Strategi Hilirisasi Kopi & Kelapa, Kunci Perekonomian Sumatera Selatan

0
Foto: Ilustrasi komoditas kelapa (ANTARAFOTO/Adiwinata Solihin)

Foto: Ilustrasi komoditas kelapa (ANTARAFOTO/Adiwinata Solihin)

Harga Emas Hari Ini
Advertisement

Newestindonesia.co.id – Sumsel, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Pemprov Sumsel) terus memperkuat strategi pembangunan ekonomi daerah melalui percepatan hilirisasi komoditas unggulan. Fokus utama kini diarahkan pada pengolahan kopi dan kelapa agar tidak hanya dipasarkan sebagai bahan mentah, tetapi memiliki nilai tambah tinggi yang mendorong kesejahteraan petani dan pertumbuhan ekonomi lokal.

Hilirisasi komoditas dinilai sebagai kunci strategis memperkuat struktur ekonomi daerah serta membuka peluang baru dalam penciptaan lapangan kerja dan peningkatan pendapatan petani. Langkah ini sejalan dengan visi pembangunan jangka menengah daerah yang termuat dalam RPJMD dan arah kebijakan Presiden RI dalam percepatan kesejahteraan masyarakat.

Pemerintah Dorong Hilirisasi untuk Nilai Ekonomi Lebih Tinggi

Sekretaris Daerah (Sekda) Sumsel, Edward Candra, menegaskan bahwa hilirisasi komoditas harus menjadi prioritas untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi bagi petani dan daerah.

“Tentu kita andalkan pertanian ya, dan hilirisasi juga didorong dari komoditas-komoditas yang ada. Kita punya kopi yang jumlahnya cukup banyak di Sumsel,” ujar Edward saat diwawancarai, Rabu (28/1/2026).

Menurutnya, langkah strategis yang tengah digulirkan antara lain pembangunan fasilitas pengolahan, termasuk groundbreaking untuk industri pengolahan kelapa, agar produk olahan kelapa dapat dipasarkan secara luas dan kompetitif baik di pasar domestik maupun ekspor.

Meningkatkan Daya Saing dan Pertumbuhan Ekonomi

Hilirisasi juga dianggap sebagai bagian dari strategi pemulihan dan percepatan ekonomi di Sumsel. Dengan nilai pertumbuhan ekonomi daerah yang berada di atas nasional, sinergi antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, dan instansi vertikal lainnya terus diperkuat untuk memastikan momentum ini bisa dipertahankan.

Dalam berbagai pertemuan dan diskusi multi-pihak sebelumnya, hal serupa juga kembali ditegaskan oleh pelaku usaha dan pemangku kepentingan. Dukungan lembaga keuangan serta pembinaan produksi dan pemasaran menjadi bagian integral dalam memperkuat ekosistem hilirisasi komoditas.

Baca juga:  KDRT Di Palembang: Ketika Izin Bekerja Picu Penganiayaan, Korban Melapor Ke Polisi

Baca di halaman selanjutnya >>>

Berita Hukum Dan Kriminal
Advertisement

Tinggalkan Balasan