Newestindonesia.co.id, Kasus keributan yang melibatkan seorang prajurit TNI AD dengan pemilik warung di kawasan Sumur Batu, Kemayoran, Jakarta Pusat, akhirnya diselesaikan secara damai. Peristiwa yang sempat viral di media sosial itu sebelumnya memicu perhatian publik lantaran memperlihatkan aksi perusakan warung saat cekcok berlangsung.
Insiden tersebut bermula dari kesalahpahaman saat transaksi di sebuah warung. Situasi kemudian memanas hingga berujung adu mulut dan aksi kekerasan. Dalam video yang beredar luas di media sosial, tampak seorang pria berbaju hitam dan mengenakan helm putih terlibat pertengkaran dengan penjaga warung pria maupun wanita.
Keributan semakin membesar ketika pria tersebut melakukan pemukulan terhadap penjaga warung dan merusak sejumlah fasilitas menggunakan tabung gas melon. Etalase warung hingga lemari pendingin es krim terlihat mengalami kerusakan akibat insiden tersebut. Warga sekitar pun turun tangan untuk melerai pertikaian yang terjadi.
Pihak TNI AD kemudian memberikan penjelasan terkait kronologi kejadian. Kepala Dinas Penerangan TNI AD Brigjen Donny Pramono membenarkan adanya keterlibatan prajurit TNI AD dalam insiden itu. Namun ia menegaskan bahwa prajurit bernama Sertu AW justru menjadi korban penusukan saat keributan berlangsung.
“Perlu kami jelaskan bahwa kejadian tersebut bermula dari kesalahpahaman saat transaksi di warung, yang kemudian berkembang menjadi cekcok,” ujar Brigjen Donny Pramono dalam keterangannya kepada wartawan, dikutip Kamis 7 Mei 2026.
Ia menambahkan, “Dalam peristiwa itu, justru prajurit TNI AD atas nama Sertu AW mengalami luka akibat penusukan oleh pemilik warung dan saat ini yang bersangkutan sedang mendapatkan penanganan medis di RS Hermina Kemayoran.”
Menurut Donny, kerusakan warung yang terjadi setelahnya merupakan bagian dari rangkaian peristiwa yang sudah terlanjur memanas di lokasi kejadian. Meski demikian, TNI AD memastikan seluruh proses penanganan dilakukan sesuai prosedur hukum yang berlaku.
“Kami mengimbau kepada masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh potongan video yang beredar di media sosial yang belum tentu menggambarkan kejadian secara lengkap,” kata Donny.
Ia juga menegaskan bahwa institusinya tidak akan mentoleransi pelanggaran yang dilakukan anggotanya. “TNI AD memastikan bahwa setiap prajurit yang terlibat akan diproses sesuai ketentuan yang berlaku apabila terbukti melakukan pelanggaran,” ujarnya.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Saputra mengatakan pihak kepolisian telah memonitor kejadian tersebut sejak video viral beredar di media sosial. Penanganan perkara kemudian dilakukan bersama Polisi Militer TNI.
“Iya, sudah ditangani POM,” ujar Roby singkat saat dikonfirmasi wartawan.
Setelah melalui proses mediasi, kedua belah pihak akhirnya sepakat menyelesaikan persoalan secara damai. Situasi di lokasi kini disebut sudah aman dan kondusif, sementara aparat kepolisian bersama TNI terus melakukan koordinasi agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp


