Newestindonesia.co.id – Denpasar, Kasus dugaan penculikan terhadap seorang turis asal Ukraina berinisial IK (28) di Bali terus dikembangkan oleh aparat kepolisian. Polda Bali menetapkan enam warga negara asing (WNA) sebagai tersangka dalam kasus tersebut dan kini mereka masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).
Kabid Humas Polda Bali Kombes Ariasandy mengungkapkan, pengungkapan kasus ini bermula dari penyelidikan tim gabungan Polda Bali dan Polresta Denpasar yang menelusuri kendaraan mencurigakan yang diduga terkait dengan peristiwa penculikan tersebut.
“Dari hasil penelusuran teman-teman penyidik Polda Bali dan Polresta Denpasar, kami bisa mendeteksi adanya kendaraan yang kami curigai berupa satu kendaraan roda empat (Avanza) dan dua kendaraan roda dua. Pada awal penelusuran ditemukan kendaraan itu disewa oleh salah satu orang warga negara asing berinisial C,” ujar Ariasandy dikutip melalui detikBali.
Menurut Ariasandy, dari hasil pengembangan penyelidikan tersebut polisi akhirnya mengidentifikasi sejumlah warga negara asing yang diduga terlibat dalam kasus penculikan tersebut.
“Awalnya kami mengamankan satu WNA berinisial CH yang menyewa kendaraan menggunakan paspor palsu. Dari hasil pengembangan, kami menetapkan enam orang lainnya sebagai tersangka yakni RM, BK, AS, VN, SM, dan DH. Semuanya laki-laki dan warga negara asing,” kata Ariasandy.
Berawal dari Laporan Teman Korban
Kasus ini bermula dari laporan teman korban yang menyatakan bahwa IK diduga diculik di kawasan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali. Laporan tersebut diterima kepolisian pada pertengahan Februari 2026.
“Sudah dilaporkan di Polsek Kuta Selatan. Kejadian itu dilaporkan tengah malam oleh salah satu teman korban yang diculik ini,” ujar Ariasandy.
Setelah menerima laporan, polisi langsung membentuk tim gabungan untuk melakukan penyelidikan, mengumpulkan keterangan saksi, serta menelusuri bukti di tempat kejadian perkara.
Dalam proses penyelidikan, aparat juga menelusuri rekaman CCTV di sejumlah titik jalan yang diduga dilalui kendaraan para pelaku sebelum maupun sesudah kejadian.
Dari analisis rekaman CCTV dan data kendaraan, polisi kemudian menemukan satu unit mobil serta dua sepeda motor yang diduga digunakan dalam aksi penculikan tersebut.
Video Dugaan Penculikan Viral
Kasus ini juga menjadi perhatian publik setelah beredar video yang diduga menampilkan korban dalam kondisi terluka. Dalam video tersebut, korban mengaku mengalami penyiksaan dan diminta membayar uang tebusan.
Dalam rekaman yang beredar di media sosial, korban disebut-sebut diminta membayar tebusan hingga USD 10 juta oleh para pelaku. Namun, kepolisian masih menyelidiki kebenaran video tersebut.
Polisi menegaskan proses penyelidikan masih berlangsung dan belum dapat memastikan seluruh informasi yang beredar di media sosial.
Polisi Selidiki Temuan Potongan Tubuh
Di tengah penyelidikan kasus penculikan ini, masyarakat Bali juga digegerkan dengan penemuan potongan tubuh manusia di muara Sungai Wos Teben, Desa Ketewel, Gianyar.
Polda Bali kini melakukan uji DNA untuk memastikan apakah potongan tubuh tersebut berkaitan dengan kasus dugaan penculikan turis Ukraina tersebut.
“Itu dua kasus yang berbeda. Lagi berjalan penculikan. Masalah potongan tubuh yang kemarin ditemukan, sedang dalam proses identifikasi ini potongan tubuh siapa dengan mencocokkan DNA, salah satunya dengan mencocokkan DNA orang tua korban penculikan ini,” ujar Ariasandy.
Menurutnya, polisi telah berkoordinasi dengan keluarga korban untuk pengambilan sampel DNA sebagai pembanding dalam proses identifikasi forensik.
“Makanya kemudian kita koordinasi dengan pihak keluarga yang bersangkutan untuk meminta sampel DNA,” jelasnya.
Penyelidikan Masih Berlanjut
Hingga kini, polisi masih mendalami motif di balik dugaan penculikan tersebut serta peran masing-masing tersangka. Aparat juga terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk melacak keberadaan para pelaku yang telah masuk dalam daftar pencarian orang.
Selain itu, kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi terkait kasus tersebut agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah proses penyelidikan yang masih berjalan.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp



You must be logged in to post a comment Login