungkap Aas.
Berisiko bagi Kesehatan
Aas juga mengingatkan bahwa ikan sapu-sapu tidak layak dikonsumsi karena berpotensi mengandung zat berbahaya.
“Dikhawatirkan, kalau ada masyarakat yang mengonsumsi itu (olahan ikan sapu-sapu) secara terus-menerus, dia (logam berat) terakumulasi (dalam tubuh manusia), makanya ikan mesti dibasmi,” pungkas Aas.
Upaya Pengendalian Berkelanjutan
Penangkapan ikan sapu-sapu secara masif menjadi bagian dari langkah pemerintah dalam menjaga keseimbangan ekosistem perairan di Jakarta. Spesies ini diketahui berkembang pesat dan dapat mendominasi habitat, sehingga mengancam keberlangsungan ikan lokal.
Operasi serupa akan terus dilakukan secara bertahap di berbagai wilayah untuk menekan populasi ikan invasif tersebut sekaligus menjaga kondisi infrastruktur sungai tetap aman.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp



You must be logged in to post a comment Login