Connect with us

Hallo, Mau Cari Berita Apa Nih?

Newest Indonesia

Teknologi

30 Tahun Pokémon, Kisah Sukses Kultural Dan Sosial Di Balik Game Legendaris

Foto: Nintendo

Newestindonesia.co.id, Pokémon, waralaba permainan video yang kini berusia lebih dari 30 tahun, telah berubah dari objek kecurigaan menjadi fenomena global yang mempererat hubungan antar pemain di seluruh dunia. Cerita ini terungkap dalam sebuah ekstrak buku Super Nintendo: How One Japanese Company Helped the World Have Fun oleh jurnalis permainan video Keza MacDonald, seperti dilaporkan dalam media The Guardian pada 6 Februari 2026.

Dalam pengantar artikelnya, MacDonald mengenang mimpinya sewaktu kecil untuk ikut serta dalam Pokémon World Championships di Sydney pada tahun 2000. Ia menghabiskan waktu melatih tim Pokémon dari kartrid Pokémon Red di Game Boy sebelum beralih ke arena tiga dimensi di Pokémon Stadium pada Nintendo 64 — meskipun akhirnya baru berhasil menghadiri kompetisi tersebut sebagai jurnalis ketika berusia 26 tahun di Washington DC.

Disaksikan di bawah influensa Pikachu raksasa mengambang di langit arena, kejuaraan itu menunjukkan bagaimana para pesaing dan penonton bersatu dalam rasa cinta tanpa pamrih terhadap permainan yang penuh warna serta messaging tentang kepercayaan, persahabatan, dan kerja keras.

MacDonald mencatat bahwa walau pada gelombang pertama fenomena Pokémania di akhir 1990-an permainan ini dipandang dengan curiga oleh banyak orang dewasa, generasi penggemar pertama kini telah tumbuh dewasa bahkan menjadi orang tua sendiri. Mereka kini melihat Pokémon sebagai series yang imajinatif, menantang, dan “cukup sehat” yang menghargai setiap jam yang dihabiskan anak-anak untuk bermain.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Selama tiga dekade sejak versi asli Pokémon Red dan Blue dirilis di Jepang pada 1996, Pokémon berhasil menempatkan dirinya di antara karya fiksi anak-anak ikonik seperti Harry Potter, Famous Five, dan Narnia. Setiap permainan menghadirkan perjalanan imersif di mana pemain — lengkap dengan ibu yang mengantar berciuman saat memulai petualangan — harus menavigasi dunia hampir tanpa pengawasan orang dewasa.

Baca juga:  Menang Gugatan, Meta–YouTube Divonis Rp47 Miliar Atas Kecanduan Media Sosial

Pakar budaya populer bahkan menyebut Pokémon sebagai cultural shorthand bagi generasi milenial, melampaui franchise Nintendo lainnya seperti Mario atau Zelda. Pokémon dirancang sejak awal sebagai permainan sosial yang mendorong pertukaran dan pertarungan antar pemain untuk menyelesaikan koleksi monster virtual mereka. Di era internet modern, ide ini semakin diperluas sehingga keinteraksian dalam Pokémon menjadi normal bagi komunitas gamer.

Penjualan rendah awal dan pertumbuhan bertahap menunjukkan bahwa kesuksesan Pokémon bukanlah kilat, melainkan hasil dari penjualan lambat namun mantap selama bertahun-tahun. Ketika pertama kali muncul sebagai Pocket Monsters Red dan Green dalam kartrid monokrom di Game Boy, tak ada yang memperkirakan permainan ini akan mendunia.

Namun, hubungan manusia-alam yang kental dalam dunia Pokémon, termasuk momen-momen emosional seperti di Lavender Town — tempat para pelatih berkumpul untuk menghormati Pokémon yang telah tiada — memperkuat daya tariknya.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Salah satu strategi paling jitu adalah fakta bahwa versi Pokémon hadir dalam pasangan berbeda (seperti Red dan Blue), sehingga mendorong pemain berinteraksi dan saling trade untuk menyelesaikan Pokédex. Konsep ini menekankan koneksi antarpemain, berbeda dengan permainan lain seperti Tetris yang lebih menonjolkan kompetisi melalui link cable.

Saat pertama kali tiba di Amerika Serikat pada 1998 dan kemudian di Eropa pada 1999, Pokémon sudah menjadi franchise melalui gim, TV, film, mainan, serta barang dagangan lainnya yang diluncurkan secara strategis.

Meski awalnya sempat menerima kritik tajam — termasuk sebuah artikel Time Magazine yang menyebut Pokémon sebagai “pestilential Ponzi scheme” dan menggambarkan perilaku pemain muda sebagai “delinquent” — Pokémon kini menjadi salah satu properti hiburan dengan pendapatan tertinggi di dunia, menghasilkan lebih dari US$100 miliar, melampaui Star Wars dan Marvel Cinematic Universe.

Cultural backlash lain sempat muncul, dengan beberapa pastor di AS menyebut Pikachu sebagai “iblis” dan menuntut pelarangan acara TV Pokémon — respons yang sekarang dipandang berlebihan melihat dampak positif jangka panjang yang dimiliki waralaba ini.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Selain itu, peluncuran Pokémon Go pada Juli 2016 mengubah cara permainan ini dinikmati. Dengan gameplay berbasis lokasi nyata melalui peta dan augmented reality, Pokémon Go menyatukan jutaan pemain yang berkumpul di lokasi publik, menjadikannya fenomena sosial yang nyata di dunia nyata, bukan sekadar digital.

Baca juga:  iPhone Fold: Rumor iPhone Lipat Apple - Harga & Spesifikasi Terbaru

Di akhir artikelnya, MacDonald menyimpulkan bahwa daya tahan dan daya tarik Pokémon dalam budaya pop modern bercermin pada hubungan emosional antara manusia dan dunia fiksi serta nilai-nilai yang dia tanamkan tentang evolusi dan harmoni dengan alam. Pokémon pun telah menjadi bukti bahwa video game bisa menjadi vektor kuat untuk koneksi antarmanusia, yang lahir dari kecintaan seorang anak terhadap alam.

(DAW)

Advertisement. Scroll to continue reading.
Newest Indonesia Saluran WhatsApp
Newest Indonesia hadir di Saluran WhatsApp

Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang

Ingin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Berita Lainnya

Teknologi

Newestindonesia.co.id, Meta dikabarkan resmi menghentikan fitur enkripsi end-to-end (E2EE) pada layanan Direct Message (DM) Instagram mulai 8 Mei 2026. Kebijakan tersebut memicu kekhawatiran luas...

Teknologi

Newestindonesia.co.id, Di era digital 2026, keamanan website menjadi hal yang sangat penting. Serangan hacker, malware, DDoS, hingga pencurian data kini semakin sering terjadi, baik...

Teknologi

Newestindonesia.co.id, Kehadiran layanan internet satelit Starlink di Yaman mulai membawa perubahan besar bagi sebagian masyarakat yang selama bertahun-tahun hidup dengan koneksi internet lambat dan...

Teknologi

Newestindonesia.co.id, Tahun 2026 menjadi era baru bagi laptop gaming dengan hadirnya prosesor generasi terbaru serta GPU RTX seri terbaru yang menawarkan performa jauh lebih...

Teknologi

Newestindonesia.co.id, Perusahaan teknologi raksasa Apple mencatat kinerja keuangan yang kuat pada kuartal kedua 2026 sekaligus memulai transisi kepemimpinan besar setelah pengumuman suksesi CEO dari...

Teknologi

Newestindonesia.co.id, Samsung kembali meramaikan pasar smartphone kelas menengah premium di Indonesia dengan menghadirkan Galaxy A57 5G. Ponsel terbaru dari lini Galaxy A Series ini...

Teknologi

Newestindonesia.co.id, Penggunaan plugin nulled atau plugin bajakan masih menjadi pilihan sebagian pemilik website, terutama pengguna WordPress yang ingin mengakses fitur premium tanpa harus membeli...

Teknologi

Newestindonesia.co.id, Vivo resmi memperkenalkan smartphone flagship terbaru mereka, Vivo X300 Ultra, yang langsung menarik perhatian pasar global berkat fokus besar pada teknologi fotografi mobile...

Advertisement