Tragedi Tasikmalaya: Bayi 2 Bulan Diculik Kenalan Ibu Di Medsos, Polisi Gerak Cepat Tangkap Pelaku

0
polisi-saat-mengamankan-bayi-dari-pelaku-penculikan-di-tasikmalaya-1770429555313_169

Polisi saat mengamankan bayi dari pelaku penculikan di Tasikmalaya (Foto: Istimewa)

Harga Emas Hari Ini
Advertisement

Newestindonesia.co.id – Jabar, Sebuah kasus penculikan mengguncang warga Tasikmalaya setelah seorang bayi laki-laki berusia dua bulan dilaporkan hilang diculik di depan mata ibunya sendiri di kawasan Masjid Agung Singaparna, Tasikmalaya, Jawa Barat pada Senin (2/2/2026) siang. Peristiwa ini bermula dari pertemuan antara ibu korban yang berinisial WR (41) dengan seorang pria yang dikenalnya melalui media sosial.

Awalnya Pertemuan Biasa, Berujung Penculikan

Menurut keterangan WR kepada petugas, ia pertama kali menjalin komunikasi dengan terduga pelaku melalui akun media sosial. Kedua pihak kemudian sepakat untuk bertemu di pelataran Masjid Agung Singaparna. Dipercaya oleh WR, pelaku bahkan beberapa kali sempat mengunjungi rumahnya.

Saat pertemuan berlangsung, WR membawa serta bayinya yang masih berusia dua bulan tanpa kecurigaan apapun. Pelaku awalnya meminta agar bayi tersebut diletakkan di teras masjid. Namun sesaat kemudian, pria itu langsung menggendong bayi tersebut dan berusaha membawanya pergi. WR yang terkejut sempat mencoba menahan namun terpaksa melepaskan karena ancaman pelaku yang menyatakan akan melempar bayi jika ia berteriak atau mencari pertolongan.

“Saya sempat mau kejar. Tapi takut dia benar-benar melampiaskan ancamannya,” ujar WR yang sempat berada dalam keadaan panik saat melapor ke polisi.

Respons Cepat Petugas, Pelaku Dikejar ke Luar Kota

Mendapat laporan, Satreskrim Polres Tasikmalaya segera membentuk tim khusus yang dipimpin oleh Plt Kasat Reskrim Ipda Agus Yusup Suryana, bersama Kanit PPA Aiptu Josner Ringgo dan Kanit Resmob Ipda Devi. Tanpa membuang waktu, tim bergerak malam menuju koordinat terduga pelaku yang terdeteksi berada di luar kota.

Tim menempuh ratusan kilometer hingga tiba di Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Menjelang subuh, polisi mengepung rumah tempat pelaku bersembunyi. Karena khawatir keselamatan bayi terancam, petugas bertindak sangat hati-hati sebelum melakukan penyergapan.

Baca juga:  Usut Penipuan Investasi Mantan Pegawai, Bank Mandiri Taspen Tempuh Jalur Edukasi Dan Hukum

“Kami sangat hati-hati karena khawatir bayi dijadikan sandera jika pelaku terbangun. Sesuai ancamannya saat menculik, kami tidak ingin terjadi hal buruk pada bayi tersebut,” ujar Aiptu Josner Ringgo kepada wartawan.

Pelaku Ditangkap, Bayi Ditemukan Selamat

Pelaku yang diketahui berinisial WD akhirnya diringkus tanpa perlawanan saat tertidur. Meski sempat mengaku bahwa bayi yang dibawa adalah anak kandungnya, WD tidak berhasil meyakinkan petugas dan langsung dibawa ke Mapolres Tasikmalaya.

Namun saat ditangkap, bayi korban tidak berada bersamanya. Setelah diinterogasi, WD menunjukkan lokasi di mana ia menitipkan anak itu: rumah kontrakan kakak kandung pelaku, sekitar 30 menit dari lokasi penangkapan.

Bayi tersebut ditemukan dalam keadaan sehat dan selamat. Anggota Polisi Wanita (Polwan) kemudian mengevakuasi korban ke Mapolres untuk diserahkan kembali kepada ibunya.

Masih Diselidiki: Motif Penculikan

Kasus ini kini tengah dalam penyelidikan lebih lanjut oleh kepolisian setempat. Plt Kasat Reskrim Ipda Agus Yusup Suryana menyatakan bahwa pihaknya masih mendalami motif WD nekat menculik bayi tersebut secara paksa.

“Kami masih mendalami motif pelaku nekat menculik bayi tersebut secara paksa. Mohon waktu, pemeriksaan masih berjalan,” tutup Ipda Agus.

Peristiwa penculikan anak, terutama bayi, merupakan tindakan kriminal yang sangat serius. Laporan ini mencerminkan bagaimana komunikasi lewat media sosial dapat membawa risiko keselamatan jika tidak disertai kehati-hatian. Kepolisian masih melakukan pendalaman motif dan latar belakang pelaku, sementara korban telah kembali ke pelukan keluarga.

Sumber: Berbagai Sumber, (DAW)

Berita Hukum Dan Kriminal
Advertisement

Tinggalkan Balasan