Connect with us

Hallo, Mau Cari Berita Apa Nih?

Newest Indonesia

Teknologi

Kemkomdigi Ungkap Kejanggalan Rating Game Steam, Berpotensi Menyesatkan Publik

Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Direktorat Jenderal Ekosistem Digital Sonny Hendra Sudaryana mengatakan penerapan IGRS ini sejalan dengan amanat Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik Dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS). Foto: Kemkomdigi

Newestindonesia.co.id, Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) tengah mendalami temuan terkait ketidaksesuaian sistem rating gim pada platform distribusi digital Steam. Pemerintah menilai tampilan klasifikasi usia pada sejumlah gim tidak sesuai dengan standar resmi Indonesia Game Rating System (IGRS), sehingga berpotensi menimbulkan kesalahpahaman publik.

Langkah ini diambil setelah Kemkomdigi melakukan pemantauan terhadap implementasi rating gim di platform tersebut. Hasilnya menunjukkan adanya perbedaan antara label yang ditampilkan dengan sistem klasifikasi resmi yang berlaku di Indonesia.

Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Direktorat Jenderal Ekosistem Digital Kemkomdigi, Sonny Hendra Sudaryana, menegaskan bahwa rating yang muncul di Steam bukan berasal dari proses verifikasi pemerintah.

“Rating yang beredar tersebut bukan merupakan hasil klasifikasi resmi IGRS. Hal ini berpotensi menimbulkan kesalahpahaman publik, terutama terkait kelayakan usia suatu gim,” ujar Sonny.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Rating Berbasis Self-Declare, Bukan Verifikasi Resmi

Berdasarkan hasil pemantauan, Kemkomdigi menemukan bahwa sistem rating yang digunakan di Steam masih mengandalkan mekanisme internal berbasis deklarasi mandiri atau self-declare dari penerbit gim.

Artinya, label usia yang muncul belum melalui proses verifikasi resmi sebagaimana diwajibkan dalam regulasi Indonesia. Hal ini dinilai berpotensi menimbulkan ketidaksesuaian antara konten gim dengan kategori usia yang ditampilkan.

Kemkomdigi juga menemukan indikasi penggunaan label IGRS tanpa melalui proses verifikasi resmi, sehingga tidak mencerminkan klasifikasi yang sah menurut ketentuan nasional.

Temuan ini menjadi perhatian serius karena sistem klasifikasi usia memiliki peran penting dalam memberikan panduan kepada masyarakat, khususnya orang tua, dalam memilih konten yang sesuai bagi anak.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Risiko Kesalahpahaman dan Dampak bagi Anak

Kemkomdigi menilai bahwa ketidakakuratan informasi rating dapat berdampak langsung terhadap perlindungan pengguna di ruang digital, terutama anak-anak yang menjadi kelompok rentan.

Baca juga:  Canva Down Sudah Dua Jam, Pengguna Belum Bisa Juga Simpan Konten!

Ketidaksesuaian tersebut berpotensi membuat pengguna salah memahami tingkat keamanan atau kelayakan sebuah gim berdasarkan usia. Dalam beberapa kasus, gim dengan konten sensitif dapat saja tampil dengan label usia yang tidak sesuai.

Pemerintah menegaskan bahwa penyampaian informasi yang tidak akurat dapat menimbulkan risiko serius, termasuk paparan konten yang tidak sesuai bagi anak-anak.

Kewajiban Platform Digital Sesuai Regulasi

Dalam pernyataannya, Kemkomdigi menegaskan bahwa setiap pelaku usaha digital wajib menyampaikan informasi yang akurat, jelas, dan tidak menyesatkan.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Kewajiban tersebut diatur dalam berbagai regulasi, antara lain:

  • Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang perubahan UU ITE
  • Peraturan Menteri Kominfo Nomor 2 Tahun 2024 tentang Klasifikasi Gim
  • Peraturan Menteri Kominfo Nomor 5 Tahun 2020 tentang Penyelenggara Sistem Elektronik Lingkup Privat

Melalui regulasi tersebut, pemerintah mewajibkan setiap gim yang beredar di Indonesia untuk melalui proses klasifikasi resmi sebelum dipublikasikan kepada masyarakat.

Kemkomdigi menilai bahwa kondisi yang terjadi saat ini menunjukkan adanya indikasi ketidaksesuaian dengan ketentuan tersebut, khususnya terkait penggunaan label rating yang belum diverifikasi secara resmi.

Kemkomdigi Akan Minta Klarifikasi dari Steam

Sebagai tindak lanjut, Kemkomdigi akan meminta klarifikasi resmi dari pihak Steam terkait temuan tersebut. Langkah ini bertujuan untuk memastikan kepatuhan platform digital terhadap regulasi yang berlaku di Indonesia.

“Kami meminta platform untuk memastikan bahwa setiap informasi yang ditampilkan kepada publik akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. Ini bukan hanya soal kepatuhan, tetapi juga tanggung jawab dalam melindungi pengguna, khususnya anak-anak,” tegas Sonny.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Selain itu, pemerintah juga membuka kemungkinan untuk melakukan evaluasi lebih lanjut terhadap sistem yang digunakan oleh platform tersebut.

Baca juga:  Komdigi Ungkap Jual Beli Hp Bekas Bakal Sama Seperti Transaksi Motor, Ada Balik Nama

Potensi Sanksi Jika Terbukti Melanggar

Kemkomdigi menegaskan bahwa jika dalam proses evaluasi ditemukan pelanggaran, maka pemerintah dapat mengambil langkah penegakan hukum sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Langkah tersebut dapat berupa sanksi administratif terhadap penyelenggara sistem elektronik yang tidak memenuhi kewajiban.

Penegakan aturan ini dinilai penting untuk memastikan ekosistem digital yang sehat, aman, dan bertanggung jawab, terutama dalam konteks perlindungan konsumen.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Penyempurnaan Sistem IGRS

Di sisi lain, Kemkomdigi juga terus melakukan penyempurnaan terhadap sistem Indonesia Game Rating System (IGRS). Upaya ini dilakukan untuk meningkatkan akurasi, transparansi, serta kepercayaan publik terhadap sistem klasifikasi gim nasional.

Penguatan mekanisme verifikasi dan pengawasan menjadi fokus utama dalam pengembangan sistem tersebut, guna memastikan bahwa setiap label usia benar-benar mencerminkan konten yang ada dalam gim.

IGRS sendiri merupakan sistem klasifikasi resmi di Indonesia yang dirancang untuk memberikan panduan kepada masyarakat terkait kesesuaian usia pengguna terhadap konten gim.

Pentingnya Transparansi Informasi di Era Digital

Kasus ini menjadi pengingat bahwa transparansi informasi dalam platform digital merupakan aspek krusial dalam menjaga keamanan pengguna.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Di tengah pesatnya pertumbuhan industri gim dan digital, keakuratan informasi menjadi kunci dalam membangun kepercayaan publik.

Kemkomdigi menegaskan bahwa seluruh pelaku industri digital memiliki tanggung jawab tidak hanya terhadap kepatuhan regulasi, tetapi juga terhadap perlindungan pengguna.

Dengan adanya evaluasi ini, diharapkan sistem klasifikasi gim di Indonesia dapat berjalan lebih baik, serta mampu memberikan perlindungan maksimal bagi masyarakat, khususnya generasi muda.

(DAW)

Advertisement. Scroll to continue reading.
Newest Indonesia Saluran WhatsApp
Newest Indonesia hadir di Saluran WhatsApp
Baca juga:  Terbongkar! ChatGPT Diam-Diam Mengutip Grokipedia Elon Musk, Pakar Langsung Alarm Bahaya

Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang

Ingin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Berita Lainnya

Nasional

Newestindonesia.co.id, Buron kasus narkoba Andre Fernando alias “The Doctor” akhirnya ditangkap aparat gabungan di Malaysia. Ia diamankan saat berada di sebuah hotel di Penang...

Nasional

Newestindonesia.co.id, Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri mengusulkan perubahan ambang batas kepemilikan narkotika dalam pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Narkotika dan Psikotropika bersama Komisi III...

Nasional

Newestindonesia.co.id, Presiden Prabowo Subianto meminta perguruan tinggi, khususnya yang memiliki fakultas planologi dan arsitektur, untuk berperan aktif membantu kepala daerah dalam menata ruang wilayah....

Gaya Hidup

Newestindonesia.co.id, Nama Kadek Komala Sari belakangan ini ramai diperbincangkan di media sosial. Selebgram asal Bali tersebut dikenal memiliki pesona yang khas dengan penampilan yang...

Nasional

Newestindonesia.co.id, Bareskrim Polri menyita sejumlah barang bukti berupa tas dan ponsel saat menangkap buronan kasus narkotika Andre Fernando alias Charlie alias ‘The Doctor’ di...

Nasional

Newestindonesia.co.id, Komisi X DPR RI menyatakan tidak sepakat dengan langkah Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) yang mendorong penyelesaian damai dalam kasus dugaan kekerasan seksual...

Nasional

Newestindonesia.co.id, Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengusulkan agar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menghentikan penugasan pasukan perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL)...

Nasional

Newestindonesia.co.id, Kasus dugaan penculikan dan pembunuhan terhadap seorang kepala cabang (kacab) bank berinisial MIP (37) memasuki babak baru. Tiga prajurit TNI yang menjadi tersangka...

Advertisement