Viral Pelajar Bacok Pelajar Di Palmerah, Korban Alami Luka 7 Jahitan

seorang-pengendara-sepeda-motor-di-palmerah-jakbar-dibacok-seorang-pelajar-polisi-telah-menangkap-pelaku-dok-istimewa-1781080746008_169

Foto: Seorang pengendara sepeda motor di Palmerah, Jakbar dibacok seorang pelajar. Polisi telah menangkap pelaku. (dok Istimewa)

Newestindonesia.co.id, Aksi kekerasan yang melibatkan pelajar kembali terjadi di Jakarta Barat. Seorang pelajar berinisial DFR (17) menjadi korban pembacokan oleh pelajar lain saat sedang dalam perjalanan menuju sekolah di kawasan Palmerah, Jakarta Barat.

Peristiwa yang terjadi pada Selasa (9/6/2026) sekitar pukul 13.45 WIB itu sempat terekam kamera CCTV dan videonya beredar luas di media sosial. Rekaman tersebut memperlihatkan korban yang mengendarai sepeda motor seorang diri tiba-tiba diserang menggunakan senjata tajam jenis celurit oleh pelaku yang datang dari arah berlawanan.

Dalam video yang beredar, pelaku terlihat langsung mengayunkan celurit saat berpapasan dengan korban. Setelah serangan pertama, pelaku bahkan turun dari sepeda motor dan kembali melakukan pembacokan sebanyak dua kali.

Korban sempat berusaha menyelamatkan diri dengan memacu kendaraannya meninggalkan lokasi. Sementara itu, pelaku melarikan diri setelah melakukan aksinya.

Polisi Tangkap Dua Pelaku

Kepolisian bergerak cepat menindaklanjuti laporan yang dibuat korban. Hasil penyelidikan mengarah kepada dua orang pelaku yang akhirnya berhasil diamankan.

Kasi Humas Polres Metro Jakarta Barat AKP Wisnu Wiratama membenarkan bahwa pelaku telah ditangkap dan kasus tersebut kini ditangani oleh Polsek Palmerah.

“Pelaku sudah ditangkap, kasus ditangani Polsek Palmerah,” kata AKP Wisnu Wiratama, dikutip melalui detikNews.

Secara terpisah, Kanit Reskrim Polsek Palmerah AKP Dede Sobari mengungkapkan bahwa ada dua orang yang diamankan dalam kasus tersebut. Keduanya masih berstatus pelajar.

“Pelaku sudah ditangkap, 2 orang. Satu usia anak, 1 sudah usia dewasa, tapi keduanya pelajar,” ujar AKP Dede Sobari.

Korban Ternyata Juga Pelajar

Penyelidikan polisi kemudian mengungkap bahwa korban dan pelaku sama-sama berstatus pelajar. Akibat serangan tersebut, korban mengalami luka bacok di bagian punggung dan harus menjalani perawatan medis.

Baca juga:  Pemkab Banyuasin Percepat Penambahan Dapur SPPG Untuk Perluas Program Makan Bergizi Gratis 2026

AKP Wisnu mengatakan korban mengalami luka yang cukup serius hingga membutuhkan tujuh jahitan.

“Korbannya juga pelajar, ada luka bacok 7 jahitan di punggung,” kata Wisnu.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, korban mengaku tidak memiliki masalah dengan pelaku. Saat kejadian, ia hanya sedang berangkat dari rumah menuju sekolah dan melintasi lokasi kejadian.

“Hasil pemeriksaan awal, korban berangkat dari rumah menuju sekolah melewati TKP. Kemudian, korban bertemu sejumlah pelajar lain, tiba-tiba diserang pakai celurit,” ujar Wisnu.

Setelah mengalami luka akibat pembacokan, korban memilih pulang dan mendapatkan penanganan medis sebelum akhirnya melapor ke Polsek Palmerah pada hari yang sama.

Pelaku Beraksi Bersama Rekannya

Dari hasil pengembangan kasus, polisi menemukan bahwa aksi penyerangan tersebut tidak dilakukan sendirian. Kedua pelaku yang ditangkap mengaku beraksi bersama lima orang lainnya.

“Kedua pelaku mengakui perbuatan bersama 5 orang temannya,” kata Wisnu.

Polisi sempat mengamankan tujuh orang untuk dimintai keterangan lebih lanjut terkait keterlibatan mereka dalam kasus tersebut. Hingga kini, penyidik masih mendalami peran masing-masing pihak guna menentukan status hukum mereka.

Selain mengamankan pelaku, polisi juga menyita sejumlah barang bukti berupa celurit yang digunakan saat menyerang korban, sepeda motor yang dipakai pelaku, serta masker yang dikenakan saat kejadian.

Menurut hasil penyelidikan sementara, aksi penyerangan dilakukan tanpa alasan yang jelas. Polisi masih terus mendalami motif di balik pembacokan yang menimpa pelajar tersebut.

Polisi Dalami Motif Pembacokan

Kasus pembacokan antar pelajar ini menambah daftar panjang kekerasan yang melibatkan remaja di wilayah Jakarta Barat. Aparat kepolisian saat ini masih melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap para pelaku dan saksi guna mengungkap secara pasti motif penyerangan.

Penyidik juga menelusuri kemungkinan adanya keterkaitan dengan kelompok pelajar tertentu maupun rencana aksi yang telah dipersiapkan sebelumnya. Hingga saat ini, polisi memastikan proses hukum terus berjalan dan seluruh pihak yang terlibat akan dimintai pertanggungjawaban sesuai ketentuan yang berlaku.

(DAW)