Newestindonesia.co.id, Gubernur Banten, Andra Soni, meminta seluruh jajaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten untuk menerapkan efisiensi penggunaan energi serta menekan belanja operasional di lingkungan perkantoran.
Instruksi tersebut mencakup penghematan listrik hingga pengurangan penggunaan bahan bakar fosil sebagai bagian dari upaya membangun budaya kerja baru bagi aparatur sipil negara (ASN).
Menurut Andra, kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Kementerian Dalam Negeri Nomor 800.1.5/3349/SJ Tahun 2026 tentang transformasi budaya kerja ASN di lingkungan pemerintah daerah.
“Penggunaan listrik harus menjadi perhatian. Pastikan saat meninggalkan ruangan, lampu dan AC dimatikan. Ini langkah sederhana, namun berdampak besar dalam menyikapi situasi global saat ini,” ujar Andra, Jumat (17/4/2026) dikutip melalui detikNews.
Respons Tekanan Energi Global
Andra menjelaskan, kebijakan efisiensi energi tidak lepas dari kondisi global yang tengah memberikan tekanan terhadap harga energi serta memicu ketidakpastian ekonomi yang berdampak hingga ke daerah.
“Langkah kita adalah penghematan penggunaan energi serta upaya efisiensi terkait kegiatan-kegiatan yang masih bisa ditunda, guna mengoptimalkan program yang berdampak langsung kepada masyarakat,” katanya.
Ia menegaskan bahwa efisiensi ini bukan sekadar penghematan rutin, melainkan strategi untuk mengalihkan anggaran ke program prioritas yang lebih dirasakan masyarakat.
Arah Kebijakan: Kendaraan Listrik
Selain penghematan di kantor, Pemprov Banten juga mulai melakukan pemetaan terhadap kendaraan dinas sebagai bagian dari rencana jangka panjang menuju penggunaan kendaraan listrik.
“Saat ini kita belum ada pengadaan terkait kendaraan listrik. Tapi suatu hari nanti, itu adalah sebuah keniscayaan. Khususnya untuk kendaraan kepentingan publik seperti truk sampah yang sudah berusia puluhan tahun,” ungkap Andra.
Langkah ini menjadi bagian dari transformasi penggunaan energi yang lebih ramah lingkungan di masa depan.
Pelayanan Publik Tetap Prioritas
Meski kebijakan efisiensi diberlakukan, Andra menekankan bahwa kualitas pelayanan publik tidak boleh terganggu. Ia meminta seluruh perangkat daerah tetap bekerja secara optimal dengan pola kerja yang adaptif dan berbasis digital.
“Serta memastikan pelayanan publik tetap berjalan optimal dalam kondisi apa pun,” katanya.
Sebelumnya, Pemprov Banten juga telah menerapkan berbagai langkah penghematan yang berdampak signifikan terhadap anggaran daerah. Efisiensi dari sektor energi, perjalanan dinas, hingga operasional disebut mampu menghasilkan penghematan besar yang kemudian dialihkan ke program prioritas masyarakat.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp



You must be logged in to post a comment Login