Newestindonesia.co.id, Konflik antara Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel semakin memakan korban sipil, termasuk dari sektor pendidikan. Sedikitnya 310 siswa dan guru dilaporkan tewas, sementara sekitar 750 sekolah mengalami kerusakan akibat serangan udara yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.
Data tersebut disampaikan oleh otoritas Iran yang menggambarkan besarnya dampak konflik terhadap dunia pendidikan di negara tersebut.
Serangan yang menyasar berbagai wilayah di Iran tidak hanya menghancurkan infrastruktur militer, tetapi juga berdampak luas terhadap fasilitas sipil, termasuk sekolah-sekolah yang menjadi tempat belajar anak-anak.
Menurut laporan yang berkembang, kerusakan ini menyebabkan terganggunya aktivitas pendidikan bagi jutaan pelajar. Bahkan, banyak sekolah tidak lagi dapat digunakan karena mengalami kerusakan berat hingga hancur total.
Dampak Besar pada Anak-anak
Dilansir melalui The Guardian (8/4), Situasi ini memperlihatkan bahwa anak-anak menjadi kelompok paling rentan dalam konflik bersenjata. Laporan internasional menyebutkan bahwa ratusan anak menjadi korban tewas, sementara banyak lainnya mengalami luka-luka dan trauma mendalam akibat serangan tersebut.
Selain korban jiwa, dampak lain yang tidak kalah besar adalah terganggunya sistem pendidikan secara masif. Lebih dari 700 sekolah di Iran dilaporkan terdampak perang, sehingga jutaan anak kehilangan akses belajar yang layak.
Serangan ke Sekolah Picu Kecaman
Salah satu insiden paling mematikan terjadi pada akhir Februari 2026, ketika sebuah sekolah dasar di wilayah Minab dihantam serangan udara saat kegiatan belajar berlangsung.
Dalam insiden tersebut, ratusan korban jiwa dilaporkan jatuh, mayoritas adalah siswa. Serangan itu disebut sebagai salah satu yang paling mematikan dalam konflik yang sedang berlangsung.
Organisasi internasional dan pengamat hak asasi manusia mengecam keras serangan terhadap fasilitas pendidikan. UNESCO bahkan menyebut serangan terhadap sekolah sebagai pelanggaran serius hukum humaniter internasional.
Iran Tuduh AS dan Israel
Pemerintah Iran secara tegas menyalahkan Amerika Serikat dan Israel atas serangan tersebut. Mereka menilai serangan ke fasilitas sipil, terutama sekolah, tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun.
Di sisi lain, pihak Amerika Serikat menyatakan tengah melakukan investigasi terkait dugaan adanya korban sipil dalam operasi militer tersebut. Sementara Israel dilaporkan tidak memberikan konfirmasi langsung terkait keterlibatan dalam beberapa serangan tertentu.
Ancaman Jangka Panjang
Para ahli memperingatkan bahwa dampak konflik ini tidak hanya bersifat jangka pendek. Selain kehilangan nyawa, anak-anak yang selamat juga berisiko mengalami trauma psikologis berkepanjangan serta kehilangan akses pendidikan.
Kondisi ini dinilai dapat menciptakan “lost generation” atau generasi yang kehilangan kesempatan belajar dan berkembang akibat perang.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp



You must be logged in to post a comment Login