Imbas Efisiensi AI, Lebih dari 38.000 Karyawan Perusahaan Teknologi Kena PHK Selama Mei 2026
Foto: iStock/mikkelwilliam
Newestindonesia.co.id, Masifnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) terus memicu restrukturisasi besar-besaran di lanskap industri teknologi global. Sepanjang Mei 2026, gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) melanda puluhan ribu karyawan seiring dengan keputusan perusahaan untuk mengubah arah strategis ke sistem operasional berbasis otomatisasi.
Firma konsultan karier dan ketenagakerjaan, Challenger, Gray & Christmas memperkirakan, setidaknya terdapat 38.242 pekerja di sektor teknologi yang terkena dampak pemangkasan hubungan kerja selama periode Mei 2026 saja.
Kendati angka pengurangan tenaga kerja terbilang besar, sektor ini dinilai tidak sepenuhnya meredup. Chief Revenue Officer Challenger Gray & Christmas, Andy Challenger menyatakan teknologi tetap menjadi sektor dengan rencana perekrutan terbanyak sepanjang tahun ini.
Pivot Bisnis dan Peta Baru Pemangkasan Karyawan
Berdasarkan data kompilasi industri, motif utama di balik aksi korporasi ini didominasi oleh keinginan perusahaan untuk membangun kembali struktur bisnis yang adaptif terhadap kecerdasan buatan.
Salah satu platform e-commerce, Groupon, dilaporkan berencana memangkas sekitar 25 persen pekerjanya. Langkah pemangkasan ini diambil sebagai bagian dari upaya restrukturisasi perusahaan guna membangunnya kembali sebagai korporasi berbasis AI.
Di sisi lain, raksasa media sosial Meta juga mulai memberhentikan 8.000 karyawan dan berencana menutup 6.000 posisi lowongan kerja yang masih terbuka. Langkah agresif Meta ini diambil untuk memberikan ruang anggaran yang lebih besar bagi pos pengeluaran dan pengembangan teknologi AI mereka.
Kebijakan serupa ditempuh oleh Webflow, perusahaan pembuat sekaligus hosting situs web terkemuka. CEO Webflow, Linda Tong, menegaskan bahwa perubahan ini merupakan momentum krusial bagi masa depan industri digital.
“AI sedang menulis ulang aturan tentang bagaimana tim pemasaran membuat, menguji, dan mengoptimalkan pengalaman digital. Dan perusahaan yang bergerak tegas dalam momen seperti ini adalah yang akan unggul,” kata Linda Tong dalam keterangan resminya, Seperti dikutip Yahoo Tech melalui Kompas, Senin (8/6/2026).
Masih di lini bisnis pengembangan situs web, kompetitor mereka, Wix, turut mengurangi 20 persen pekerja pada periode yang sama. Salah satu pendiri sekaligus CEO Wix, Avishai Abrahami, secara terbuka mengumumkan bahwa langkah pemangkasan yang berdampak pada sekitar 1.000 posisi ini merupakan konsekuensi langsung dari pergeseran teknologi AI ke dalam industri.
“Kami perlu menjadi organisasi yang lebih cepat, ramping, dan datar,” tutur Avishai Abrahami menjelaskan arah efisiensi perusahaan.
Langkah Efisiensi Fintech dan Raksasa Ritel Ekosistem Digital
Di sektor teknologi finansial dan layanan bisnis, perusahaan perangkat lunak Intuit bersiap memberhentikan 3.000 karyawan, atau setara dengan 17 persen dari total keseluruhan tenaga kerjanya.
CEO Intuit, Sasan Goodarzi, dilaporkan telah mengirimkan memo internal kepada para karyawan yang menyebutkan bahwa kebijakan PHK tersebut sengaja ditempuh guna membantu akselerasi perusahaan memusatkan perhatian pada integrasi AI di seluruh lini layanannya.
Pergeseran drastis ini pun terlihat di sektor ritel online terbesar di dunia, Amazon. Setelah sebelumnya sempat memangkas kurang lebih sekitar 30.000 pekerja dalam beberapa gelombang pada bulan Oktober dan Januari, Amazon kini dilaporkan kembali memecat lebih banyak pekerjaan di berbagai divisinya.
Sementara itu, raksasa jaringan komputer Cisco turut melakukan PHK terhadap hampir 4.000 pekerjaan pada kuartal keempat tahun fiskal ini. Manajemen menjamin karyawan yang terdampak akan menerima hak mereka, berupa pembayaran bonus tahun 2026 secara proporsional serta penyediaan fasilitas dukungan karier melalui layanan penempatan kerja khusus dari Cisco.
CEO Cisco, Chuck Robbins, mengungkapkan bahwa pengurangan ini diimbangi dengan reposisi modal pada lini-lini yang lebih krusial dan bermasa depan panjang.
“Meskipun kami mengurangi peran di beberapa area, kami melakukan investasi strategis yang jelas terutama dalam silikon, optik, keamanan, dan penggunaan AI oleh karyawan kami di seluruh perusahaan,” ungkap Chuck Robbins.
Reorganisasi Struktural dan Otomatisasi Global
Kondisi berbeda dilaporkan terjadi pada platform jaringan profesional, LinkedIn. Perusahaan ini berencana memangkas 5 persen stafnya, atau mencakup sekitar 875 karyawan. Kendati demikian, berdasarkan laporan dari Reuters, kebijakan ini murni diambil atas dasar reorganisasi tim internal untuk memfokuskan pekerja pada area bisnis yang sedang berkembang. Salah satu sumber internal bahkan menegaskan bahwa alasan efisiensi tersebut bukan didasari oleh AI yang menggantikan pekerjaan di tubuh LinkedIn.
Sebaliknya, adopsi AI secara gamblang mendasari gelombang PHK di Cloudflare yang berdampak terhadap lebih dari 1.100 karyawan. Di samping itu, platform pembayaran digital PayPal juga mengumumkan rencana pemberhentian massal terhadap 4.800 pekerjanya.
CEO PayPal, Enrique Lores, merinci dua agenda utama perusahaan dalam kebijakan restrukturisasi kali ini.
“Pertama, kami akan menghilangkan duplikasi dan lapisan dalam struktur organisasi kami. Kedua, kami akan mempercepat adopsi AI dan otomatisasi di seluruh operasi kami,” jelas Enrique Lores secara tertulis.
Sentimen pergeseran cara kerja akibat kecerdasan buatan ini juga diakui oleh sektor aset digital. Platform pertukaran kripto Coinbase turut memberhentikan 700 karyawan atau sekitar 14 persen dari keseluruhan stafnya. CEO Coinbase, Brian Armstrong, menyampaikan bahwa kombinasi antara dinamika kondisi pasar saat ini dan kehadiran AI yang mengubah cara kerja mendasar mereka menjadi alasan utama di balik kebijakan PHK tersebut.
Dampak ke Lintas Sektor Industri
Tidak melulu terjadi di korporasi murni teknologi, imbas digitalisasi juga merembet ke sektor sekunder dan hiburan. Pada April 2026, Microsoft membuka program buyout (pensiun dini/kompensasi sukarela) pertama mereka bagi hingga 7 persen karyawannya. Program pensiun satu kali ini secara khusus ditargetkan untuk pekerja level senior director ke bawah dengan kriteria usia dan masa kerja tertentu.
Dari industri perlengkapan olahraga, Nike mengumumkan pengurangan sekitar 1.400 posisi kerja dalam jaringan operasional global mereka. Sebagian besar pos pemangkasan tersebut terkonsentrasi di dalam divisi divisi teknologi mereka.
Langkah penyesuaian bisnis juga menyasar Redwood Materials, perusahaan daur ulang baterai, yang memangkas sekitar 10 persen tenaga kerjanya atau sekitar 135 orang untuk menyesuaikan ulang fokus dan arah bisnis perusahaan.
Sementara dari industri hiburan, Disney memangkas 1.000 pekerjaan hanya berselang dua bulan pasca-pergantian posisi CEO, yang diikuti dengan unit Marvel yang turut mengurangi sekitar 8 persen dari total tenaga kerja mereka.
(DAW)