Connect with us

Hallo, Mau Cari Berita Apa Nih?

Newest Indonesia

Teknologi

Rencana Revolusioner Elon Musk: Pusat Data Berbasis Satelit & Tenaga Surya Di Luar Angkasa

Elon Musk, CEO Tesla Inc., kiri, dan Larry Fink, CEO BlackRock Inc., selama Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos, Swiss, pada Kamis, 22 Januari 2026. Pertemuan tahunan para pemimpin politik, eksekutif puncak, dan selebritas di Davos ini berlangsung dari 19-23 Januari. Fotografer: Krisztian Bocsi/Bloomberg via Getty Images
Elon Musk, CEO Tesla Inc., kiri, dan Larry Fink, CEO BlackRock Inc., selama Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos, Swiss, pada Kamis, 22 Januari 2026. Pertemuan tahunan para pemimpin politik, eksekutif puncak, dan selebritas di Davos ini berlangsung dari 19-23 Januari. Fotografer: Krisztian Bocsi/Bloomberg via Getty Images

Newestindonesia.co.id – New York, Elon Musk kali ini mengamati industri yang sangat berbeda namun sama ambisiusnya dengan revolusi yang dia lakukan di sektor mobil listrik dan penerbangan ruang angkasa. Ia mengumumkan rencana untuk menempatkan data dan komputasi kecerdasan buatan (AI) di orbit Bumi dengan bantuan ribuan satelit bertenaga surya.

Musk menyatakan bahwa transfer pusat data ke ruang angkasa dapat membantu memenuhi kebutuhan komputasi AI yang terus meningkat tanpa menempatkan jaringan listrik dan infrastruktur di Bumi. Ini merupakan bagian dari upaya gabungan antara dua perusahaan besutannya, yaitu SpaceX dan xAI, yang kini bersiap melantai ke publik melalui penawaran saham perdana (IPO) besar-besaran.

“AI berbasis luar angkasa jelas merupakan satu-satunya cara untuk meningkatkan skala ,” tulis Musk di situs resmi SpaceX, seraya menambahkan tentang potensi energi surya di orbit, “ Di luar angkasa selalu cerah!,” dikutip melalui Associated Press (6/2).

Tantangan Teknis dan Lingkungan

Meskipun ide tersebut terdengar futuristik, banyak ahli teknologi dan ilmuwan yang skeptis terhadap kelayakan rencana Musk. Salah satu tantangan terbesar adalah persoalan pengelolaan panas .

Advertisement. Scroll to continue reading.

Data center modern menghasilkan panas dalam jumlah besar, dan di ruang angkasa, meskipun suhu latar sangat dingin, kekosongan ruang justru dapat membuat panas terperangkap di dalam perangkat karena tidak ada udara untuk menyerapnya.

“Chip komputer yang tidak didinginkan di luar angkasa akan menjadi terlalu panas dan meleleh lebih cepat dibandingkan chip komputer di Bumi, ” kata Josep Jornet , profesor teknik komputer dan elektro di Northeastern University. Untuk mengatasinya, menurut Jornet diperlukan sistem radiator raksasa yang memancarkan panas ke ruang angkasa — teknologi yang belum pernah dibangun dalam skala seperti ini.

Baca juga:  Xiaomi 17 Series Meluncur Global: Kamera Leica Hingga Lensa Periskop 200MP Di Xiaomi 17 Ultra

Isu Debu Antariksa dan Perawatan Perangkat

Masalah lain yang menjadi sorotan adalah risiko debu antariksa dan perawatan komponen. Dengan rencana menempatkan hingga jutaan satelit — jauh melebihi jumlah satelit Starlink saat ini — potensi tabrakan antarsatelit meningkat drastis.

“Kita bisa mencapai titik kritis di mana kemungkinan tabrakan akan menjadi terlalu besar” ujar John Crassidis , mantan insinyur NASA, menjelaskan risiko tabrakan dengan kecepatan tinggi yang dapat merusak infrastruktur orbit.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Sementara itu, perawatan dan penggantian komponen yang rusak juga menjadi tantangan serius.

“Di Bumi, yang akan Anda lakukan adalah mengirim seseorang ke pusat data… Anda mengganti server, Anda mengganti GPU” ujar Baiju Bhatt , CEO perusahaan energi surya ruang angkasa Aetherflux, menggambarkan kenyamanan yang hilang ketika pusat data berada di orbit.

Tanpa adanya tim teknisi yang bisa turun ke orbit, chip yang rusak harus diganti dengan perangkat cadangan yang dibawa sebelumnya — solusi yang mahal dan kompleks.

Persaingan Industri & Keunggulan Musk

Rencana Musk bukan satu-satunya upaya menuju pusat data orbit. Beberapa perusahaan lain juga sudah mengeksplorasi konsep serupa, meskipun dalam skala lebih kecil.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Namun Musk dinilai memiliki keunggulan strategi, yaitu kemampuan peluncuran roketnya sendiri melalui SpaceX. Hal ini memberi sinyal dan potensi biaya jauh lebih rendah daripada pesaing yang tidak memiliki kendaraan peluncur sendiri.

“ Ketika dia mengatakan kita akan menempatkan pusat data ini di luar angkasa, itu adalah cara untuk memberi tahu yang lain bahwa kita akan mempertahankan biaya peluncuran yang rendah ini untuk diri saya sendiri ,” ujar Pierre Lionnet , direktur riset di Eurospace, menggambarkan kekuatan Musk dalam persaingan ini.

Baca juga:  Telkomsel Buka Suara Soal Gangguan Internet IndiHome: Apa Penyebabnya?

(DAW)

Advertisement. Scroll to continue reading.
Newest Indonesia Saluran WhatsApp
Newest Indonesia hadir di Saluran WhatsApp

Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang

Ingin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Berita Lainnya

Nasional

Newestindonesia.co.id, Sebuah video viral di media sosial memicu perdebatan publik setelah memperlihatkan seorang wisudawan berteriak sambil memamerkan laptop di tengah suasana kelulusan kampus. Dalam...

Internasional

Newestindonesia.co.id, Warga Bolivia mulai beralih ke mobil listrik di tengah krisis bahan bakar yang semakin parah. Kelangkaan bensin, melonjaknya harga BBM, hingga isu kualitas...

Teknologi

Newestindonesia.co.id, Meta dikabarkan resmi menghentikan fitur enkripsi end-to-end (E2EE) pada layanan Direct Message (DM) Instagram mulai 8 Mei 2026. Kebijakan tersebut memicu kekhawatiran luas...

Teknologi

Newestindonesia.co.id, Di era digital 2026, keamanan website menjadi hal yang sangat penting. Serangan hacker, malware, DDoS, hingga pencurian data kini semakin sering terjadi, baik...

Teknologi

Newestindonesia.co.id, Kehadiran layanan internet satelit Starlink di Yaman mulai membawa perubahan besar bagi sebagian masyarakat yang selama bertahun-tahun hidup dengan koneksi internet lambat dan...

Teknologi

Newestindonesia.co.id, Tahun 2026 menjadi era baru bagi laptop gaming dengan hadirnya prosesor generasi terbaru serta GPU RTX seri terbaru yang menawarkan performa jauh lebih...

Teknologi

Newestindonesia.co.id, Perusahaan teknologi raksasa Apple mencatat kinerja keuangan yang kuat pada kuartal kedua 2026 sekaligus memulai transisi kepemimpinan besar setelah pengumuman suksesi CEO dari...

Teknologi

Newestindonesia.co.id, Samsung kembali meramaikan pasar smartphone kelas menengah premium di Indonesia dengan menghadirkan Galaxy A57 5G. Ponsel terbaru dari lini Galaxy A Series ini...

Advertisement