Connect with us

Hallo, Mau Cari Berita Apa Nih?

Newest Indonesia

Teknologi

Iklan Medsos Jadi Ladang Penipuan: AS Ajukan RUU UU Scam Perketat Verifikasi Pengiklan

Foto: iStock/vittaya25

Newestindonesia.co.id, Iklan di platform media sosial kini semakin dimanfaatkan sebagai sarana penipuan yang merugikan konsumen, mendorong legislator di Amerika Serikat memperkenalkan undang-undang baru untuk menindak praktik ini.

Pekan ini seperti dilansir melalui Reuters, dua senator AS dari kedua partai — Ruben Gallego (Demokrat-Arizona) dan Bernie Moreno (Republikan-Ohio) — mengajukan rancangan undang-undang bipartisan bernama Safeguarding Consumers from Advertising Misconduct Act atau disingkat SCAM Act . Aturan ini dirancang untuk memaksa perusahaan media sosial melakukan verifikasi pengiklan guna mencegah penipuan iklan muncul di platform mereka.

Dalam keterangan resmi mereka, para pengusul menyoroti bagaimana platform besar seperti Facebook dan Instagram serta jaringan iklan digital lainnya telah berkembang menjadi “jalur utama” bagi iklan penipuan, termasuk tawaran palsu, giveaway fiktif, serta skema investasi yang menelan korban dalam jumlah besar.

“Para penipu menggunakan media sosial untuk menipu warga Amerika dan mengambil tabungan mereka yang susah payah diperoleh, dan saat ini, platform-platform tersebut hampir tidak menghadapi konsekuensi apa pun karena membiarkan hal itu terjadi,” ujar Senator Moreno dalam rilis pernyataannya.

Advertisement. Scroll to continue reading.

“Jika sebuah perusahaan menghasilkan uang dari penayangan iklan di situs mereka, perusahaan tersebut memiliki tanggung jawab untuk memastikan iklan-iklan tersebut tidak bersifat penipuan.”

Senator Gallego menambahkan bahwa RUU ini akan menjelaskan tanggung jawab platform digital dalam melindungi konsumen dari penipuan yang dimulai melalui konten iklan berbayar.

“RUU bipartisan ini akan meminta pertanggungjawaban perusahaan media sosial dan melindungi uang konsumen secara online,” kata Gallego.

Isi RUU dan Langkah Verifikasi

RUU SCAM Act mewajibkan setiap platform yang menerima pembayaran untuk menayangkan iklan melakukan langkah-langkah berikut sebelum sebuah iklan tampil kepada pengguna:

Advertisement. Scroll to continue reading.
  • Verifikasi identitas pengiklan , termasuk dokumen resmi seperti KTP atau bukti legalitas entitas usaha.
  • Penerapan teknologi deteksi otomatis dan manual untuk mengidentifikasi iklan yang berputar.
  • Mekanisme pelaporan yang jelas bagi pengguna untuk menandai konten mencurigakan.
Baca juga:  Baterai MacBook Cepat Menurun? Simak Penyebab dan Tips Menjaganya

Jika platform gagal memenuhi standar ini, muncul konsekuensi hukum di bawah undang-undang larangan praktik curang atau menipu (praktik tidak adil atau menipu) yang dilindungi oleh Komisi Perdagangan Federal (FTC) dan kejaksaan negara bagian.

Dukungan dari Sektor Konsumen dan Industri

Usulan legislatif ini juga mendapatkan dukungan organisasi konsumen dan industri finansial di AS. Misalnya, Presiden dan CEO American Bankers Association Rob Nichols menyatakan bahwa industri perbankan telah aktif mendeteksi dan mencegah penipuan, namun kasino digital dan media sosial sering kali masih menyediakan “jalur bagi penipu untuk beraksi tanpa konsekuensi.”

Menurut Nichols, SCAM Act akan mendorong tanggung jawab platform lebih tinggi, sehingga volume penipuan tidak lagi berarti peningkatan pendapatan bagi mereka.

Latar Belakang Mengapa Langkah Ini Diperlukan

Penekanan legislator terhadap perlunya aturan ini semakin kuat setelah laporan investigasi menunjukkan bahwa skema penipuan iklan menghasilkan pendapatan yang signifikan bagi jaringan iklan digital, termasuk di antaranya Meta — pemilik Facebook dan Instagram.

Meskipun Meta berpendapat beberapa estimasi pendapatan dari iklan penipuan, menyebarkan hal tersebut memicu dorongan legislatif yang lebih luas terhadap perlindungan konsumen online.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Para senator yang mengusulkan RUU ini berharap bahwa langkah tersebut tidak hanya melindungi warga AS dari kerugian finansial, tetapi juga menjadi standar baru dalam literasi dan keamanan digital bagi pengguna di seluruh dunia.

(DAW)

Newest Indonesia Saluran WhatsApp
Newest Indonesia hadir di Saluran WhatsApp

Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang

Ingin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Berita Lainnya

Nasional

Newestindonesia.co.id, Kepolisian menegaskan bahwa foto yang disebut-sebut sebagai wajah pelaku penyiraman air keras terhadap aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS)...

Internasional

Newestindonesia.co.id, Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah Garda Revolusi Iran (IRGC) melontarkan ancaman langsung terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di tengah konflik...

Regional

Newestindonesia.co.id, Kasus dugaan pelecehan seksual terhadap seorang penumpang perempuan di kereta rel listrik (KRL) rute Jakarta Kota–Nambo viral di media sosial. Pihak KAI Commuter...

Teknologi

Newestindonesia.co.id, Perusahaan teknologi raksasa Meta Platforms dilaporkan tengah mempertimbangkan pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran yang berpotensi memangkas hingga 20 persen dari total tenaga kerja...

Internasional

Newestindonesia.co.id, Iran dilaporkan mempertimbangkan untuk mengizinkan sejumlah kapal tanker minyak melintasi Selat Hormuz dengan syarat transaksi minyak dilakukan menggunakan mata uang yuan China. Laporan...

Regional

Newestindonesia.co.id, Sebuah video yang memperlihatkan menu siomay dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, viral di media sosial. Dalam video...

Internasional

Newestindonesia.co.id, Iran meningkatkan serangan militernya di kawasan Teluk setelah konflik dengan Amerika Serikat dan Israel semakin memanas. Serangan tersebut dilaporkan menargetkan sejumlah negara di...

Regional

Newestindonesia.co.id, Viral beredar di media sosial sebuah video syur yang diperankan oleh WNA sebagai selebgram dan ojek online (Ojol) di Bali. Video itu pun...

Advertisement