Newestindonesia.co.id, Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dilaporkan tewas dalam serangan militer yang dilancarkan Amerika Serikat (AS) dan Israel ke wilayah Iran pada Sabtu (28/2) pagi waktu setempat.
Media pemerintah Iran menyebut Khamenei tewas saat berada di kantornya di Teheran ketika sedang menjalankan tugas kenegaraan.
Dilansir Al Jazeera, kantor berita Iran seperti IRNA dan Fars melaporkan bahwa Khamenei meninggal dunia ketika sedang “melakukan tugas yang diberikan kepadanya” di kantor pada Sabtu pagi.
Namun hingga kini, belum banyak rincian yang diungkap terkait kronologi pasti serangan yang menewaskan pemimpin tertinggi Republik Islam Iran tersebut.
Pemerintah Iran dilaporkan telah menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari setelah kabar kematian Khamenei diumumkan.
Media Iran Konfirmasi Kematian Khamenei
Sejumlah media resmi Iran juga telah mengonfirmasi kabar tersebut melalui siaran televisi nasional.
“Pemimpin Tertinggi Iran telah mencapai syahid,” demikian dilaporkan oleh stasiun penyiaran negara IRIB dikutip CNN Internasional.
Selain IRIB, kantor berita Tasnim dan Fars juga mengonfirmasi kematian Khamenei yang disebut terjadi akibat serangan militer Israel dan Amerika Serikat di wilayah Iran.
Kematian tokoh yang telah memimpin Iran sejak 1989 itu menjadi salah satu peristiwa paling dramatis dalam konflik Timur Tengah dalam beberapa dekade terakhir.
Serangan Hancurkan Kompleks Kediaman Khamenei
Pemerintah Israel sebelumnya mengklaim bahwa kompleks kediaman Khamenei di Teheran dihantam puluhan bom dalam serangan tersebut.
“Pagi ini, dalam serangan mendadak yang dahsyat, kompleks kediaman diktator Ali Khamenei hancur di jantung Teheran,” kata Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam pernyataan yang disiarkan televisi, dilansir AFP.
Netanyahu juga menyebut terdapat banyak indikasi bahwa Khamenei telah tewas dalam serangan tersebut.
Serangan itu disebut melibatkan puluhan bom yang dijatuhkan oleh militer Israel dan Amerika Serikat ke sejumlah target strategis di Iran.
Presiden AS Donald Trump Umumkan Kematian Khamenei
Presiden Amerika Serikat Donald Trump juga mengumumkan kematian Khamenei melalui media sosial miliknya.
“Khameini, salah satu orang paling jahat dalam sejarah, telah mati,” kata Trump di jaringan media Social Truth miliknya, dilansir AFP.
Trump menyebut serangan tersebut sebagai bagian dari operasi militer yang menargetkan infrastruktur militer dan kepemimpinan Iran.
Operasi militer itu dilaporkan melibatkan ratusan serangan udara terhadap berbagai target strategis di Iran, termasuk fasilitas militer dan pusat komando.
Anggota Keluarga Khamenei Ikut Tewas
Media Iran juga melaporkan sejumlah anggota keluarga Khamenei ikut tewas dalam serangan tersebut.
“Setelah menjalin kontak dengan sumber-sumber yang mengetahui informasi di lingkungan keluarga Pemimpin Tertinggi, berita tentang kemartiran putri, menantu, dan cucu dari Pemimpin Revolusioner sayangnya telah dikonfirmasi,” lapor kantor berita Iran, Fars.
Laporan tersebut menyebut korban berasal dari lingkaran keluarga dekat Khamenei yang berada di lokasi saat serangan terjadi.
Konflik Timur Tengah Meningkat
Serangan tersebut menjadi bagian dari eskalasi konflik besar antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat yang meningkat dalam beberapa waktu terakhir.
Serangan gabungan AS–Israel menargetkan berbagai fasilitas militer, sistem pertahanan udara, hingga lokasi yang diduga terkait dengan program nuklir Iran.
Sebagai respons, Iran juga dilaporkan melancarkan serangan balasan berupa rudal dan drone ke sejumlah target di kawasan Timur Tengah.
Kematian Khamenei berpotensi memicu krisis kepemimpinan di Iran serta meningkatkan ketegangan geopolitik di kawasan tersebut.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp



You must be logged in to post a comment Login