Menunggu Taksi Online, Warga Jakpus Jadi Korban Jambret Dan Rugi Belasan Juta

kasus-penjambretan-hp-warga-di-bendungan-hilir-benhil-jjakpus-viral-di-medsos-polisi-menyelidiki-kasus-dan-mencari-pelaku-jamb-1781866286184_169

Kasus penjambretan HP warga di Bendungan Hilir (Benhil), Jakpus viral di medsos. Polisi menyelidiki kasus dan mencari pelaku jambret. (dok Istimewa/repro)

Harga Emas Hari Ini
Advertisement

Newestindonesia.co.id, Kasus penjambretan telepon seluler yang menimpa seorang pria di kawasan Bendungan Hilir (Benhil), Tanah Abang, Jakarta Pusat, menjadi perhatian publik setelah videonya beredar luas di media sosial. Tak hanya kehilangan ponsel, korban juga mengalami kerugian lebih besar karena pelaku diduga berhasil membobol sistem keamanan perangkat dan menguras limit layanan paylater miliknya hingga belasan juta rupiah.

Korban Dijambret Saat Menunggu Taksi Online

Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (7/6) di kawasan Bendungan Hilir, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat. Saat itu korban tengah berada di pinggir jalan sambil menunggu kedatangan taksi online yang telah dipesannya.

Dalam rekaman video yang beredar, korban tampak berdiri di tepi jalan dan didampingi seorang perempuan. Situasi terlihat normal hingga tiba-tiba seorang pengendara sepeda motor datang dari arah belakang.

Pelaku yang mengenakan jaket berwarna hijau menyerupai atribut pengemudi ojek online langsung merampas ponsel milik korban dan melarikan diri dengan kecepatan tinggi. Kejadian berlangsung sangat cepat sehingga korban tidak sempat melakukan perlawanan.

Pelaku Diduga Membobol Akun dan Menguras Limit Paylater

Tidak berhenti pada aksi penjambretan, pelaku diduga berhasil mengakses perangkat milik korban. Setelah menguasai telepon seluler tersebut, pelaku disebut mampu membobol sistem pengamanan ponsel dan menggunakan fasilitas pinjaman paylater yang terdapat pada aplikasi dompet digital maupun platform e-commerce.

Akibat kejadian itu, korban mengalami kerugian yang nilainya mencapai belasan juta rupiah. Kasus tersebut kemudian dilaporkan kepada pihak kepolisian untuk ditindaklanjuti.

Modus kejahatan dengan memanfaatkan akses terhadap perangkat korban ini menjadi perhatian karena menunjukkan bahwa pencurian telepon seluler tidak lagi sebatas kehilangan barang, melainkan juga berpotensi mengakibatkan kerugian finansial yang jauh lebih besar.

Baca juga:  Polda Metro Jaya Selidiki Isu WNA Pedofil Di Jakarta-Bekasi, Fakta Baru Terungkap

Polisi Lakukan Penyelidikan

Kepolisian membenarkan bahwa korban telah membuat laporan resmi terkait kejadian tersebut. Saat ini penyelidikan masih terus dilakukan oleh jajaran Polsek Tanah Abang.

Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat, Iptu Erlyn Sumantri, mengatakan laporan korban telah diterima dan saat ini proses penyelidikan sedang berlangsung.

“Keterangan Kasat Reskrim, korban sudah melaporkan kejadiannya ke Polsek Tanah Abang dan kasusnya dalam proses penyelidikan,” kata Kasi Humas Polres Metro Jakpus, Iptu Erlyn Sumantri, Jumat (19/6/2026) dikutip melalui detikNews.

Menurut Erlyn, penyidik masih mengumpulkan berbagai petunjuk dan alat bukti untuk mengungkap identitas pelaku.

Polisi juga tengah meminta keterangan dari para saksi serta menelusuri rekaman kamera pengawas atau CCTV yang berada di sekitar lokasi kejadian.

“Betul, intinya, Unit Reskrim Polsek Tanah Abang sedang bekerja untuk penyelidikan, kasusnya masih didalami,” ujar dia.

Grab Indonesia Turut Menindaklanjuti

Peristiwa tersebut turut mendapat perhatian dari Grab Indonesia. Dalam kolom komentar akun Instagram @jakartapusat.info, pihak perusahaan menyampaikan keprihatinan atas insiden yang terjadi.

Grab mengungkapkan bahwa pihaknya telah menerima laporan dari pelapor terkait dan sedang melakukan penelusuran internal.

“Kami turut prihatin atas insiden yang terjadi dalam video tersebut. Saat ini, kami telah menerima laporan langsung dari pelapor terkait dan tengah menindaklanjutinya secara serius melalui proses penelusuran oleh tim kami,” kata Grab melalui akun @grabid.

Perusahaan transportasi berbasis aplikasi itu juga menegaskan komitmennya dalam menjaga keamanan pengguna dan siap bekerja sama dengan aparat penegak hukum apabila dibutuhkan.

“Grab senantiasa berkomitmen untuk menjaga keamanan dan kenyamanan seluruh pengguna, serta akan bekerja sama dengan pihak berwajib apabila diperlukan dalam proses tindak lanjut laporan ini,” tambah Grab.

Baca juga:  Warga Tambora Geger! Dikira Bawa Mayat, Ternyata Pria Ini Gendong Hewan Raksasa Hidup

Waspadai Risiko Penyalahgunaan Data Digital

Kasus ini menjadi pengingat bagi masyarakat mengenai pentingnya menjaga keamanan perangkat elektronik dan akun keuangan digital. Kehilangan ponsel tidak hanya berisiko menyebabkan hilangnya data pribadi, tetapi juga membuka peluang bagi pelaku kejahatan untuk mengakses layanan perbankan maupun fasilitas pinjaman daring yang tersimpan di dalam perangkat.

Masyarakat diimbau segera memblokir nomor telepon, akun dompet digital, mobile banking, hingga layanan paylater apabila mengalami kehilangan telepon seluler guna meminimalkan risiko kerugian yang lebih besar.

Sementara itu, aparat kepolisian masih terus mendalami kasus tersebut dan memburu pelaku melalui sejumlah alat bukti, termasuk rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian.

(DAW)

Berita Hukum Dan Kriminal
Advertisement