Kebakaran TPA Jatiwaringin Meluas 15 Hektare, Pemkab Tangerang Tetapkan Status Tanggap Darurat

kendaraan-pemadam-bersiaga-di-lokasi-kebakaran-tpa-jatiwaringin-kecamatan-mauk-kabupaten-tangerang-banten-untuk-memadamkan-api-1782902959981_169

Kendaraan pemadam bersiaga di lokasi kebakaran TPA Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten untuk memadamkan api, Selasa (30/6/2026). (ANTARA/Azmi Samsul MANTARA/Azmi Samsul M)

Harga Emas Hari Ini
Advertisement

Newestindonesia.co.id, Kebakaran hebat yang melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin di Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, kian mengkhawatirkan dan belum juga berhasil dipadamkan. Merespons situasi yang terus memburuk dan meluasnya titik api, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang secara resmi meningkatkan status penanggulangan bencana menjadi tanggap darurat.

Keputusan krusial ini diambil setelah jajaran pemkab menggelar rapat evaluasi intensif bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), serta sejumlah instansi terkait sejak kebakaran pertama kali berkobar pada Selasa (30/6).

Bupati Tangerang, Moch Maesyal Rasyid, menegaskan bahwa penetapan status darurat ini bersifat mendesak karena dampak kebakaran sudah mulai mengancam aspek sosial dan kesehatan masyarakat di sekitar lokasi penampungan sampah tersebut.

“Kita tetapkan bahwa ini sudah masuk kategori darurat. Karena ini menyangkut masalah kesehatan masyarakat, menyangkut juga risiko daripada api yang terus menjalar begitu kita tetapkan,” ujar Moch Maesyal Rasyid di Tangerang, Rabu (1/7/2026) dikutip melalui Antara.

Sebagai payung hukum penanganan yang lebih komprehensif, Maesyal menyatakan telah mengeluarkan Surat Keputusan (SK) Bupati terkait peningkatan status kebencanaan. Langkah ini diambil dengan mempertimbangkan pergerakan arah angin yang membawa material asap tebal ke wilayah padat penduduk.

“Ini menjadi pertimbangan karena dampak pastinya ada asap. Asap ini terbawa oleh angin dan dekat sekali ke pemukiman,” tambah Maesyal.

Lebih lanjut, ia memaparkan beberapa indikator utama yang mendasari peningkatan status darurat tersebut, di antaranya perluasan area kebakaran yang signifikan, terjadinya lonjakan jumlah titik api yang drastis, faktor prakiraan musim kemarau, keterbatasan kemampuan personel di lapangan, hingga cakupan dampak luas dari insiden tersebut.

Mengingat kompleksitas medan yang dipenuhi tumpukan sampah, Pemkab Tangerang langsung berkoordinasi dengan otoritas pusat untuk meminta bantuan logistik dan armada udara.

Baca juga:  Jadi Polemik, Terdakwa Korupsi BNI Palembang Rp 105 Miliar Yang Kini Jadi Tahanan Rumah

“Dengan situasi ini, rencananya helikopter BNPB akan membantu untuk penyiraman api dari atas. Karena ada lokasi yang tidak bisa dimasuki oleh kendaraan,” jelasnya.

Maesyal berharap, dengan dinaikkannya status ini menjadi tanggap darurat, penanggulangan kebakaran di TPA Jatiwaringin dapat berjalan lebih masif, terintegrasi, dan melibatkan seluruh sektor.

“Kami minta bantuannya kepada semua pihak, untuk tangani persoalan ini agar segera mematikan api ini, termasuk juga untuk upaya-upaya mencegah kepada kesehatan masyarakat,” pungkasnya.

BNPB Kirim Dua Helikopter Water Bombing

Respons cepat langsung diberikan oleh pemerintah pusat. Sejak Rabu pagi, Kedeputian Bidang Penanganan Darurat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus melakukan monitoring ketat terhadap pergerakan api yang berpotensi terus meluas.

Kepala BNPB, Suharyanto, langsung menginstruksikan jajarannya untuk bertolak menuju lokasi TPA Jatiwaringin guna melakukan asesmen lanjutan, memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, serta mengeskalasi upaya pemadaman taktis.

Berdasarkan laporan tim asesmen darat, proses pemadaman mengalami hambatan besar akibat karakteristik material yang terbakar. Didominasi oleh sampah kering dan zat-zat yang mudah terbakar, api bersarang di dalam tumpukan gunungan sampah yang tinggi sehingga sulit ditembus air dari mobil pemadam.

Kondisi tersebut diperparah oleh faktor cuaca ekstrem, berupa embusan angin kencang dan suhu udara yang sangat panas, yang membuat lidah api dengan cepat melompat dan menjalar ke berbagai arah. Saat ini, luas area yang hangus terbakar diperkirakan sudah mencapai 15 hektare.

Untuk memecah kebuntuan dan mempercepat proses lokalisasi api, Kepala BNPB memerintahkan pengerahan kekuatan udara secara penuh menggunakan helikopter pengebom air (water bombing).

“Kita datangkan dua helikopter water bombing (pengebom air) dan jika diperlukan lakukan operasi modifikasi cuaca,” kata Kepala BNPB Suharyanto.

Baca juga:  Soal Banjir Lumpur Di Tarakan, Camat Akui Dampak Galian C Terhadap Tata Air

Sembari menunggu operasi udara berjalan optimal, pemadaman jalur darat tetap digenjot tanpa henti. Sebanyak 10 unit mobil pemadam kebakaran gabungan dari berbagai instansi lintas wilayah dikerahkan ke lokasi. Para petugas kini memfokuskan strategi pada area-area tepi luar tumpukan sampah yang masih dapat dijangkau armada truk, dengan tujuan utama menahan laju penyebaran api agar tidak semakin mendekati kawasan permukiman warga.

(DAW)

Berita Hukum Dan Kriminal
Advertisement