Waspada Cuaca Ekstrem: BMKG Keluarkan Peringatan Nasional Hujan Lebat Disertai Angin 24–25 Feb

0
istockphoto-517643357-612x612

Ilustrasi. Foto: iStock/Maxiphoto

Newestindonesia.co.id, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem menjelang akhir pekan dengan potensi hujan berintensitas sedang hingga lebat di hampir seluruh wilayah Indonesia pada 24 hingga 25 Februari 2026. Peringatan ini menjadi bagian rangkaian peningkatan aktivitas curah hujan yang diprakirakan berlangsung hingga akhir bulan Februari akibat dinamika atmosfer dan musim hujan yang masih aktif.

Peringatan yang dipublikasikan BMKG melalui berbagai kanal resmi memetakan wilayah yang masuk kategori siaga hujan lebat hingga sangat lebat, termasuk sejumlah provinsi di Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), serta kawasan Papua. Sementara itu, hampir seluruh provinsi lain berada dalam level waspada dengan prakiraan hujan sedang hingga lebat, khususnya pada periode 24–25 Februari 2026.

Menurut prakiraan BMKG, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat ini dapat disertai kilat (petir) dan angin kencang, sehingga masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan aktivitas, genangan air, hingga risiko bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor.

BMKG juga menekankan pentingnya pemantauan informasi cuaca terkini melalui aplikasi Info BMKG, laman resmi BMKG, serta media sosial resmi lembaga tersebut guna mendapatkan peringatan dini yang lebih spesifik sesuai wilayah masing-masing.

Sebelumnya dalam laporan prakiraan cuaca harian, BMKG telah mengeluarkan peringatan dini potensi hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang untuk sejumlah provinsi seperti Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan, Jabodetabek, dan Bali, termasuk pada malam berikutnya sebelum puncak potensi hujan akhir pekan ini.

Kondisi cuaca ini dipengaruhi oleh fenomena atmosfer yang masih aktif, termasuk interaksi dinamika angin muson dan aktivitas awan konvektif yang berkembang luas sepanjang wilayah Indonesia. Selain itu, prediksi cuaca BMKG menyebutkan akumulasi curah hujan di bulan Februari 2026 secara umum berada dalam kategori menengah hingga tinggi di sebagian besar wilayah Indonesia — memperkuat risiko peningkatan kejadian hujan signifikan.

Baca juga:  Kejagung Periksa Lagi Sudirman Said Terkait Dugaan Korupsi Petral

Secara khusus, sejumlah daerah rentan bencana seperti kawasan dataran rendah, aliran sungai, dan lereng curam diminta untuk mengutamakan keselamatan dan kesiapsiagaan dini, serta menghindari aktivitas luar ruangan yang tidak penting terutama saat hujan deras berlangsung.

Peringatan ini berlaku sebagai bagian rangkaian musim hujan Indonesia, yang mengikuti pola cuaca global dan fenomena samudera yang berkontribusi pada pembentukan hujan intensif di kawasan tropis.

Rangkuman Poin Utama

BMKG perkirakan hujan sedang hingga lebat di banyak wilayah pada 24–25 Februari 2026.

Hujan lebat dapat disertai petir & angin kencang.

Beberapa wilayah ditetapkan status siaga, lainnya waspada.

Masyarakat diimbau memantau informasi cuaca resmi BMKG dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir, genangan, dan longsor.

(DAW)

Tinggalkan Balasan