Menurut Teddy, kerja sama dengan Inggris mencakup pembangunan dan produksi 1.582 kapal nelayan yang akan dirakit secara domestik, membuka peluang penciptaan lapangan kerja besar-besaran di dalam negeri.
“Produksi dan perakitan kapal ini diperkirakan akan menyerap tenaga kerja besar di Indonesia, termasuk membuka peluang kerja langsung di sektor maritim,” tegas Teddy.
Kesepakatan ini juga menjadi bagian dari strategic partnership yang dibangun antara kedua negara, sebagaimana disampaikan dalam joint statement pemerintah Inggris dan Indonesia.
Kerja sama tersebut didasarkan pada nilai bersama sebagai negara demokrasi yang menghormati hak asasi manusia dan komitmen terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).




You must be logged in to post a comment Login