Budimir Jadi Pahlawan Kroasia, Panama Angkat Koper Dari Piala Dunia 2026
Ante Budimir dari Kroasia merayakan gol pertama timnya bersama Ivan Perisic dan Martin Baturina [John E Sokolowski/Reuters]
Newestindonesia.co.id, Kroasia menjaga peluang lolos ke babak gugur Piala Dunia 2026 setelah meraih kemenangan penting 1-0 atas Panama pada laga Grup L yang berlangsung di Toronto Stadium, Kanada, Selasa (23/6) waktu setempat. Gol tunggal yang dicetak Ante Budimir pada babak kedua menjadi pembeda dalam pertandingan yang berlangsung ketat dan penuh tekanan bagi kedua tim.
Dilansir melalui Reuters, Hasil ini sekaligus mengakhiri perjalanan Panama di Piala Dunia 2026. Setelah menelan dua kekalahan beruntun di fase grup, wakil CONCACAF tersebut dipastikan tidak mampu mengejar perolehan poin pesaingnya dan harus angkat koper lebih awal.
Sementara itu, Kroasia meraih tiga poin perdana setelah sebelumnya kalah dari Inggris pada laga pembuka Grup L. Kemenangan tersebut membuat peluang tim berjuluk Vatreni untuk melangkah ke babak 32 besar tetap terbuka hingga pertandingan terakhir fase grup.
Budimir Muncul Sebagai Penentu
Pertandingan berjalan cukup seimbang pada babak pertama. Panama tampil disiplin dalam bertahan dan beberapa kali mampu mengganggu alur permainan Kroasia. Kedua tim kesulitan menciptakan peluang bersih sehingga skor tetap imbang tanpa gol hingga turun minum.
Momentum berubah setelah pelatih Kroasia melakukan pergantian pemain. Ante Budimir yang masuk sebagai pemain pengganti berhasil memecah kebuntuan pada menit ke-54.
Gol bermula dari kerja sama apik di sisi kanan serangan Kroasia. Josip Stanisic mengirimkan umpan matang yang berhasil diselesaikan Budimir dari jarak dekat untuk mengubah kedudukan menjadi 1-0. Gol tersebut menjadi gol pertama Budimir di ajang Piala Dunia sepanjang kariernya.
Setelah unggul, Kroasia lebih fokus menjaga keseimbangan permainan. Panama mencoba meningkatkan intensitas serangan untuk mencari gol penyama kedudukan, namun pertahanan Kroasia mampu bertahan hingga peluit akhir dibunyikan.
Panama Berjuang Keras, Namun Gagal Memanfaatkan Peluang
Meski kalah, Panama tidak menyerah begitu saja. Tim asuhan Thomas Christiansen sempat memberikan tekanan dan menciptakan sejumlah peluang berbahaya, terutama pada babak kedua.
Namun efektivitas penyelesaian akhir menjadi masalah utama. Dari beberapa kesempatan yang diperoleh, Panama gagal mengonversinya menjadi gol. Penampilan kiper Kroasia, Dominik Livakovic, juga menjadi salah satu faktor yang membuat gawang Kroasia tetap aman hingga akhir laga.
Kekalahan ini membuat Panama belum mampu mencetak gol dalam dua pertandingan pertama mereka di Piala Dunia 2026. Sebelumnya mereka juga kalah tipis dari Ghana dengan skor 0-1.
Modric Rayakan Penampilan ke-200 Bersama Kroasia
Laga melawan Panama memiliki makna khusus bagi kapten Kroasia, Luka Modric. Gelandang veteran berusia 40 tahun itu mencatatkan penampilan internasional ke-200 bersama tim nasional Kroasia.
Pencapaian tersebut menempatkan Modric dalam kelompok eksklusif pemain yang mampu mencapai angka 200 pertandingan internasional bersama negaranya. Rekan-rekan setimnya memberikan penghormatan khusus setelah pertandingan usai sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi sang legenda.
Momen tersebut menjadi semakin istimewa karena Kroasia berhasil meraih kemenangan penting yang menjaga peluang mereka di turnamen.
Budimir: Kemenangan Ini Harus Jadi Titik Awal
Usai pertandingan, Budimir mengaku bahagia dapat mencetak gol pertamanya di Piala Dunia sekaligus membantu tim meraih kemenangan krusial.
“Kami akhirnya memulai langkah kami di turnamen ini dan berharap bisa mengambil pelajaran yang tepat dari kemenangan ini,” kata Budimir kepada wartawan.
Penyerang berusia 34 tahun tersebut juga menegaskan bahwa kemenangan atas Panama harus menjadi fondasi bagi Kroasia untuk tampil lebih baik pada laga berikutnya.
“Saya senang bisa mencetak gol pertama saya di Piala Dunia. Yang terpenting adalah kami mulai meraih kemenangan dan kembali menjadi tim yang kami kenal,” ujar Budimir dikutip melalui Reuters.
Ia juga memberikan penghormatan kepada Luka Modric yang baru saja menorehkan penampilan ke-200 bersama tim nasional.
“Kami bersyukur memiliki kapten seperti Luka, pemain hebat sekaligus pribadi yang luar biasa,” tambahnya.
Christiansen Tetap Bangga dengan Panama
Di kubu Panama, pelatih Thomas Christiansen tetap memberikan apresiasi terhadap perjuangan anak asuhnya meskipun gagal lolos ke fase gugur.
Menurut Christiansen, para pemainnya telah menunjukkan semangat juang tinggi saat menghadapi lawan-lawan yang secara pengalaman dan kualitas berada di level lebih tinggi.
Pelatih asal Denmark itu berharap penampilan Panama di Piala Dunia kali ini dapat membuka lebih banyak peluang bagi para pemainnya untuk berkarier di kompetisi yang lebih besar. Ia juga menilai timnya menunjukkan perkembangan dibandingkan penampilan mereka pada Piala Dunia 2018.
Persaingan Grup L Masih Terbuka
Kemenangan atas Panama membuat Kroasia mengoleksi tiga poin dan menempati posisi ketiga Grup L. Inggris dan Ghana berada di posisi lebih baik setelah bermain imbang tanpa gol pada pertandingan lainnya.
Pada laga terakhir fase grup, Kroasia akan menghadapi Ghana dalam pertandingan hidup-mati untuk menentukan nasib mereka di turnamen. Sementara Panama akan menutup perjalanan mereka dengan menghadapi Inggris meski sudah dipastikan tersingkir.
Bagi Kroasia, kemenangan tipis atas Panama bukan hanya soal tiga poin. Hasil tersebut menjadi suntikan moral penting setelah awal turnamen yang kurang meyakinkan. Kini, seluruh fokus tertuju pada laga penentuan melawan Ghana yang akan menentukan apakah perjalanan Luka Modric dan kawan-kawan di Piala Dunia 2026 masih akan berlanjut atau berakhir di fase grup.
(DAW)